Kesalahan Fatal;
Mengebiri Hadits demi Membela Kafirin
Keberanian mengebiri Hadits demi kepentingan kafirin
dan tanpa dasar ini mengandung beberapa kesalahan sangat fatal :
1.
Membuat syari’at baru. Padahal hal ini jelas sangat dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang
mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada
ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan
sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.” (QS.
As-Syuuro [42]: 21).
2.
Tidak
rela dengan hukum yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wasallam. Padahal dalam hal ini pun Allah subhanahu wata’ala telah memberikan penjelasan yang sangat lugas pula.
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka
tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan,
dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisaa’ [4]: 65)
3.
Mengubah
pengertian hadits-hadits yang sifatnya mutlak (tidak terikat) dijadikan
muqoyyad (terikat) tanpa alasan yang benar.
4.
Kalau dalam
hal waris NM cs melakukan “pencekalan” terhadap hadits-hadits
yang sifatnya mutlak dijadikan muqoyyad (terikat) sebaliknya NM cs tidak malu-malu pula untuk
melakukan hal yang sebaliknya. Yaitu dalam hal “mengesahkan” agama-agama Yahudi dan Nasrani, Nurcholish Madjid cs terhadap ayat (QS. Al-Baqarah: 62 dan
Al-Maaidah: 69) justru
berbalik pula, ayat yang sebenarnya mengandung pengertian diterimanya pemeluk
agama Yahudi, Nasrani, dan Shobi’in secara terbatas di waktu agama mereka masih
murni belum diganti dan belum dinasakh/ dihapus oleh Rasul yang baru, oleh Nurcholish Madjid cs masih dianggap sebagai agama yang selamat
hingga kini sebagaimana Islam. Padahal di dalam al-Qur’an, orang-orang Ahli Kitab itu adalah
termasuk orang-orang kafir (lihat: QS. Al-Bayyinah: 6, dan Allah subhanahu wata’ala memerintahkan umat Islam untuk memerangi mereka, lihat: QS
At-Taubah: 29).
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik
(akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk
makhluk.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula)
kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan
oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama
Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai
mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS.
At-Taubah: 29)
Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang tidak mengimani
Nabi Muhammad saw (dengan segala ajarannya) menurut Al-Qur’an adalah kafir,
masuk neraka Jahannam selama-lamanya, dan seburuk-buruk makhluk. Alloh
subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab
dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di
dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)
dan Alloh ta’ala juga
telah memerintahkan kepada kita untuk memerangi mereka, (lihat: QS. At-Taubah: 29). Sedang menurut Hadits Nabi shollalohu ‘alayhi wasallam Riwayat Muslim mereka (yahudi & nashsrani) adalah (calon-calon) penghuni neraka (bukan sekadar
masuk neraka, tetapi min ash-haabin naar, termasuk penghuni-penghuni
neraka, tetap abadi).
Riwayat dari Abi Hurairah dari Rasulullah shollallohu ‘alayhi wasallam, bahwasanya beliau bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di
tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik ia Yahudi ataupun Nasrani
yang mendengar kepadaku kemudian ia mati dan tidak beriman dengan apa yang aku
diutus dengannya kecuali dia termasuk penghuni-penghuni neraka.” (HR Muslim)
Maka jelaslah Nurcholish
Madjid cs itu hanya
membalik-balikkan pengertian dengan menyembunyikan ayat-ayat dan hadits-hadits,
bahkan dengan
sembrononya mereka memutar
balikkan pengertian ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi shollallohu ‘alayhi wasallam.
“Ya
Allah,, lindungilah kami dan umat Islam dari bahaya
perancuan yang sangat menyesatkan ini..” Aamiin !!