Senin, 02 April 2012

.:: HAMAS : “Segera Bela Tawanan…!!!”

Palestina – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan rakyat Palestina dan kekuatan-kekuatan yang aktif untuk bertindak aktif melakukan aksi solidaritas untuk para tawanan dan memburu para penjahat perang Zionis.
Seruan tersebut disampaikan gerakan Hamas menyusul serangan pasukan penjajah Zionis Israel terhadap para tawanan Palestina di penjara padang pasir Nafha. Hamas menegaskan, “Kami di gerakan Hamas mengecam keras serangan brutal Zionis terhadap para tawanan Palestina di penjara padang pasir Nafha. Kami membebankan tanggung jawab penuh penjajah Zionis Israel atas nyawa dan keselamatan mereka.”
Gerakan Hamas menegaskan, “Serangan yang berulang-ulang dan sistematif ini tidak akan melemahkan tekad mereka dan kegigihan mereka menghadapi arogansi para penjaga penjara Zionis sampai mendapatkan kebebasan dengan izin Allah.”
Gerakan Hamas mengatakan, “Kami mengecam penyerangan brutal yang mengakibatkan 61 tawanan Palestina terluka tersebut. Kami menyerukan rakyat Palestina dan kekuatan-kekuatan yang aktif untuk bergerak aktif membela dan memberikan solidaritas kepada para tawanan.”
Hamas juga menyerukan kepada Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), serta lembaga-lembaga HAM dan kemanusiaan untuk mengambil peran dalam menekan penjajah Zionis Israel agar membebaskan para tawanan Palestina dan memburu para penjahat perang Zionis yang melanggar hak-hak minimal para tawanan. (Admin-HASMI/Inf/asw).

.:: Australia Tolak Pembangunan Sekolah Islam.

AUSTRALIA – Dewan Kota Mernda, negara bagian Victoria, Australia, menolak rencana pembangunan sebuah sekolah Islam. Alasannya, pendirian sekolah itu dikhawatirkan meningkatkan sentimen anti-Islam di masyarakat Australia. “Mereka takut sekolah itu akan menjadi sebuah masjid sehingga mereka akan terganggu dengan suara adzan,” kata Konselor, John Fry, seperti dikutip Onislam.net (28/3).
Sejak awal, rencana komunitas Muslim membangun sekolah Islam mendapat penentangan dari warga sekitar. Lebih dari dua ribu warga menandatangani surat keberatan guna menggagalkan rencana pembangunannya. Sebanyak 90 persen tanda tangan itu dikoordinasikan melalui kelompok “Sahabat Penjaga Warisan Sejarah Mernda”. “Kami telah menyarankan kepada Dewan Kota untuk menjaga sejarah kota ini,” kata juru bicara kelompok itu.
Menurut Fry, penolakan warga itu tidak didukung dengan fakta, namun lebih kepada asumsi sentimen anti-Islam bercampur  ketidaktahuan.
Anggota Dewan Kota, Pam McLeod, menampik pandangan Fry. Ia melihat penolakan itu bukanlah masalah rasisme, melainkan terkait erat dengan masalah sejarah dan lalu lintas. “Tidak ada unsur rasisme yang saya lihat,” kata dia. Menurutnya, warga Mernda merupakan komunitas multikultural.
Juru bicara komunitas Muslim, Hassan Al Khirsany, menilai penolakan itu murni karena melihat faktor agama yang menandakan masih terdapat ketakutan terhadap kaum Muslim. “Mereka menolak lebih karena khawatir sekolah ini akan menjadi masjid,” katanya.
Juru bicara Dewan Islam Victoria, Nazeem Hussain, mengemukakan, ada semacam indikasi adanya keberatan dari kelompok anti-Muslim.”Kami memang berasal dari luar Mernda. Ini menunjukan semacam penolakan,” ungkapnya.
Kaum Muslim berada di Australia selama lebih dari 200 tahun. Jumlahnya sekitar 1,7 persen dari 20 juta total populasi Australia. Islam menjadi agama negara terbesar kedua setelah Kristen. (Admin-HASMI/Mel/Onislam.net/ddhk/pus).

.:: Pentaskan Drama Menghujat Nabi Muhammad, Ribuan Warga Bangladesh Naik Pitam.

DHAKA, BANGLADESH - Bangladesh telah menahan dua guru sekolah setelah sebuah pertunjukkan drama yang berisi pernyataan menghujat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
“Drama ini berisi tentang pernyataan menghujat Nabi Muhammad, yang membuat marah warga Muslim,” kata kepala polisi Farid Uddin Agence Perancis-Presse (AFP) pada hari Sabtu, (31/3/2012).
Sebuah drama tentang Nabi ini dimainkan oleh kepala sekolah dari sekolah Muslim itu dan seorang perempuan Hindu pekan lalu.
Drama itu menyebabkan ribuan warga Bangladesh marah dan turun ke jalan-jalan di Kaliganj, 250 kilometer barat daya ibukota Dhaka.
Pemrotes mengepung jalan utama serta mengadakan protes-protes di depan sekolah itu dan di kota-kota lain di distrik tersebut pada Jumat.
Kekerasan juga meletus pada Sabtu ketika hampir 7.000 Muslim meneriakkan slogan-slogan dan membakar rumah sutradara drama tersebut, yang melarikan diri dari daerah terpencil itu, seorang pejabat polisi senior lain, Zaiadul Haq mengatakan kepada AFP.
Dua guru tersebut ditangkap pada hari Sabtu dalam upaya untuk menenangkan demonstran yanag marah.
Pejabat polisi Farid Uddin mengatakan guru tersebut telah dituduh “menyakiti sentimen keagamaan” karena membantu mengatur drama di sekolah mereka.
Bangladesh adalah negara terbesar ketiga di dunia yang mayoritas penduduknya Muslim dengan jumlah penduduk sekitar 148 juta jiwa.
Negara ini memiliki sistem hukum sekuler tetapi dewan desa mengeluarkan fatwa untuk menyelesaikan sengketa di daerah-daerah pedesaan.
Bangladesh mengikuti Syariah dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan warisan dan pernikahan.
Pemerintah sekuler negara itu telah menangani dengan keras setiap peristiwa atau publikasi yang dilihat sebagai berpotensi mengganggu perasaan keagamaan.
Sebelumnya pada Maret, pengadilan memerintahkan pemerintah Bangladesh untuk segera memblokir halaman dari situs dengan konten yang dianggap menyakiti sentimen keagamaan umat Islam.
Pengadilan tinggi mengeluarkan perintah setelah dua dosen mengajukan sebuah permohonan meminta tindakan terhadap publikasi materi ofensif pada halaman Facebook dan beberapa website lain, yang mereka katakan menghina Nabi Muhammad dan Islam. (Admin-HASMI/voa/by/oi).

.:: Tak Kunjung Padam, Israel Kembali Latihan Militer untuk Agresi Baru ke Gaza.

Alquds –  Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Beny Gantz telah memberikan perintah untuk memulai latihan militer guna melakukan aksi-aksi baru di Jalur Gaza, yang rencananya akan melibatkan pasukan infanteri.
Surat kabar Israel Ha’aretz edisi hari Ahad (1/4), menukil dari Komandan Batalyon 50 dari Brigade “Nahel Oz” di perbatasan dengan Jalur Gaza, Kolonel Yeriv Ben Azra, dia mengatakan, “Karakter aksi perlawanan di Gaza bisa berubah sejak pembebasan prajurit Israel Gilad Shalit dari penyanderaan pada Oktober lalu. Ada sejumlah peristiwa yang lebih teknis.” Dia mengisyaratkan pada serangan senjata anti tank yang ditembakan secara terputus-putus dalam eskalasi baru-baru ini.
Yeriv Ben Azra menyatakan pihaknya telah mencatat bertambahnya jumlah peristiwa yang menarget patrol-patroli yang terkonsentrasi dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada tiga pekan terakhir.
Dia menambahkan, telah ditembakkan roket lebih dari 50 buah di depat pos-pos serdadu Zionis Israel selama eskalasi baru-baru ini, demikian juga di dalam wilayah permukiman-permukiman Yahudi.
Dia melanjutkan – merespon ancaman roket anti tank -, “Komandan Devisi Gaza, Yuse Bashar, telah meminta penyiapan tank-tank dengan system perlindungan anti roket canggih.”
Ben Azra mengatakan pada hari dimulainya eskalasi baru-baru ini, menjelang pembunuhan Komandan Komite Perlawanan Rakyat Syaikh Zuhair Qaisi, telah ditembakkan roket-rokte anti tank. (Admin/HASMI/inf/asw).

ARSIP HASMI SOLO