Sabtu, 31 Maret 2012

.:: Tebar Dakwah Bersama HASMI.

 
Kebangkitan Islam bukan sekedar LENTERA yang suatu saat kan di jemput padamnya. Kebangkitan Islam bukan hanya SELEMBAR PANJI yang kan berkibar ketika angin mengepakkan kibarannya. Namun, kebangkitan Islam adalah bangkit dan bangun membuka mata serta berusaha mengubah LENTERA menjadi OBOR pelopor KEBANGKITAN, membidik matang seluruh musuh Islam hingga menciutkan keangkuhan mereka.
Demi tegaknya kalimatullah serta tersebarnya Dakwah Kemurnian di Bumi Pertiwi Indonesia. HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) kembali mengayunkan derap langkah dakwahnya dengan penuh semangat, hingga 7 kota besar di Pulau Jawa serentak telah di singgahi oleh Mega Program dari HASMI.

Mega Program ini memiliki 2 bagian :
1. Jaulah Dakwah, (Tebar Kartu Dakwah; “Amal Ma’ruf Nahyi Munkar”) sebanyak “Sembilan Puluh Sembilan Ribu” Kartu Dakwah (KD) dengan jumlah peserta 178 Orang.
2. Safari Dakwah di 18 tempat oleh 18 regu fatihin dengan peserta sebanyak 148 Orang.

“Jaulah Dakwah”. Dengan mengharap Rahmat serta Ridha dari Allah Subhanahu Wa ta’ala dan dalam rangka merumputkan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah HASMI membagikan lembaran Kartu Dakwah (KD) dalam program Jaulah Dakwah ini. Semoga, dengan bergulirnya program ini kebenaran akan semakin jelas terlihat.

“Safari Dakwah”. Merupakan sebuah strategi dakwah yang merangkul seluruh kaum Muslimin melalui rumah-rumah Allah Subhanahu Wa ta’ala. Memperkenalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui obrolan-obrolan ringan, membacakan buku-buku islami yang penting untuk di ketahui oleh seluruh lapisan masyarakat serta mengajak masyarakat agar senantiasa datang dan meramaikan masjid serta memperbanyak ibadah di masjid.

Semoga seluruh program ataupun strategi dakwah yang sedang di gulirkan oleh HASMI selalu di istiqomahkan serta senantiasa mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Aamiin) (Admin-HASMI).

.:: Kondisi Masyarakat Non Islami.

Realita pasti yang akan kita hadapi di tengah-tengah kehidupan masyarakat non Islami sebagaimana saat sekarang ini adalah negara akan terus sibuk mengatasi berbagai problem yang terus menggunung. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan diliputi problem rumit dan tak kunjung dapat diatasi. Berbagai konsep dari para pakar-pun tak mampu mengatasinya. Yang ada hanyalah bencana dan malapetaka.     
Semua terjebak oleh perangkap syetan durjana..! Hawa nafsu begitu diagungkan dan disembah. Harta menjadi standar untuk menilai tinggi rendahnya martabat seorang manusia. Ketenangan hidup, rasa aman dan kebahagiaan hakiki menjadi sangat mahal dan sulit dijumpai. Semua merasakan kesempitan, kepedihan, kesengsaraan dan duka mendalam akibat ulah tangan mereka sendiri yang melupakan ayat-ayat Alloh .

Alloh  berfirman:
“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit... .” (QS. Thaha [20]: 124)

Sudah menjadi sunnatulloh dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun masyarakat bahwa jika mereka mengganti nikmat Alloh  yang berupa keislaman dan keimanan dengan kejahiliyahan dan kekufuran, mereka pasti akan mendapatkan bencana-bencana yang sangat mengerikan baik di dunia maupun di akhirat. Suatu sunnatulloh yang tak mungkin akan berubah dan berganti.

Alloh   berfirman:
“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Alloh telah menimpakan kebinasaan atas mereka serta akan menimpakan pula kebinasaan yang sama atas orang-orang kafir itu.” (QS. Muhammad [47]: 10)

Lihatlah sejarah kelam kaum `Ad, Tsamud, kaum Fir`aun yang dihancur leburkan oleh Alloh , serta runtuhnya khilafah Utsmaniyyah di Turki, ketika pada akhir-akhir masa kekuasaannya mulai meninggalkan kemurnian Islam.  Ingatlah bencana-bencana dan akibat buruk yang akan diderita suatu masyarakat, saat mereka tidak lagi Islami. Di antaranya bisa kita sebutkan berikut ini:

A. Penindasan Sesama.
Misi hadirnya Islam adalah mengeluarkan manusia dari perbudakan sesama hamba menuju pengabdian hanya kepada Alloh , dari kedzaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam serta dari kesempitan dunia menuju keluasan akhirat.
Hanya dengan Islam, manusia akan mendapatkan kemerdekaannya yang hakiki dari berbagai penindasan, baik penindasan perbudakan, penindasan agama dan penindasan dunia. Tanpa Islam, sebagian komunitas masyarakat hanya akan menjadi pihak penindas bagi komunitas lainnya.
Alloh  menggambarkan bencana ini di masa Fir`aun dengan gamblang:
“Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berkasta-kasta, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk golongan para perusak.” (QS. Al-Qosos [28]: 1-4)

B. Tidak Ada Rasa Aman.
Alloh  akan mencabut rasa aman dan tuma`ninah  dari seseorang atau masyarakat jika mereka tidak lagi Islami.
"Dan Alloh telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Alloh; Karena itu Alloh menimpakan mereka kondisi kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl [16]:112)

C. Kerusakan di Segala Bidang.
Dosa dan kemaksiatan telah membawa berbagai kerusakan di air, udara, tanam-tanaman dan  buah-buahan serta tempat kediaman. Bencana sosial, keruskan moral, kekacauan politik, ekonomi dan budaya akan terus bergulir. Alloh  berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Rum [30]: 41)

Menurut mujahid   (seorang tabi’in):
“Jika orang dzolim berkuasa, dia akan melangkah melakukan kedzoliman dan kerusakan, sehingga Alloh  menahan hujan-Nya. Di saat itulah Alloh  menghancurkan tanam-tanaman dan anak keturunan, karena Alloh  tidak menyukai kerusakan.”
Ibnu Qoyyim   menjelaskan :
“bahwa yang dimaksud kerusakan dalam ayat ini adalah kekurangan, keburukan dan bencana-bancana yang dimunculkan Alloh  di muka bumi akibat maksiat para hambaNya. Setiap kali mereka menampilkan satu dosa, setiap kali itu pula Alloh  munculkan satu hukuman-Nya.”

(( فَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ  ؛ قَالَ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ  . فَقَال :يَامَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ! خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا .وَلَمْ يَنْقَصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلاَّ أُخِذَوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّة الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ .وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوِلِهِ، إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوّاً مِن غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَافِي أَيْدِيهِمْ .وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ، وَيَتَخَّيُروا ممَّا أَنْزَلَ اللهُ، إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ ))  
“Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rosululloh  menemui kami kemudian Rosululloh  bersabda: “Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Alloh  agar kamu tidak mendapatinya. 
  • Jika perbuatan keji (seperti: zina, minum khomr, judi, merampok dan lainnya) dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, maka akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lalu. 
  • Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah. 
  • Ketika orang-orang tidak membayar zakat hartanya, pasti hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan. 
  • Mereka yang membatalkan kesetiaan kepada Alloh  dan kepada Rosul-Nya, pasti Alloh  akan menjadikan musuh mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka. 
  • Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak meng-hukumi dengan kitab Alloh, dan memilih-milih sebagian apa  yang Alloh  turunkan (untuk diterapkan dan tidak diterapkan), Alloh   akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”
(HR. Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu 'Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif) 

D. Kehancuran umat-umat yang sebelum kita karena penyelisihan mereka terhadap Islam.
Alloh  berfirman:
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini, karena mereka berbuat fasik. Dan telah Kami tinggalkan padanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib, Maka ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah hanya kepada Alloh, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kalian berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”. Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka. (Juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kalian (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Alloh), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, (juga) Qorun, Fir'aun dan Haman. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Alloh sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-`Ankabut [29]: 34-40)

Dengan demikian wajiblah bagi setiap kaum muslimin untuk meninggalkan semua elemen yang membawa kepada kehidupan masyarakat non Islami dengan serta mengingat dampak akhir kehancuran yang akan terjadi sebagaimana telah kami paparkan di atas. Segeralah umat Islam sadar, bersatu bersama satukan visi & misi untuk mewujudkan Masyarakat Islami, masyarakat yang secara perorangan maupun kolektif meniti satu-satunya jalan yang lurus dan murni; sirotulmustaqim.. Islam itu sendiri.

Selasa, 27 Maret 2012

.:: THALHAH BIN ‘UBAIDILLAH “Syahid yang masih hidup”.

Tholhah bin ‘Ubaidillah adalah orang keempat yang masuk Islam melalui anak pamannya, Abu Bakar ash-Shiddiq . Dan termasuk dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga. Tholhah adalah seorang lelaki yang gagah berani, tidak takut menghadapi kesulitan, kesakitan dan segala macam ujian lainnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang teguh dalam mempertahankan pendirian sejak jaman jahiliyah.
Suatu ketika di perang Uhud, barisan kaum muslimin berantakan meninggalkan Rosululloh . Tak tersisa di sekeliling beliau kecuali 11 orang Anshor dan Tholhah bin ‘Ubaidillah dari Muhajirin. Rosululloh naik ke arah gunung bersama pengawal-pengawalnya yang kala itu dikejar oleh sekelompok musyrikin yang ingin membunuh Beliau . Beliau berkata, "Siapa yang berani melawan mereka dia akan menjadi temanku kelak di surga." Spontan Tholhah angkat suara, "Saya, wahai Rosululloh." "Tidak! Jangan engkau! Engkau harus tetap di tempatmu," jawab Rosululloh. Lalu seorang Anshor mengajukan diri, "Aku, wahai Rosululloh." "Ya, majulah," kata Rosululloh . Sahabat Anshor tersebut berusaha menahan gerak maju kelompok musyrikin, sementara Rosululloh terus naik. Pertempuran yang tidak seimbang itu telah mengantarkannya menemui kesyahidan. Demikian seterusnya, setiap kali Rosululloh meminta para sahabat untuk melawan orang-orang kafir itu, selalu Tholhah mengajukan pertama kali. Tetapi, senantiasa ditahan Rosululloh dan diperintahkan tetap di tempat sampai sebelas prajurit Anshor itu gugur menemui syahid dan tinggal Tholhah sendiri bersama Rosululloh . Karena musyrikin terus mengejar, maka Rosululloh berkata, "Sekarang engkau, wahai Tholhah". Saat itu gigi taring Rosululloh telah patah, bibir dan dahinya sobek, sedangkan darah mengucur dari muka beliau yang mulia. Beliau merasa kelelahan, maka Tholhah harus berjuang mati-matian. Dia lawan siapa saja yang mendekat sambil memapah Rosululloh dan bergerak mendaki. Di tempat yang dirasa aman, dibaringkannya Rosululloh di tanah, kemudian dia sendiri kembali menghadapi musuh-musuh yang datang. Begitu terus sampai dapat menewaskan beberapa musyrikin dan musuh menjauh.

Abu Bakar mengisahkan, “Pada waktu itu aku dan Abu ‘Ubaidah al-Jarroh jauh dari Rosululloh . Kami segera mendekat untuk merawat, tetapi beliau menolak. Kata beliau, “Tinggalkan aku. Tolonglah kawan kalian itu”, sambil memberi isyarat ke arah Tholhah”. Keduanya bergegas mencari Tholhah. Ketika ditemukan, Tholhah dalam keadaan pingsan. Badannya berlumur darah segar. Tak kurang tujuh puluh sembilan luka bekas tebasan pedang, tusukan lembing, dan lemparan anak panah memenuhi tubuhnya. Pergelangan tangannya putus sebelah, dia terjatuh ke dalam sebuah lubang dan tak sadarkan diri. Mereka mengira Tholhah telah gugur. Ternyata masih hidup. Karena itulah dia diberi gelar “Asy-Syahidul Hayy”, atau syahid yang masih hidup. Gelar itu diberikan Rosululloh melalui sabdanya: “Siapa yang ingin melihat orang yang berjalan di muka bumi padahal seharusnya dia sudah meninggal, lihatlah Tholhah putra ‘Ubaidillah”. Sejak saat itu, jika ada orang membicarakan perang Uhud di hadapan Abu Bakar, Abu Bakar selalu menyahut, “Perang hari itu adalah peperangan milik Tholhah sepenuhnya”. 
Tholhah wafat pada tahun 36 Hijriyah di usianya ke-60 tahun pada masa kekholifahan Ali bin Abi Thalib , dan dikubur di suatu tempat dekat padang rumput di Bashro.
Selamat jalan wahai pejuang sejati. Sebuah tinta emas telah engkau torehkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu meneladani sifat dan perjuanganmu.

Sabtu, 24 Maret 2012

.:: BEBERAPA SYUBHAT DARI GOLONGAN YANG MEMBOLEHKAN SIHIR

A. Ini Bukan Sihir Tapi Ilmu Hikmah.

Di antara alasan atau dalih yang sering dipakai oleh para tukang sihir dan dukun untuk membenarkan prakteknya adalah, “Kami tidak menggunakan sihir, tetapi ilmu hikmah yang digali dari al-Qur’an, atau diwarisi dari para wali. Jadi, ilmu kami ini dari para wali, bukan dari setan.”

Jawabannya: Untuk menilai suatu perbuatan itu benar atau tidak, harus dikembalikan kepada kedua sumber hukum Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Tidak cukup klaim atau dakwaan semata. Hal ini karena Alloh telah berfirman:

“Katakanlah: ‘Tunjukkanlah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang yang benar.” (QS. al-Baqoroh [2]: 111)

Kita patut bertanya, ayat al-Qur’an mana yang mengajarkan kepada mereka mantera-mantera yang tidak jelas maknanya itu? Kemudian, kenapa Rosululloh sebagai Nabi dan manusia yang paling memahami tentang al-Qur’an tidak mengetahui tentang hikmah yang mereka maksudkan itu? Juga para sahabat beliau yang ahli dalam masalah al-Qur’an, kenapa tidak ada satupun di antara mereka yang berhasil menggali hikmah tersebut? Apakah para tukang sihir itu lebih mengetahui tentang kandungan al-Qur’an, isi dan rahasia-rahasianya daripada Rosululloh dan para sahabatnya ?

Waliyyullah adalah hamba-hamba Alloh yang beriman dan selalu bertakwa. Sebagaimana Alloh berfirman:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus [10]: 62-63)

Terkadang para waliyullah tersebut mendapat karamah dari Alloh . Akan tetapi karamah tersebut tidak bisa dipelajari menjadi suatu ilmu tersendiri apalagi diwarisi secara turun-temurun atau melalui belajar-mengajar. Kemudian, para waliyyullah itu tidak pernah mewariskan suatu ilmu yang ber-beda dengan syariat Rosululloh . Justru mereka mendapatkan karamah itu ber-kat ittiba’ mereka yang sungguh-sungguh terhadap syariat Rosululloh .


B. Jin Islam Sebagai Khodam (Pelayan).

Sebagian tukang sihir yang durjana berkata, “Para jin yang melayani kami adalah jin Islam, bukan jin kafir. Sedangkan para ulama mengatakan boleh meminta pertolongan dalam hal-hal yang baik kepada jin Islam.”

Sebagian lagi berdalih, “Kami mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman. Bukankah para jin Islam menjadi khodam (pelayan) beliau?”

Jawabannya: Pernyataan di atas (yaitu para ulama membolehkan meminta pertolongan kepada jin Islam) adalah suatu klaim yang tidak memiliki argumen. Bahkan seluruh ulama Ahlus Sunnah telah sepakat, barangsiapa yang meminta pertolongan kepada jin, maka ia telah terjatuh ke dalam kesyirikan. Alloh telah berfirman –mengutip perkataan sebagian jin-:

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. al-Jin [72]: 6)

Isti’anah kepada Dzat yang ghaib adalah satu bentuk ibadah. Ia tidak boleh ditujukan kecuali kepada Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Adapun apa yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman maka itu adalah mukjizat dari Alloh kepadanya, yang hal ini tidak bisa ditiru atau dipelajari. Alloh berfirman tentang karunia-Nya kepada Nabi Sulaiman :

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendaki-Nya. Dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami; maka berikan-lah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tanpa pertanggungjawaban. Dan sesungguhnya Dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (QS. Shod [38]: 36-40)

C. Sihir Putih dan Sihir Hitam.

Sebagian tukang sihir berkata, “Bukankah sihir itu ada dua macam? Sihir putih dan sihir hitam.” Sihir putih adalah sihir yang digunakan dalam rangka kebaikan, tolong menolong, membantu orang yang kesusahan dan mengobati orang yang sakit (seperti sihirnya Harry Potter dan Putri Nirmala).

Sedangkan sihir hitam adalah sihir yang digunakan untuk menebar permu-suhan dan kejahatan, mencelakakan orang, bahkan membunuhnya (seperti ilmu teluh). Sihir hitam seperti ini jelas terlarang dan haram karena hanya menimbulkan mudharat dan kerusakan.

Adapun sihir putih, maka tidak dilarang karena ia menjadi sarana kebaikan dan untuk menolong orang.

Jawabannya:

1. Para sahabat Nabi yang mulia tidak pernah mengenal ada istilah sihir putih. Tidak juga para tabi’in atau para imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad bin Hambal). Ketika mengharam-kan sihir, mereka para ulama tidak pernah mengecualikan jenis tertentu. Sebenarnya para dukun itu tidaklah mengikuti kecuali madzhab para setan.

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan...” (QS. al-Baqoroh [2]: 102)

2. Mengelabui manusia dengan istilah-istilah yang menawan adalah salah satu langkah dari langkah-langkah setan.

“Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. al-An’am [6]: 112)

D. Khodam Asma’ul Husna atau Kasiat Asma’ul Husna.

Sebagian tukang sihir dan dukun ada yang berdalih, “Kami sama sekali tidak meminta pertolongan kepada setan atau jin, tetapi kami meminta pertolongan kepada khodam asma’ul husna. Bukankah setiap isim (nama) dari asma’ul husna itu memiliki khodam? Nah, khodam itulah yang kami panggil dan kami mintai pertolongannya. Pada hakikatnya, kami meminta pertolongan kepada Alloh lewat asma’ul husna-Nya (nama-nama-Nya yang Maha Indah). Ini adalah tawassul dengan asma’ul husna. Bukankah Alloh berfirman:

“Hanya milik Alloh asma’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma’ul husna itu….” (QS. al-A’rof [7]: 180)

Jawabannya:

Ada sebuah pertanyaan yang disampaikan kepada Lajnah Daimah lil Ifta (Komisi Tetap untuk Pemberian Fatwa) di Kerajaan Arab Saudi. Bunyi pertanyaan itu sebagai berikut, “Apakah seorang Muslim diperkenankan untuk memanggil khodam asma’ul husna dalam doanya, ‘Wahai pelayan khodam asma’ul husna bersegeralah kamu untuk menunaikan hajatku?”

Mereka menjawab/Lajnah menjawab: Memanggil khodam asma’ul husna untuk menunaikan hajat adalah syirik, sebab hal itu sama dengan memanggil selain Alloh yakni para khodam yang tidak dilihat atau yang masih diragukan keberadaannya. Kami tidak mengetahui dalil tentang keberadaannya.

Alloh berfirman:

“Dan barangsiapa yang menyeru Ilah (sesembahan) yang lain di samping Alloh, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesung-guhnya perhitungannya di sisi Robbnya. Sesungguhnya tiada akan beruntung orang-orang yang kafir itu.” (QS. al-Mu’minun [23]: 117)

.:: BAHAYA SIHIR

Alloh adalah Robbul’alamin, Dia Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya. Tidaklah Dia memerintahkan sesuatu kecuali terdapat maslahat yang besar padanya dan tidak pula mengharamkan sesuatu kecuali terdapat bahaya yang besar di dalamnya. Di antara hal-hal yang diharamkan Alloh adalah mempelajari dan mempraktekkan ilmu sihir. Di antara bahaya sihir adalah:

1. Membatalkan Keislaman Seseorang.

Sihir pada hakikatnya merupakan satu amal perbuatan untuk mendekatkan diri kepada setan, karena pengaruh sihir tidak akan terjadi kecuali tukang sihir melakukan praktek-praktek dan ritual kufur.
Alloh berfirman:
“Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqoroh [2]:102)

2. Sihir Disejajarkan Dengan Kesyirikan.

Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh :
(( اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ، قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ الله إلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ ))
“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan, (para sahabat) berkata: “Apakah itu wahai Rosululloh?” Rosululloh, bersabda: “Syirik kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali dengan haknya, memakan harta yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang dan menuduh wanita Mukminah yang baik-baik saat ia lalai (tidak sadar).” (HR. Bukhori, 5/294, Muslim no. 89 dari shahabat Abu Hurairah).

Kesyirikan sihir muncul pada dua sisi:
Pertama, sihir mempergunakan setan, bergantung kepadanya, mendekatkan diri dengan segala apa yang mereka inginkan agar mereka berkhidmat kepada tukang sihir. Dan sihir ini termasuk ilmu yang diajarkan oleh setan sebagaimana firman Alloh di atas.

“Akan tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqoroh [2]: 102)

Kedua, di dalam sihir terdapat pengakuan mengetahui perkara ghaib sebagai wujud menyekutukan Alloh, dan ini termasuk dari kekufuran dan kesesatan.

‘Aisyah berkata: “Barangsiapa menyangka bahwa Rosululloh bisa memberi tahu apa yang bakal terjadi besok pagi, maka ia benar-benar telah berdusta besar kepada Alloh karena Alloh telah berfirman:

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Alloh”, dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan.” (QS. an-Naml [27]: 65)

Bahaya sihir terhadap pribadi:
· Awalnya membuat seseorang sakit dan menjadikan terbaring di tempat tidur. Terkadang sakitnya menjadi sebab ia terbunuh, gila atau semisalnya.
· Bisa juga sakitnya tersebut menjadi sebab ia pergi dari tempat tinggalnya, keluarga dan rumahnya, sehingga berkeliaran di jalan-jalan.
· Sihir tersebut membawa kepada permusuhan keluarga, sehingga akan terjadi permusuhan antara suami istri meski hanya dengan sebab yang sangat remeh.
· Terkadang sihir bisa membawa kepada kegagalan siswa dalam studinya.
· Perbuatan sihir menghantarkan manusia terjatuh ke dalam perkara-perkara yang dilarang agama.
· Sihir menyusupkan banyak perasaan was-was dalam kehidupan seseorang, sehingga ia tidak lurus dalam suatu keadaan dan tidak pernah tenang.
· Sihir menanamkan keragu-raguan antara seseorang dengan anggota keluarganya, baik terhadap anak-anak ataupun istrinya.

Bahaya sihir terhadap kehidupan bermasyarakat:
· Sihir menumbuhkan permusuhan dan kebencian di antara individu-individu masyarakat, dan juga menimbulkan kedengkian serta hasad.
· Sihir menanamkan keragu-raguan dan kerancuan di antara anggota masyarakat.
· Sihir membawa pada tindakan balas dendam dengan menggunakan segala cara yang bisa dilakukan, terlebih jika yang disihir mengetahui siapa pelakunya.
· Sihir merubah kondisi yang aman, tenang dan akhlak yang terpuji menjadi takut, goncang dan menyukai tindak kejahatan.
· Sihir menebar kehinaan di antara anggota masyarakat.
· Sihir melemahkan eksistensi umat dalam bertawakal kepada Robbul ’alamin dan mengurangi kesempurnaan keyakinan kepada-Nya.
· Sihir mengubah masyarakat Muslim yang tadinya menjaga agama dan kehormatannya menjadi masyarakat yang terjatuh pada perbuatan syirik, sehingga terjadi kehancuran dan kebinasaan.

Ringkasnya, perbuatan sihir merupakan penyakit paling berbahaya yang menjangkiti masyarakat, sehingga merusak bangunan dan merobohkan sendi-sendinya. Dengan sebab sihir tersebut tersebarlah permusuhan, penodaan kehormatan, terbunuhnya orang-orang yang baik, dicurinya harta benda, belum lagi dalam perbuatan tersebut mengandung syirik kepada Alloh dan kufur kepada-Nya. Akhirnya, masyarakat tersebut menjadi kehilangan tujuan agung dan cita-cita mulianya.

.:: HUKUM SIHIR DAN SANKSI BAGI PELAKUNYA

Berdasarkan ayat dan hadits yang dijadikan landasan hukum dalam membicarakan sihir dan hal-hal yang terkait dengannya, ada beberapa point yang akan mengantarkan kita pada kesimpulan atas hukum sihir itu sendiri. Di antara point tersebut adalah:

1. Penafian (penolakan) adanya kekufuran dalam diri Nabi Sulaiman yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi dan ulama-ulamanya menunjukkan bahwa sihir adalah tindak kekufuran.
2. Pernyataan Malaikat yang Alloh abadikan dalam al-Qur’an ketika ada orang-orang yang ingin mempelajari sihir; “Sesungguhnya kami adalah fitnah (ujian) maka dari itu janganlah kamu kafir. ”Merupakan peringatan yang sangat keras akan bahaya sihir yang sangat besar; karena jika dosa ini dilakukan oleh seseorang maka ia akan menjadi kafir.
3. Ketika sihir diyakini oleh para tukang sihir mampu mendatangkan efek tertentu dengan sendirinya, maka sihir ini akan mengantarkan mereka ke gerbang kesyirikan yang merupakan dosa terbesar.
4. Sihir telah Alloh nyatakan sebagai sesuatu yang berbahaya dan tidak memberikan manfaat apapun; bahkan Alloh telah menafikan adanya bagian keuntungan bagi para pelaku sihir di akherat.
5. Syekh asy-Syinqithi menyatakan dalam menafsirkan ayat ke 69 dari surat Thaha: “Firman Alloh dalam ayat yang mulia ini menunjukkan keumuman penafian atau peniadaan seluruh bentuk ‘kebahagiaan’ bagi tukang sihir. Hal itu diperkuat dengan keumuman tempat yang Alloh sebutkan dalam firman-Nya: “Dari mana saja ia datang”; dan ini dalil atas kekufurannya. Karena ‘kebahagiaan’ tidak dinafikan secara total dengan peniadaan yang bersifat umum kecuali dari orang-orang yang sama sekali tidak memiliki kebaikan, yaitu orang kafir.”

6. Ketika Rosululloh menyebutkan tujuh hal yang membinasakan, beliau menyebutkan di dalamnya sihir yang menunjukkan bahwa sihir merupa-kan hal yang sangat berbahaya bagi seseorang dan dapat membinasakannya.

Adapun sanksi bagi para pelaku sihir adalah dibunuh; hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan yang lainnya dari Jundub bahwa Rosululloh bersabda:
 (( حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ ))
“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang.” (HR. Tirmidzi; beliau berkata: Hadits ini tidak diketahui kemarfu'annya kecuali dari jalur ini….(sampai perkataan beliau)…dan yang benar dari riwayat Jundub adalah mauquf. Dan hadits ini diamalkan oleh sebagian ulama dari sahabat Nabi dan yang lainnya dan ini merupakan pendapat Malik bin Anas )

Diriwayatkan bahwa ‘Utsman bin ‘Affan termasuk orang yang membunuh tukang sihir, dan juga Ibnu ‘Umar, Abi Musa, Qais bin Sa’d , dan sebagaimana diriwayatkan pula dari tujuh orang tabi’in yang di antaranya adalah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz . ('Abdul Rahman bin Hasan bin Muhammad bin 'Abdul Wahhab, Fathu al-Majid li-Syarhi Kitab at-Tauhid, Dar Ibnu Hazm, Beirut, Cet. I, 1999, hal. 258)

.:: MACAM-MACAM SIHIR

1. Sihir Pemisah.

Yang dimaksud dengan sihir pemisah adalah sihir yang ditujukan untuk memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai. Juga termasuk ke dalam sihir ini adalah sihir yang ditujukan untuk membuat permusuhan dan kebencian di antara dua orang sahabat atau kerabat dekat. Jenis sihir ini telah disebutkan dalam al-Qur’an.

Alloh berfirman:
“Maka mereka mempelajari dari keduanya sihir yang dengannya mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya.” (QS. al-Baqoroh [2]: 102)

Pekerjaan menceraikan antara pasangan suami istri adalah pekerjaan yang paling dicintai dan dikagumi oleh iblis, raja para setan.

2. Sihir Mahabbah (Penarik Cinta/Pelet).

Tentang ini Rosululloh pernah bersabda:

(( إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ ))
“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan tiwalah (pelet) adalah kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim; dishahihkan oleh al-Albani)


3. Sihir Takhyil (Mengelabui Pandangan), Sirep atau Aji Halimunan.

Tentang sihir jenis ini pernah dialami oleh Nabi Musa dan Harun ketika menghadapi para tukang sihir Fir’aun. Para tukang sihir itu menggunakan sihir jenis ini untuk menakut-nakuti kedua Nabi yang mulia itu. Sebagaimana Alloh berfirman di QS. al-A’rof [7]: 115-118.

4. Sihir Pembuat Gila.

Sihir ini berpengaruh membuat seseorang menjadi seperti gila atau kurang waras. Di antara pengaruhnya adalah seorang bepergian tanpa tujuan, linglung dan sangat pelupa. Terkadang dia berbicara nyerocos (tidak beraturan), terkadang matanya menatap kosong dan tanpa makna. Terkadang tidak bisa langgeng dalam mengerjakan sesuatu, terkadang seseorang tidak tahu kemana dia harus pergi dan terkadang tidur di tempat-tempat terpencil.

5. Sihir Pembuat Kelesuan.

Sihir jenis ini bisa berpengaruh membuat seseorang yang tadinya normal dan energik menjadi suka menyendiri dan tertutup, terkadang pusing terus menerus tanpa sebab yang jelas dan terkadang diam dan tampak lesu.

6. Sihir Suara Panggilan.

Sihir jenis ini di antara pengaruhnya adalah membuat seseorang melihat mimpi-mimpi yang menyeramkan atau panggilan-panggilan yang menakutkan.

7. Sihir Pembawa Penyakit.

Ada banyak macam penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sihir jenis ini. Diantaranya adalah:
· Sakit terus-menerus pada salah satu anggota tubuh.
· Urat-urat menjadi kejang.
· Lumpuh pada salah satu anggota tubuh (mati rasa atau mati sebelah).
· Lumpuh total (mati suri).
· Tidak berfungsinya salah satu indera.
· Dan gejala-gejala lainnya.

Satu hal yang harus diketahui, bahwa sihir ini tidak akan menimbulkan pengaruh kecuali dengan takdir Alloh . Jadi, jangan disangka bahwa sihir bisa menyebabkan seseorang sakit terlepas dari takdir Alloh . Dan para tukang sihir tidak mampu menimbulkan mudharat atau bencana kecuali dengan izin Alloh semata.

8. Sihir Pendarahan.

Sihir jenis ini hanya terjadi pada kaum wanita saja. Dalam sihir ini, tukang sihir menyuruh kepada jin untuk merasuk ke dalam tubuh seorang wanita yang disihirnya seraya memberikan tugas untuk mengeluarkan darah. Kemudian jin itu masuk ke dalam tubuh wanita dan berjalan melalui urat-uratnya dalam aliran darah.

Rosululloh bersabda:
(( إِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنَ الشَّيْطَانِ ))
“Sesungguhnya istihadhah itu adalah hentakan dari setan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Bukhori)

9. Sihir Penghalang Pernikahan.

Sihir ini terjadi karena seorang yang dengki lagi penuh tipu daya datang kepada seorang tukang sihir yang jahat lalu meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan.

Setelah itu ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh setan:
· Masuk ke dalam tubuh wanita itu lalu membuatnya merasa tidak cinta dan tidak suka kepada setiap lelaki yang datang melamarnya, atau
· Setan melancarkan sihir dengan cara mengelabui pandangan laki-laki yang melihat wanita itu sehingga setiap laki-laki yang datang melamar wanita tersebut akan melihat bahwa wanita itu jelek rupanya dan tidak menarik penampilannya.

10. Sihir Untuk Melepas Sihir (Nusyrah).

Sihir jenis ini dilakukan oleh tukang sihir atas permintaan keluarga atau kerabat orang yang terkena sihir. Setelah itu tukang sihir akan meminta kepada setannya untuk mengusir atau menghadapi setan lain yang meng-ganggu orang yang sakit tadi.

ARSIP HASMI SOLO