URGENSI DA'WAH KEMURNIAN
- Sejarah Penyimpangan Umat Manusia
I. Dahulunya umat manusia adalah umat yang berada di atas agama yang lurus.
Agama yang lurus adalah agama fitrah yang Alloh fitrahkan kepada manusia, oleh karena itu agama ini sudah ada sejak adanya manusia, sebagaimana Alloh berfirman:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Alloh); (tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada penciptaan (makhluk) Alloh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]:30)
Ayat di atas menunjukkan bahwa manusia telah benar-benar Alloh fitrahkan di atas aqidah yang selamat. Dan Adam adalah manusia pertama yang terfitrahkan dengan aqidah selamat ini. Dengan demikian Adam adalah seorang yang bertauhid kepada Alloh dengan tauhid yang murni, seorang yang berkeyakinan kepada Alloh tentang apa-apa yang diwajibkan berupa ta’zhim (pengagungan), ketaatan, roja’ (berharap baik) dan khosyyah (ketakutan kepada-Nya). Kemudian Alloh pun telah mengambil perjanjian dari anak keturunan Adam bahwa Dia adalah Robb mereka dan mempersaksikan atas diri mereka sendiri di sulbi-sulbi mereka, sebagaimana firman Alloh :
“Dan (ingatlah), ketika Robbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Robb kalian?”. Mereka menjawab: "Betul (Engkau Robb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (tauhid).” (QS. Al-A’raf [7]:172)
Ayat ini bisa difahami bahwa semua manusia dilahirkan di atas fitrah, sebagaimana juga sabda Rosululloh dalam hadits qudsi:
“… dan sesungguhnya Aku ciptakan hamba-Ku di atas agama yang lurus semuanya, lalu datang kepada mereka Setan mengalihkan agama mereka, menghalalkan apa-apa yang haram dan memerintahkan agar menyekutukan-Ku dengan suatu yang tidak ada penjelasannya.” (HR Muslim)
Dan sabda beliau :
“Tidaklah seseorang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka ibu dan bapaknyalah yang akan membuat ia Yahudi, Nashrani atau Majusi…” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut berlaku untuk seluruh manusia, maka Adam dan generasi pertama dari keturunannya adalah lebih pantas untuk berada di atas aqidah selamat. Adapun syirik dan kesesatan adalah perkara yang muncul kemudian setelah beberapa zaman dan generasi secara bertahap.
II. Kapan mulai terjadinya penyimpangan..?Selengkapnya>>>
