Jumat, 28 Desember 2012

.:: Ikutilah…! Lomba Pidato Pelajar Tingkat SMA.

Lomba Pidato Pelajar Tingkat SMA
Ikutilah Lomba Pidato Pelajar..!!! dan Dapatkan Hadiah Jutaan Rupiah…!!!
——————————————————————————————————
Juara 1 = 5 Juta
Juara 2 = 3 Juta
Juara 3 = 2 Juta

Dengan Syarat :
- Laki-Laki
- Kelas 3 SLTA/Sederajat.

Waktu :
- Tgl : 10 Maret 2013

Tempat :
- Kampus PBA Bogor

Cara Pendaftaran :
Nama#Asal Sekolah#Asal Kota#Lomba Pidato kirim ke : 0853-1213-1485

Info Selanjutnya, Hubungi :
Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc di nomor : 0853-1213-1485
Lomba Pidato Pelajar di PBA

Rabu, 12 Desember 2012

.:: HASMI Gelar Dauroh Buku “DINUL ISLAM” dan Stadium Tasyji’ Da’wi.

Pada Ahad 9 Desember, Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI) menyelenggarakan Dauroh Buku Dinul Islam & Stadium Tasyji’ Da’wi di masjid Ali bin Abi Thalib. Para peserta dauroh yang berasal dari pengurus DPK dan DPC se-JABODETABEK mulai berdatangan semenjak Sabtu malam.
Sebanyak lebih dari 300 peserta yang berasal dari JABODETABEK ditambah beberapa kota lainnya, mengikuti dauroh yang diadakan di masjid kantor pusat HASMI dari mulai pukul 08.00 sampai dengan menjelang maghrib. Buku Dinul Islam yang disusun oleh HASMI tersebut dipaparkan secara bergiliran oleh Ustadz Muhammad Haidar, S.Pd.I, Ustadz Abdul Wahid, Lc dan Ustadz Supendi. Sementara di bagian akhir, Ustadz Abdul Karim Al-Katsiri mengisi sesi tanya jawab tentang materi buku Dinul Islam.
Dewan Dakwah Struktural (DDS) HASMI sebagai penyelenggara dauroh mengharapkan agar penyelenggaraan dauroh buku Dinul Islam dapat memberikan bekal dakwah bagi anggota dan pengurus struktural DPK dan DPC dalam menghadapi tantangan dakwah yang sangat besar di masa ini.
Menurut ketua Dewan Dakwah Struktural HASMI; Ustadz Muhammad Haidar, S.Pd.I, penting bagi da’i-da’I HASMI untuk meningkatkan mutu ilmiyyah yang bermanhajkan Ahlus sunnah wal jama’ah serta merekatkan ukhuwah antar da’I yang berlandaskan aqidah yang kuat.
“Dengan diadakannya dauroh buku Dinul Islam ini, kami berharap adanya peningkatan mutu ilmiyyah da’i-da’I ahlussunnah, peningkatan ukhuwah antar da’I untuk sinergitas dakwah dalam membentuk masyarakat Islami. Kami juga berharap akan banyak lahir da’i-da’I yang memiliki aqidah dan manhaj yang shahih dimasa yang akan datang” demikian ujar ustadz Muhammad Haidar
Peserta dauroh sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, mereka silih berganti bertanya kepada Ustadz Abdul Karim Al-Katsiri terkait dengan materi yang ada dalam buku Dinul Islam.
“Acara ini kalau bisa diagendakan lagi, karena penting untuk temen-temen yang ada di daerah untuk menambah keilmiyyahan mereka” kata Sudarman yang merupakan salah satu peserta dauroh dari Bekasi.


.:: Waspada, ORMAS GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara) Sesat Menyesatkan.

GAFATAR Adalah Suatu Komunitas pengganti KOMAR(Komunitas Millah Abraham),yang sudah lama dibubarkan karena sesat oleh MUI Depok beberapa Tahun yang Lalu. Doktrin merek
a adalah Bahwa Islam adalah DIEN, bukan Agama, lalu ormas sesat ini akan mengajarkan tujuh sistem Islam kepada para pengikutnya.

Mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa Shaum itu TIDAK Berguna (tidak berfaidah). Mereka mengatakan bahwa ibadah yang kita kerjakan seperti Shalat, Shaum, Zakat, Ibadah Haji dan lainnya hanya akan sia-sia belaka selama ke tujuh sistem tersebut belum diterapkan di Indonesia.

Salah satu mantan anggota GAFATAR yang merupakan sekretaris GAFATAR DPL 1 Sumedang menyatakan bahwa ormas GAFATAR tidak mempercayai hadits Nabi dan mengganti ucapan ‘Assalamualaikum’ dengan ‘damai sejahtera’. Adian Husaini pun angkat bicara dengan mengatakan bahwa GAFATAR merupakan penjelmaan baru dari Al Qiyadah Al Islamiyah yang dulu dipimpin oleh Ahmad Mushadeq.

Untuk menjadi anggota GAFATAR atau masuk kedalam organisasi ini, maka Anda harus mengucapkan beberapa sumpah berikut ini :

Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Saya Berjanji
1. Saya menyatakan janji ini kepada Allah disaksikan oleh penyampai risalah Allah yang bertanggung jawab (Ulangan 29:9-13)
2. Saya menyatakan janji ini secara sadar dan sungguh-sungguh ikhlas tiada paksaan dari siapapun juga (1 Petrus 5:1-3)
3. Saya menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala bentuk pengabdian selain kepada Allah dan sanggup mengemban tugas sebagai penyampai risalah Allah untuk mengajak manusia menegakkan jalan kebenaran di bumi allah (Yohanes 15:1-17, Matius 10:5-8, Matius 12:17-21)
4. Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta dan tidak akan berbuat durhaka terhadap ajaran Allah. (Keluaran 20:1-17)
5. Saya siap menerima bimbingan dari penyampai firman Allah yang menjadi Pembina saya. (Kisah Para Rasul 8:30-31)
6. Kiranya Allah membenarkan janji yang saya nyatakan ini, serta membimbing saya menjadi ummat yang diberkati-Nya (Matius 9:35-38)
7. Segala puji bagi Allah, Tuan Semesta Allam, Allah Abraham. (Matius 22:32, Kejadian 13:14, Kejadian 17:1-8, 15-21, Matius 3:9-10).
*Masih banyak lagi point-pointnya, penulis tidak bisa mencantumkan semuanya

Untuk membaca tulisan asli dari sekretaris GAFATAR DPL 1 Sumedang yang bertaubat, silahkan klik; >>>

HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan

Senin, 03 Desember 2012

.:: Duta-Duta Setan Berparas “Bidadari".


“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”(QS. Luqman [31]: 6).


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas  bahwa ayat ini diturunkan ber-hubungan dengan Nadar bin Haris. Ia membeli seorang hamba wanita yang bekerja sebagai penyanyi. Ia menyuruh wanita itu bernyanyi untuk orang yang hendak masuk Islam. Ia berkata kepadanya: “Berilah ia makanan, minuman dan nyanyian”. Kemudian ia berkata kepada orang yang akan masuk Islam itu: “Ini adalah lebih baik dari yang diserukan Muhammad kepadamu, yaitu sholat, puasa dan berperang membantunya”.
Tidak salah rasanya jika kita memuat “Duta-Duta Setan Berparas Cantik” sebagai judul artikel kali ini, karena sebagaimana yang dituturkan Ibnu ‘Abbas mengenai sebab diturunkannya surat Luqman ayat ke-6 di atas, kita semakin tahu dan yakin, bahwa di antara manusia itu ternyata ada yang tidak mengindahkan perkataan-perkataan bermanfaat yang sejatinya dapat meng-upgrade keyakinan mereka kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya. Mereka lebih enjoy mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, dan mereka dengan suka rela menyampai-kan khurofat-khurofat, dongengan-dongengan orang purbakala, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan Nadar bin Haris demi menghalangi manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka layaknya duta-duta setan yang mendapat amanah untuk menghalau manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik disadari ataupun tidak.
Nah, dari sinilah kita melihat, bahwa ternyata di antara manusia yang dengan sukarela mau menjadi bagian duta-duta setan itu datang dari para wanita beraparas cantik yang seringkali muncul di media massa sebagai icon dari bangsa tertentu. Ya, merekalah yang secara lokal kita kenal dengan Ratu Kecantikan atau secara global diju-luki dengan Miss Universe.
Kita tidak akan terlalu jauh untuk membahas tentang sejarah atau tek tek bengek apapun yang berkaitan dengan para wanita yang kecantikannya sering diibaratkan oleh penggemarnya bak bidadari ini. Yang kita coba uraikan di sini, walau secara singkat adalah tentang sepak terjang mereka yang sering digembar-gemborkan tanpa bukti namun sekaligus diyakini dapat mengharumkan suatu bangsa, yang padahal, tanpa disadari mereka telah menjadi duta setan di dalam misinya menghalau manusia dari jalan kebenaran.
Di dalam tujuan, sekaligus sepak terjangnya, secara langsung sebenar-nya para wanita ini bertugas menjadi duta pariwisata, budaya dan sosial di dalam negerinya tersebut. Sampai di sini mungkin banyak yang memper-tanyakan, “Apanya yang salah, toh justru baik dengan dia menjadi duta-duta tersebut… sehingga pariwisata, budaya dan sosial bangsa ini menjadi lebih terkenal dan baik di mata internasional…???”
Begitulah memang jika suatu pemahaman hanya ditimbang oleh hawa nafsu belaka dan akal yang sempit, tanpa mau memandang lebih jauh, terutama terhadap penodaan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala yang hanya akan menimbulkan bencana sehingga merugikan kita semua.
Cobalah tengok sejenak tentang arti di balik duta pariwisata misalkan..!! Pariwisata apa? … Oh, alangkah indahnya jika memang ada yang menjadi duta pariwisata, kemudian misalkan ketika memperkenalkan buah kelapa sebagai salah satu buah unggulan di daerah itu dia mengatakan, “SubhanAllah, inilah buah kelapa… Dari buah kelapa ini, kita mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Robb yang Maha Mencipta. Betapa tidak..?? Kelapa ini tertutup rapat, kulitnya tebal, batoknya keras, tidak ada celah yang memungkinkan angin atau air masuk ke dalamnya, tapi lihatlah di dalamnya, ada air yang sangat manis, nikmat dan mengandung banyak khasiat jika kita meminumnya… Subhanallah, ini semua tentu tidak akan dapat terjadi kecuali ada kekuasaan Robb Yang Maha Berilmu di dalamnya. Maka, kita harus bersyukur agar dilanggengkan dan ditambah nikmatnya ini”
Nah seharusnya seperti itu, dan begitupun ketika memperkenalkan penciptaan-penciptaan lainnya, dia perkenalkan itu sebagai rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi, mungkinkah se-perti itu?
Tidak..!! Bahkan yang kita saksikan adalah sebuah penolakan besar-besaran terhadap rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang begitu besar ini, dan mungkin jangan terlalu jauh, ter-hadap diri mereka sendiri, mereka anggap diri mereka seperti bukan bagian dari ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyangka tercipta atas kehendak alam, terjadi begitu saja. Kecantikan mereka, kepintaran mereka, semua tidak ada yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga, mau dipergunakan sekehen-dak mereka pun, atau mau ditutupi dengan hanya selembar kain yang dipamerkan di atas catwalk pun bukanlah urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, apalagi urusan kita.
Ya… Jika urusannya hanya sampai pada diri mereka sendiri, ya sudah, itu urusan mereka, kita hanya bisa menasehati, tetapi masalahnya ini duta, duta yang setiap pena siap meliak-liuk untuk melukiskan ucapan serta tingkah laku-nya. Padahal mereka bukanlah sekedar duta pariwisata, tetapi duta kekufuran atas nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala - Wal’iyadzubillah.
Selanjutnya juga hal yang lebih mengerikan dapat kita lihat ketika mereka menjadi duta kebudayaan. Kalau mau dihitung, ada ribuan budaya yang terdapat di negeri ini, tetapi kalau boleh dikategorikan, sebenarnya hanya ada dua, Islami atau non Islami. Yang non Islami jelas lebih banyak daripada yang Islami, dengan persentase mencapai 95% dan lebih didominasi oleh turunan kebudayaan Hindu dan Budha. Nah, di sinilah sang duta kita mem-baktikan dirinya.
Berpeluh-kesah menuntun manusia untuk mencintai dan menghargai kebudayaan negeri yang pada hakikatnya adalah budaya kekufuran warisan kaum paganis, dan ini bukan lagi sekedar kufur nikmat, tetapi kufur terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. La haula wa la quwwata illa billah. Lupa mereka dengan peringatan-Nya:
“Sungguh telah berlaku sunnah Allah (hukum Allah) maka berjalan-lah kalian di muka bumi dan lihatlah bagaimana akibat (perbuatan) orang-orang mendustakan ayat-ayat-Nya”. (QS. Ali ‘Imron [3]: 137).
Inilah hakikat sesungguhnya dari keberadaan para ratu kecantikan itu. Sebenarnya, memang terkesan “kejam” jika kita mengatakan mereka sebagai duta-duta setan, tetapi dari beberapa penjelasan singkat yang telah kita sam-paikan di atas adalah sangat mungkin jika mereka mendapat julukan seperti itu, karena dengan sadar ataupun tidak, mereka telah menjadi duta setan di dalam menghalau manusia dari kebenaran. Bahkan lebih jauh bisa kita lihat bagaimana mereka pada hakikatnya memiliki amanah ter-selubung yang disampaikan setan kepada mereka, yaitu agar menjadi duta pornografi dan pornoaksi. Hal ini sangat jelas dan tidak memerlukan penjelasan panjang lebar, kecuali bagi orang-orang yang terdapat zaig  (kemiringan)  di dalam hatinya.
Alhasil, kita semua patut ber-lindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari fitnah para duta-duta setan ini, dan kita berharap anak-anak keturunan kita mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Admin-HASMI).

Minggu, 02 Desember 2012

.:: Lima Kader dan Da’i HASMI Dinyatakan Lulus Ujian Thesis Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

logo uika
Ormas HASMI kembali mengukir prestasi gemilang. Lima orang kader dan da’i HASMI dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor 2 November 2012 lalu. Mereka yang memberikan sumbangsih dalam geliat dakwah yang sedang digulirkan oleh HASMI adalah: Ust. Ali Maulida, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP HASMI dan Ketua Dewan Eksekutif Pendidikan), Ust. Udan Dimyati Ahmad, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP dan Ketua Departemen Kaderisasi), Ust. Azzam Rumba Triana, S.Th.I., M.Pd.I. (Ketua Departemen Distribusi Buku), Ust. Ibrahim Bafadhal, S.H.I., M.Pd.I. (Konsultan Internal Bidang Acara di Radio FAJRI) dan Ust. Muhamad Priyatna, M.Pd.I. (Ketua Departemen Pendidikan Dasar Yayasan Islam Al Huda).
Setelah cukup lama berjibaku mengerahkan energi dalam melakukan penelitian ilmiah, akhirnya para asatidz dinyatakan lulus dalam ujian tesis masing-masing. Tema penelitian dalam tesis mereka terbilang cukup beragam, dan sangat penting bagi perkembangan dakwah secara umum, khususnya bagi program-program unggulan HASMI.
Ust. Ali Maulida mengambil tesis dengan judul Konsep Pendidikan Akhlak dalam Kitab Bulugh al-Maram. Dalam tesis tersebut, hadits-hadits pada kitab karya Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani ini dielaborasi secara komprehensif guna mendapatkan formulasi dan konsepsi pendidikan akhlak dalam kitab tersebut.
Adapun Ust. Udan Dimyati Ahmad mengambil penelitian lapangan terkait radio kesayangan dan kebanggaan umat Islam, FAJRI FM. Tesis beliau berjudul Konsep Pendidikan Keluarga Melalui Media Penyiaran Radio (Studi Kasus di Radio Fajri 99.3 FM). Ust. Ibrahim Bafadhal mengambil penelitian dengan bidang yang selama ini beliau geluti, Konsep Ahlul Bayt Menurut Syi’ah dan Ahlus Sunnah Serta Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak.
Tak ketinggalan, Ust. Azzam Rumba Triana melakukan library research dengan mengelaborasi karya-karya Imam Ibn Taymiyyah  dengan tesis berjudul Konsep Jihad Ibn Taymiyyah dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter. Sedangkan Ust. Muhamad Priyatna mengambil judul Konsep dan Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Berbasis Syariah (Studi Manajemen Pendidikan di STAI Al Hidayah Bogor).
Prestasi kelima asatidz ini mengikuti jejak tiga asatidz lain yang telah lebih dahulu menuntaskan studi di PPS UIKA Bogor, yaitu: Ust. Dr. Muhamad Sarbini, M.H.I (Ketua DPP HASMI), Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I (Anggota DPP dan Ketua Departemen Karya Ilmiah), dan Ust. Fachri Fachrudin, S.H.I, M.E.I (Ketua Departemen Pendidikan Menengah dan Tinggi Yayasan Islam Al Huda).
Tentu bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk menyelesaikan studi ditengah padatnya agenda dakwah mereka. Selain aktif menjadi pemateri tetap di Radio FAJRI, menjadi kontributor juga editor majalah INTISARI HASMI dan GERIMIS tak dilewatkan. Termasuk aktif menyambangi para mahasiswa yang mereka asuh di STAI Al Hidayah Bogor, baik pada Prodi Pendidikan Agama Islam (Jurusan Tarbiyah), Prodi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Jurusan Ushuludin), Prodi Ahwal Syakhshiyyah (Jurusan Syariah), maupun Prodi Perbankan Syariah. Selain juga tentunya rutinitas harian demi suksesnya program kerja dakwah dan pendidikan pada bidang masing-masing yang harus dikawal dengan baik.
 Motor penggerak putaran aktifitas dakwah mereka tentunya adalah niat yang tulus ikhlas demi memaksimalkan implementasi tujuan penciptaan setiap insan, yaitu ubudiyyah hanya kepada Allah . Selain itu, tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas abadi yang telah diamanahkan, yaitu mengayomi dan membimbing umat menjadi sosok-sosok manusia yang mewujudkan nilai-nilai penghambaan kepada Allah  dengan benar, juga menjadi pemacu semangat mereka.
Alhamdulillah, berbagai peluang dakwah kini terbuka luas. Orang yang beruntung tentu saja mereka yang dapat memanfaatkan berbagai peluang itu secara optimal dan maksimal. Tebar dakwah menjadi agenda rutin paling utama yang harus dikawal dengan baik. Tentunya hanya dakwah yang mengusung kemurnian Islam dan sesuai manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dilakukan secara terorganisir, termenej dengan baik, dengan format paling tepat, dengan skala prioritas dan realistis untuk dilakukan, serta bermuatan kebangkitan, dakwah seperti inilah yang akan mewujudkan kebangkitan sejati bagi manusia.
Terwujudnya nilai-nilai Islami dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat adalah bentuk nyata sebuah kebangkitan ruhani yang kita dambakan. Strategi dakwah dengan menjaga kedamaian dan tanpa kekerasan, menjadi sangat urgen untuk terus dikawal. Dengannya cahaya-cahaya hidayah dapat masuk ke dalam jiwa-jiwa manusia, dan menyelamatkan mereka dari aneka bentuk keterpurukan yang kini kian menggurita.
  Karena itulah, DPP HASMI selalu mendorong para kadernya untuk terus meningkatkan kualitas pribadi, dan berperan secara optimal dalam ladang dakwah yang terhampar luas. Umat menunggu uluran tangan dari para juru dakwah yang memiliki kepedulian, keseriusan dan rela berkorban dalam membimbing mereka ke jalan yang lurus.
Untuk mencapai hal itu semua pola kaderisasi terus digulirkan HASMI. Saat ini ada 15 kader HASMI yang sedang mengikuti studi S2; 3 orang mengambil Kajian Islam di UIN Jakarta, 1 orang di Prodi Magister Pendidikan Islam, 4 orang di Prodi Magister Manajemen, 6 orang Magister Ekonomi Islam UIKA Bogor dan 1 orang dari program Doktoral Pendidikan Islam di Kampus yang sama. Mereka semua rencana-Nya –insya Allah- akan menuntaskan studi di awal tahun depan. Di akhir Oktober lalu 26 orang kader juga telah menuntaskan studi S1 mereka pada Prodi Tafsir Hadits di STAI Al Hidayah, dan meraih gelar Sarjana Ushuluddin (S.Ud).
Semua prestasi ini tentu diharapkan dapat memacu semangat juang para kader, anggota, dan simpatisan HASMI untuk terus berkiprah di jalan dakwah lebih optimal. Semua harus ambil bagian, karena HASMI memang dari dan untuk semua…!! (Red/HASMI)

.:: Awas..!! Jangan Tertipu Dengan Lisan Dusta Hizbullah


BEIRUT-HASMI.org| Pada hari Senin (26/11), Sekjen Hizbullah; Hasan Nasrullah dalam pidatonya dihadapan warga Syi’ah yang merayakan hari Asyura telah mengatakan bahwa Negara Syi’ah Iran merupakan teman dan pendukung Negara Arab serta kaum muslimin.
“Hari demi hari, bertambah jelas bagi masyarakat Arab dan muslim bahwa Republik Islam Iran adalah teman Arab dan teman semua muslim serta pendukung masyarakat yang tertekan dan masyarakat yang wilayahnya diduduki,” Demikian kata Hassan Nasrallah seperti dilansir Press TV.
lebih lanjut dia mengatakan, “Hal itu jelas selama konfrontasi terakhir yang terjadi di Jalur Gaza dan sebelum itu di Libanon,”
Apa yang dikatakan oleh Hasan Nasrullah tidak sesuai fakta lapangan sama sekali, dalam beberapa informasi yang diliput oleh media elektronik ataupun media cetak, tidak pernah terdengar bahwa Iran mengirimkan bantuannya kepada warga Palestina yang telah dibombardir oleh zionis Israel hingga merenggut ribuan nyawa, padahal mereka konon mempunyai persenjataan yang canggih, tetapi untuk rezim Suriah yang beragama Syi’ah, Iran memberikan bantuan dengan mengirimkan pasukan perang dan intelejen plus dengan persenjataannya.
Duniapun mengetahui bahwa Mesir-lah yang selama ini banyak membantu kaum muslimin di Palestina, baik berupa pengiriman bantuan materil berupa makanan dan obatan-obatan maupun moril hingga terjadinya kesepakatan gencatan senjata.
Bualan Hasan Nasrullah yang mengatakan “Kita bergantung pada Republik Islam yang berani, penting dan percaya diri ini, yang tidak mempedulikan tekanan Presiden AS Barack Obama, ataupun ancaman-ancaman George Bush sebelum Obama,” pun hanya untuk menipu kaum muslimin demi menggaet simpati kaum muslimin dunia.
Iran dengan cadangan minyaknya sangat besar plus program pengembangan nuklirnya, seharusnya menarik minat Amerika untuk menginvasi negara itu, akan tetapi faktanya berkata lain; Amerika justru membantu Iran dengan menumbangkan rezim Saddam Husein yang selama ini merupakan ancaman Iran. Fakta lainnya; dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal, ternyata dibalik gerakan kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu, yang kemudian diketahui ternyata dananya hasil dari kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. (Red-HASMI)

ARSIP HASMI SOLO