- KEBANGKITAN SEJATI
Kebangkitan sejati adalah kebangkitan ruhani yang kuat dan menyeluruh, yaitu terwujudnya dominasi penitian Sirotulmustaqim jejak-jejak Rosululloh dan para sohabatnya, penitian manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada umat ini.
Kebangkitan ini terwujud dengan lenyapnya keterpurukan ruhani yang elemen-elemennya adalah:
- Kepercayaan-kepercayaan dan amal-amal syirik.
- Kepercayaan-kepercayaan dan amal-amal bid’ah.
- Kemaksiatan kolektif atau terbuka yang terbiarkan.
- Kezholiman-kezholiman sesama yang tidak dicegah dan tidak dihentikan.
Jalan pelenyapan yang utama adalah pencerahan jiwa-jiwa dengan dakwah yang memadai. Dakwah kepada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, golongan yang selamat, manhaj Islam yang murni melalui suatu usaha yang terorganisir yang terus berkembang sampai menjadi lebih kuat dari tantangan dan rintangan yang ada. Jika usaha ini dibantu oleh kekuasaan maka akan sempurnalah usaha itu. Sedangkan kekuasaan tanpa dakwah tak akan mampu mewujudkan kebangkitan sekecil apapun juga.
Jadi dakwah adalah syarat mutlak sedangkan kekuasaan adalah syarat penyempurna. Jiwa-jiwa yang tercerahkan dengan “Hikmah (Ilmu) dan mau’izotilhasanah” akan bangkit dan bergerak meninggalkan semua elemen-elemen keterpurukan tadi serta akan menggantikannya dengan penitian Sirotulmustaqim secara kaffah di seluruh lapangan kehidupan. Mereka yang bangkit adalah mereka yang berakidah benar dan beramal benar! Mereka yang demikianlah yang benar-benar takut kepada Alloh dan siksa-Nya, sehingga akan teguh menjaga amanah dan tidak mengkhianatinya apa pun bentuk amanah itu. Mereka akan takut menzholimi sesama dan jika terjadi kezholiman, mereka akan segera bertaubat. Mereka yang bangkit akan rindu kepada Alloh dan surga-Nya. Dengan demikian mereka akan berlomba-lomba untuk mengerjakan kebaikan. Semua ini sudah cukup untuk menjadi jaIminan kemajuan duniawi selain harapan keselamatan di akhirat.
Cermatilah kandungan ayat di bawah ini yang mengandung potret jiwa-jiwa yang bangkit.
Alloh berfirman (Artinya) :
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Balasannya untuk mereka itu ialah ampunan dari Robb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran [3]: 135-136)
Dengarlah janji-janji Alloh yang pasti terlaksana untuk mereka yang bangkit.
Alloh berfirman (Artinya) :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl [16]: 97)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al-A’rof [7]: 96)
Kebangkitan duniawi untuk umat Islam tidak bisa dicapai tanpa kebangkitan ruhani, karena kebangkitan duniawi pada umat ini berbeda bentuk dan substansinya dengan yang ada pada umat lain. Kebangkitan duniawi pada umat ini haruslah bersih dari kemaksiatan. Adapun “kebangkitan duniawi” yang kita lihat pada masyarakat-masyarakat Nashoro di Barat, bukanlah ukuran untuk umat ini. Kebangkitan tersebut bagi umat Islam adalah suatu keterpurukan. Tentunya ada sisi-sisi positif dalam “kebangkitan mereka”, tetapi negatifnya terlalu lebih besar bahkan bisa menghancurkan. Memakan makanan dan meminum minuman-minuman yang lezat-lezat tetapi haram adalah suatu keterpurukan. Mempergunakan ilmu pengetahuan dunia untuk memperbudak umat-umat lain dan menyebar kerusakan adalah suatu keterpurukan. Menjadi tawanan tuntutan materi juga suatu keterpurukan!! Walaupun di Barat sana semua itu terhitung bagian dari kebangkitan duniawi.
[SILSILAH TARBIYYAH HASMI, "TUGAS & TUJUAN"]
