Selasa, 29 Januari 2013

BBSM (Bedah Buku Sirothul Mustaqim).

 

Bedah Buku SIROTULMUSTAQIM, Jalan yang Lurus..!!

Ahad, 27/01/2013 08:00 WIB Masjid As-Sa'dain Mojolaban - Sukoharjo. (Markaz DPK HASMI SURAKARTA)

 
 
 

Senin, 14 Januari 2013

.:: Penitian Sunnah Nabi .

 
Seruan menghidupkan sunnah nabi dan mematikan geliat bid'ah juga termasuk inti da'wah yang utama. Kebangkitan tanpa adanya titian kepada sunnah nabi pada haqikatnya bukanlah kebangkitan dalam Islam, karena sunnah nabi shollallohu 'alayhi wasallam termasuk pilar utama dalam kebangkitan Islam, tanpanya bisa dipastikan bahwa Islam tidak akan bangkit dari keterpurukannya.

Shahabat 'Urwah rodhiyallohu 'anhu berkata dalam al-I'tishom;
"Ikutilah sunnah, ikutilah sunnah, karena sesungguhnya sunnah itu tonggak penegak agama."

Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata:
"Ada dua pilar yang sangat agung bagi kita semua: Pertama, kita tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Alloh Ta'ala. Kedua, kita tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya berdasarkan apa yang telah disyari'atkan-Nya (melalui rosul-Nya), tidak beribadah dengan suatu bid'ah. Dua pilar ini tiada lain merupakan realisasi dari dua kalimat syahadat."

Ketika bid'ah sang perusak sunnah ummat ini dilakukan oleh mayoritas kaum muslimin, maka jangan harap kebangkitan Islam akan terwujud, karena bid'ah adalah adalah pemecah -belah ummat dan seburuk-buruk perkara dalam agama. Tak mungkin kebaikan dan keburukan terkumpul dan menyatu dalam Islam, karena Islam adalah kumpulan kebaikan yang datang dari Dzat yang Maha Baik yaitu Alloh subhanahu wata'ala.

Rosululloh shollallohu 'alayhi wasallam bersabda tentang keburukan bid'ah ini:
"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad. Dan perkara yang paling buruk adalah perkara baru yang diada-adakan dan seluruh bid'ah adalah sesat.". (HR, Muslim)

Minggu, 13 Januari 2013

.:: Penegakan Tauhid.

Inti da'wah yang paling utama adalah seruan untuk menegakkan tauhid dan melenyapkan kesyirikan. Semua nabi dan rasul diutus oleh Alloh Ta'ala untuk menyeru dan menda'wahkan manusia kepada tauhid. Pedang-pedang dihunus, darah-darah ditumpahkan dan jihad fii sabilillah disyariatkanhanyalah untuk menegakkan tauhid.
Alloh Ta'ala berfirman (artinya):

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (untuk menyerukan): "Sembahlah Alloh (saja) dan jauhilah thogut itu." {QS. An-Nahl [16]:36}

Pengabaian terhadap inti da'wah yang merupakan pilar utama ini berarti telah menyelisihi para utusan Alloh Ta'ala dan kebangkitan pun mustahil akan tercapai.

Jumat, 11 Januari 2013

.:: Sedekah Tak Akan Menyebabkan Seseorang Menjadi Fakir.

sedekah tidak akan mengurangi hartaKadang manusia terlalu sistematis menghitung hartanya. Menurut asumsinya, harta yang ia miliki akan berkurang jika digunakan untuk berbagai macam keperluan. Bahkan ada sebagian kalangan bakhil yang beranggapan bahwa harta yang disedekahkan akan menjadi penyebab kefakiran.
Naudzubillah..dari mana ia mendapatkan kesimpulan tersebut? Mungkin ia telah termakan isu setan yang menakut-nakuti manusia dengan kefakiran jika ia bersedekah. Ya, itulah salah satu misi kotor setan yang dibahaskan dalam Al-Quran.
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)...”(al-Baqarah: 269).
Dalam sebuah hadits, Rosulullah SAW dengan tegas bersumpah atas kebenaran 3 perkara. Perkara pertama yang disampaikan Rosulullah SAW adalah: “Harta seseorang tidak akan berkurang karena sedekah.”
Kemudian 2 perkara selanjutnya adalah: “..dan tidaklah seorang didzalimi kemudian ia bersabar, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya. Tidaklah seorang membuka pintu meminta-minta kecuali Allah akan bukakan pintu kefakiran.” (HR. Tirmidzi).
Tiga perkara yang disampaikan Rosulullah SAW tersebut merupakan perkara-perkara yang amat penting diketahui dan diyakini. Lihatlah, pesan pertama yang Rosulullah SAW sampaikan, adalah harta seseorang tidak akan berkurang karena sedekah. Ini merupakan janji yang haq dari Allah SWT dan Rosul-Nya.
Karenanya, kita harus beriman bahwa balasan sedekah tidak hanya di akhirat. Di dunia pun kita sudah merasakannya. Harta kita akan distatuskan Allah sebagai harta yang berkah. Harta yang berkah tidak harus banyak secara kuantitas. Mungkin ia sedikit, akan tetapi ia akan menentramkan hati pemiliknya.
Dengan harta yang berkah, pemiliknya akan merasa kecukupan. Berbagai macam kebutuhan hariannya seakan dicukupi Allah. Subhanallah, ini merupakan satu irasional yang menjadi kenyataan.
Keyakinan bahwa sedekah tidak akan membuat fakir merupakan keyakinan orang beriman. Para sahabat dan orang-orang saleh setelahnya tak pernah ragu dengan berbagai informasi yang Rosulullah SAW sampaikan dalam berbagai sabdanya.

ARSIP HASMI SOLO