Minggu, 02 Desember 2012

.:: Lima Kader dan Da’i HASMI Dinyatakan Lulus Ujian Thesis Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

logo uika
Ormas HASMI kembali mengukir prestasi gemilang. Lima orang kader dan da’i HASMI dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor 2 November 2012 lalu. Mereka yang memberikan sumbangsih dalam geliat dakwah yang sedang digulirkan oleh HASMI adalah: Ust. Ali Maulida, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP HASMI dan Ketua Dewan Eksekutif Pendidikan), Ust. Udan Dimyati Ahmad, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP dan Ketua Departemen Kaderisasi), Ust. Azzam Rumba Triana, S.Th.I., M.Pd.I. (Ketua Departemen Distribusi Buku), Ust. Ibrahim Bafadhal, S.H.I., M.Pd.I. (Konsultan Internal Bidang Acara di Radio FAJRI) dan Ust. Muhamad Priyatna, M.Pd.I. (Ketua Departemen Pendidikan Dasar Yayasan Islam Al Huda).
Setelah cukup lama berjibaku mengerahkan energi dalam melakukan penelitian ilmiah, akhirnya para asatidz dinyatakan lulus dalam ujian tesis masing-masing. Tema penelitian dalam tesis mereka terbilang cukup beragam, dan sangat penting bagi perkembangan dakwah secara umum, khususnya bagi program-program unggulan HASMI.
Ust. Ali Maulida mengambil tesis dengan judul Konsep Pendidikan Akhlak dalam Kitab Bulugh al-Maram. Dalam tesis tersebut, hadits-hadits pada kitab karya Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani ini dielaborasi secara komprehensif guna mendapatkan formulasi dan konsepsi pendidikan akhlak dalam kitab tersebut.
Adapun Ust. Udan Dimyati Ahmad mengambil penelitian lapangan terkait radio kesayangan dan kebanggaan umat Islam, FAJRI FM. Tesis beliau berjudul Konsep Pendidikan Keluarga Melalui Media Penyiaran Radio (Studi Kasus di Radio Fajri 99.3 FM). Ust. Ibrahim Bafadhal mengambil penelitian dengan bidang yang selama ini beliau geluti, Konsep Ahlul Bayt Menurut Syi’ah dan Ahlus Sunnah Serta Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak.
Tak ketinggalan, Ust. Azzam Rumba Triana melakukan library research dengan mengelaborasi karya-karya Imam Ibn Taymiyyah  dengan tesis berjudul Konsep Jihad Ibn Taymiyyah dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter. Sedangkan Ust. Muhamad Priyatna mengambil judul Konsep dan Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Berbasis Syariah (Studi Manajemen Pendidikan di STAI Al Hidayah Bogor).
Prestasi kelima asatidz ini mengikuti jejak tiga asatidz lain yang telah lebih dahulu menuntaskan studi di PPS UIKA Bogor, yaitu: Ust. Dr. Muhamad Sarbini, M.H.I (Ketua DPP HASMI), Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I (Anggota DPP dan Ketua Departemen Karya Ilmiah), dan Ust. Fachri Fachrudin, S.H.I, M.E.I (Ketua Departemen Pendidikan Menengah dan Tinggi Yayasan Islam Al Huda).
Tentu bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk menyelesaikan studi ditengah padatnya agenda dakwah mereka. Selain aktif menjadi pemateri tetap di Radio FAJRI, menjadi kontributor juga editor majalah INTISARI HASMI dan GERIMIS tak dilewatkan. Termasuk aktif menyambangi para mahasiswa yang mereka asuh di STAI Al Hidayah Bogor, baik pada Prodi Pendidikan Agama Islam (Jurusan Tarbiyah), Prodi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Jurusan Ushuludin), Prodi Ahwal Syakhshiyyah (Jurusan Syariah), maupun Prodi Perbankan Syariah. Selain juga tentunya rutinitas harian demi suksesnya program kerja dakwah dan pendidikan pada bidang masing-masing yang harus dikawal dengan baik.
 Motor penggerak putaran aktifitas dakwah mereka tentunya adalah niat yang tulus ikhlas demi memaksimalkan implementasi tujuan penciptaan setiap insan, yaitu ubudiyyah hanya kepada Allah . Selain itu, tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas abadi yang telah diamanahkan, yaitu mengayomi dan membimbing umat menjadi sosok-sosok manusia yang mewujudkan nilai-nilai penghambaan kepada Allah  dengan benar, juga menjadi pemacu semangat mereka.
Alhamdulillah, berbagai peluang dakwah kini terbuka luas. Orang yang beruntung tentu saja mereka yang dapat memanfaatkan berbagai peluang itu secara optimal dan maksimal. Tebar dakwah menjadi agenda rutin paling utama yang harus dikawal dengan baik. Tentunya hanya dakwah yang mengusung kemurnian Islam dan sesuai manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dilakukan secara terorganisir, termenej dengan baik, dengan format paling tepat, dengan skala prioritas dan realistis untuk dilakukan, serta bermuatan kebangkitan, dakwah seperti inilah yang akan mewujudkan kebangkitan sejati bagi manusia.
Terwujudnya nilai-nilai Islami dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat adalah bentuk nyata sebuah kebangkitan ruhani yang kita dambakan. Strategi dakwah dengan menjaga kedamaian dan tanpa kekerasan, menjadi sangat urgen untuk terus dikawal. Dengannya cahaya-cahaya hidayah dapat masuk ke dalam jiwa-jiwa manusia, dan menyelamatkan mereka dari aneka bentuk keterpurukan yang kini kian menggurita.
  Karena itulah, DPP HASMI selalu mendorong para kadernya untuk terus meningkatkan kualitas pribadi, dan berperan secara optimal dalam ladang dakwah yang terhampar luas. Umat menunggu uluran tangan dari para juru dakwah yang memiliki kepedulian, keseriusan dan rela berkorban dalam membimbing mereka ke jalan yang lurus.
Untuk mencapai hal itu semua pola kaderisasi terus digulirkan HASMI. Saat ini ada 15 kader HASMI yang sedang mengikuti studi S2; 3 orang mengambil Kajian Islam di UIN Jakarta, 1 orang di Prodi Magister Pendidikan Islam, 4 orang di Prodi Magister Manajemen, 6 orang Magister Ekonomi Islam UIKA Bogor dan 1 orang dari program Doktoral Pendidikan Islam di Kampus yang sama. Mereka semua rencana-Nya –insya Allah- akan menuntaskan studi di awal tahun depan. Di akhir Oktober lalu 26 orang kader juga telah menuntaskan studi S1 mereka pada Prodi Tafsir Hadits di STAI Al Hidayah, dan meraih gelar Sarjana Ushuluddin (S.Ud).
Semua prestasi ini tentu diharapkan dapat memacu semangat juang para kader, anggota, dan simpatisan HASMI untuk terus berkiprah di jalan dakwah lebih optimal. Semua harus ambil bagian, karena HASMI memang dari dan untuk semua…!! (Red/HASMI)

.:: Awas..!! Jangan Tertipu Dengan Lisan Dusta Hizbullah


BEIRUT-HASMI.org| Pada hari Senin (26/11), Sekjen Hizbullah; Hasan Nasrullah dalam pidatonya dihadapan warga Syi’ah yang merayakan hari Asyura telah mengatakan bahwa Negara Syi’ah Iran merupakan teman dan pendukung Negara Arab serta kaum muslimin.
“Hari demi hari, bertambah jelas bagi masyarakat Arab dan muslim bahwa Republik Islam Iran adalah teman Arab dan teman semua muslim serta pendukung masyarakat yang tertekan dan masyarakat yang wilayahnya diduduki,” Demikian kata Hassan Nasrallah seperti dilansir Press TV.
lebih lanjut dia mengatakan, “Hal itu jelas selama konfrontasi terakhir yang terjadi di Jalur Gaza dan sebelum itu di Libanon,”
Apa yang dikatakan oleh Hasan Nasrullah tidak sesuai fakta lapangan sama sekali, dalam beberapa informasi yang diliput oleh media elektronik ataupun media cetak, tidak pernah terdengar bahwa Iran mengirimkan bantuannya kepada warga Palestina yang telah dibombardir oleh zionis Israel hingga merenggut ribuan nyawa, padahal mereka konon mempunyai persenjataan yang canggih, tetapi untuk rezim Suriah yang beragama Syi’ah, Iran memberikan bantuan dengan mengirimkan pasukan perang dan intelejen plus dengan persenjataannya.
Duniapun mengetahui bahwa Mesir-lah yang selama ini banyak membantu kaum muslimin di Palestina, baik berupa pengiriman bantuan materil berupa makanan dan obatan-obatan maupun moril hingga terjadinya kesepakatan gencatan senjata.
Bualan Hasan Nasrullah yang mengatakan “Kita bergantung pada Republik Islam yang berani, penting dan percaya diri ini, yang tidak mempedulikan tekanan Presiden AS Barack Obama, ataupun ancaman-ancaman George Bush sebelum Obama,” pun hanya untuk menipu kaum muslimin demi menggaet simpati kaum muslimin dunia.
Iran dengan cadangan minyaknya sangat besar plus program pengembangan nuklirnya, seharusnya menarik minat Amerika untuk menginvasi negara itu, akan tetapi faktanya berkata lain; Amerika justru membantu Iran dengan menumbangkan rezim Saddam Husein yang selama ini merupakan ancaman Iran. Fakta lainnya; dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal, ternyata dibalik gerakan kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu, yang kemudian diketahui ternyata dananya hasil dari kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. (Red-HASMI)

ARSIP HASMI SOLO