Jumat, 28 Desember 2012

.:: Ikutilah…! Lomba Pidato Pelajar Tingkat SMA.

Lomba Pidato Pelajar Tingkat SMA
Ikutilah Lomba Pidato Pelajar..!!! dan Dapatkan Hadiah Jutaan Rupiah…!!!
——————————————————————————————————
Juara 1 = 5 Juta
Juara 2 = 3 Juta
Juara 3 = 2 Juta

Dengan Syarat :
- Laki-Laki
- Kelas 3 SLTA/Sederajat.

Waktu :
- Tgl : 10 Maret 2013

Tempat :
- Kampus PBA Bogor

Cara Pendaftaran :
Nama#Asal Sekolah#Asal Kota#Lomba Pidato kirim ke : 0853-1213-1485

Info Selanjutnya, Hubungi :
Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc di nomor : 0853-1213-1485
Lomba Pidato Pelajar di PBA

Rabu, 12 Desember 2012

.:: HASMI Gelar Dauroh Buku “DINUL ISLAM” dan Stadium Tasyji’ Da’wi.

Pada Ahad 9 Desember, Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI) menyelenggarakan Dauroh Buku Dinul Islam & Stadium Tasyji’ Da’wi di masjid Ali bin Abi Thalib. Para peserta dauroh yang berasal dari pengurus DPK dan DPC se-JABODETABEK mulai berdatangan semenjak Sabtu malam.
Sebanyak lebih dari 300 peserta yang berasal dari JABODETABEK ditambah beberapa kota lainnya, mengikuti dauroh yang diadakan di masjid kantor pusat HASMI dari mulai pukul 08.00 sampai dengan menjelang maghrib. Buku Dinul Islam yang disusun oleh HASMI tersebut dipaparkan secara bergiliran oleh Ustadz Muhammad Haidar, S.Pd.I, Ustadz Abdul Wahid, Lc dan Ustadz Supendi. Sementara di bagian akhir, Ustadz Abdul Karim Al-Katsiri mengisi sesi tanya jawab tentang materi buku Dinul Islam.
Dewan Dakwah Struktural (DDS) HASMI sebagai penyelenggara dauroh mengharapkan agar penyelenggaraan dauroh buku Dinul Islam dapat memberikan bekal dakwah bagi anggota dan pengurus struktural DPK dan DPC dalam menghadapi tantangan dakwah yang sangat besar di masa ini.
Menurut ketua Dewan Dakwah Struktural HASMI; Ustadz Muhammad Haidar, S.Pd.I, penting bagi da’i-da’I HASMI untuk meningkatkan mutu ilmiyyah yang bermanhajkan Ahlus sunnah wal jama’ah serta merekatkan ukhuwah antar da’I yang berlandaskan aqidah yang kuat.
“Dengan diadakannya dauroh buku Dinul Islam ini, kami berharap adanya peningkatan mutu ilmiyyah da’i-da’I ahlussunnah, peningkatan ukhuwah antar da’I untuk sinergitas dakwah dalam membentuk masyarakat Islami. Kami juga berharap akan banyak lahir da’i-da’I yang memiliki aqidah dan manhaj yang shahih dimasa yang akan datang” demikian ujar ustadz Muhammad Haidar
Peserta dauroh sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, mereka silih berganti bertanya kepada Ustadz Abdul Karim Al-Katsiri terkait dengan materi yang ada dalam buku Dinul Islam.
“Acara ini kalau bisa diagendakan lagi, karena penting untuk temen-temen yang ada di daerah untuk menambah keilmiyyahan mereka” kata Sudarman yang merupakan salah satu peserta dauroh dari Bekasi.


.:: Waspada, ORMAS GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara) Sesat Menyesatkan.

GAFATAR Adalah Suatu Komunitas pengganti KOMAR(Komunitas Millah Abraham),yang sudah lama dibubarkan karena sesat oleh MUI Depok beberapa Tahun yang Lalu. Doktrin merek
a adalah Bahwa Islam adalah DIEN, bukan Agama, lalu ormas sesat ini akan mengajarkan tujuh sistem Islam kepada para pengikutnya.

Mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa Shaum itu TIDAK Berguna (tidak berfaidah). Mereka mengatakan bahwa ibadah yang kita kerjakan seperti Shalat, Shaum, Zakat, Ibadah Haji dan lainnya hanya akan sia-sia belaka selama ke tujuh sistem tersebut belum diterapkan di Indonesia.

Salah satu mantan anggota GAFATAR yang merupakan sekretaris GAFATAR DPL 1 Sumedang menyatakan bahwa ormas GAFATAR tidak mempercayai hadits Nabi dan mengganti ucapan ‘Assalamualaikum’ dengan ‘damai sejahtera’. Adian Husaini pun angkat bicara dengan mengatakan bahwa GAFATAR merupakan penjelmaan baru dari Al Qiyadah Al Islamiyah yang dulu dipimpin oleh Ahmad Mushadeq.

Untuk menjadi anggota GAFATAR atau masuk kedalam organisasi ini, maka Anda harus mengucapkan beberapa sumpah berikut ini :

Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Saya Berjanji
1. Saya menyatakan janji ini kepada Allah disaksikan oleh penyampai risalah Allah yang bertanggung jawab (Ulangan 29:9-13)
2. Saya menyatakan janji ini secara sadar dan sungguh-sungguh ikhlas tiada paksaan dari siapapun juga (1 Petrus 5:1-3)
3. Saya menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala bentuk pengabdian selain kepada Allah dan sanggup mengemban tugas sebagai penyampai risalah Allah untuk mengajak manusia menegakkan jalan kebenaran di bumi allah (Yohanes 15:1-17, Matius 10:5-8, Matius 12:17-21)
4. Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta dan tidak akan berbuat durhaka terhadap ajaran Allah. (Keluaran 20:1-17)
5. Saya siap menerima bimbingan dari penyampai firman Allah yang menjadi Pembina saya. (Kisah Para Rasul 8:30-31)
6. Kiranya Allah membenarkan janji yang saya nyatakan ini, serta membimbing saya menjadi ummat yang diberkati-Nya (Matius 9:35-38)
7. Segala puji bagi Allah, Tuan Semesta Allam, Allah Abraham. (Matius 22:32, Kejadian 13:14, Kejadian 17:1-8, 15-21, Matius 3:9-10).
*Masih banyak lagi point-pointnya, penulis tidak bisa mencantumkan semuanya

Untuk membaca tulisan asli dari sekretaris GAFATAR DPL 1 Sumedang yang bertaubat, silahkan klik; >>>

HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan

Senin, 03 Desember 2012

.:: Duta-Duta Setan Berparas “Bidadari".


“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”(QS. Luqman [31]: 6).


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas  bahwa ayat ini diturunkan ber-hubungan dengan Nadar bin Haris. Ia membeli seorang hamba wanita yang bekerja sebagai penyanyi. Ia menyuruh wanita itu bernyanyi untuk orang yang hendak masuk Islam. Ia berkata kepadanya: “Berilah ia makanan, minuman dan nyanyian”. Kemudian ia berkata kepada orang yang akan masuk Islam itu: “Ini adalah lebih baik dari yang diserukan Muhammad kepadamu, yaitu sholat, puasa dan berperang membantunya”.
Tidak salah rasanya jika kita memuat “Duta-Duta Setan Berparas Cantik” sebagai judul artikel kali ini, karena sebagaimana yang dituturkan Ibnu ‘Abbas mengenai sebab diturunkannya surat Luqman ayat ke-6 di atas, kita semakin tahu dan yakin, bahwa di antara manusia itu ternyata ada yang tidak mengindahkan perkataan-perkataan bermanfaat yang sejatinya dapat meng-upgrade keyakinan mereka kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya. Mereka lebih enjoy mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, dan mereka dengan suka rela menyampai-kan khurofat-khurofat, dongengan-dongengan orang purbakala, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan Nadar bin Haris demi menghalangi manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka layaknya duta-duta setan yang mendapat amanah untuk menghalau manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik disadari ataupun tidak.
Nah, dari sinilah kita melihat, bahwa ternyata di antara manusia yang dengan sukarela mau menjadi bagian duta-duta setan itu datang dari para wanita beraparas cantik yang seringkali muncul di media massa sebagai icon dari bangsa tertentu. Ya, merekalah yang secara lokal kita kenal dengan Ratu Kecantikan atau secara global diju-luki dengan Miss Universe.
Kita tidak akan terlalu jauh untuk membahas tentang sejarah atau tek tek bengek apapun yang berkaitan dengan para wanita yang kecantikannya sering diibaratkan oleh penggemarnya bak bidadari ini. Yang kita coba uraikan di sini, walau secara singkat adalah tentang sepak terjang mereka yang sering digembar-gemborkan tanpa bukti namun sekaligus diyakini dapat mengharumkan suatu bangsa, yang padahal, tanpa disadari mereka telah menjadi duta setan di dalam misinya menghalau manusia dari jalan kebenaran.
Di dalam tujuan, sekaligus sepak terjangnya, secara langsung sebenar-nya para wanita ini bertugas menjadi duta pariwisata, budaya dan sosial di dalam negerinya tersebut. Sampai di sini mungkin banyak yang memper-tanyakan, “Apanya yang salah, toh justru baik dengan dia menjadi duta-duta tersebut… sehingga pariwisata, budaya dan sosial bangsa ini menjadi lebih terkenal dan baik di mata internasional…???”
Begitulah memang jika suatu pemahaman hanya ditimbang oleh hawa nafsu belaka dan akal yang sempit, tanpa mau memandang lebih jauh, terutama terhadap penodaan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala yang hanya akan menimbulkan bencana sehingga merugikan kita semua.
Cobalah tengok sejenak tentang arti di balik duta pariwisata misalkan..!! Pariwisata apa? … Oh, alangkah indahnya jika memang ada yang menjadi duta pariwisata, kemudian misalkan ketika memperkenalkan buah kelapa sebagai salah satu buah unggulan di daerah itu dia mengatakan, “SubhanAllah, inilah buah kelapa… Dari buah kelapa ini, kita mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Robb yang Maha Mencipta. Betapa tidak..?? Kelapa ini tertutup rapat, kulitnya tebal, batoknya keras, tidak ada celah yang memungkinkan angin atau air masuk ke dalamnya, tapi lihatlah di dalamnya, ada air yang sangat manis, nikmat dan mengandung banyak khasiat jika kita meminumnya… Subhanallah, ini semua tentu tidak akan dapat terjadi kecuali ada kekuasaan Robb Yang Maha Berilmu di dalamnya. Maka, kita harus bersyukur agar dilanggengkan dan ditambah nikmatnya ini”
Nah seharusnya seperti itu, dan begitupun ketika memperkenalkan penciptaan-penciptaan lainnya, dia perkenalkan itu sebagai rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi, mungkinkah se-perti itu?
Tidak..!! Bahkan yang kita saksikan adalah sebuah penolakan besar-besaran terhadap rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang begitu besar ini, dan mungkin jangan terlalu jauh, ter-hadap diri mereka sendiri, mereka anggap diri mereka seperti bukan bagian dari ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyangka tercipta atas kehendak alam, terjadi begitu saja. Kecantikan mereka, kepintaran mereka, semua tidak ada yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga, mau dipergunakan sekehen-dak mereka pun, atau mau ditutupi dengan hanya selembar kain yang dipamerkan di atas catwalk pun bukanlah urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, apalagi urusan kita.
Ya… Jika urusannya hanya sampai pada diri mereka sendiri, ya sudah, itu urusan mereka, kita hanya bisa menasehati, tetapi masalahnya ini duta, duta yang setiap pena siap meliak-liuk untuk melukiskan ucapan serta tingkah laku-nya. Padahal mereka bukanlah sekedar duta pariwisata, tetapi duta kekufuran atas nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala - Wal’iyadzubillah.
Selanjutnya juga hal yang lebih mengerikan dapat kita lihat ketika mereka menjadi duta kebudayaan. Kalau mau dihitung, ada ribuan budaya yang terdapat di negeri ini, tetapi kalau boleh dikategorikan, sebenarnya hanya ada dua, Islami atau non Islami. Yang non Islami jelas lebih banyak daripada yang Islami, dengan persentase mencapai 95% dan lebih didominasi oleh turunan kebudayaan Hindu dan Budha. Nah, di sinilah sang duta kita mem-baktikan dirinya.
Berpeluh-kesah menuntun manusia untuk mencintai dan menghargai kebudayaan negeri yang pada hakikatnya adalah budaya kekufuran warisan kaum paganis, dan ini bukan lagi sekedar kufur nikmat, tetapi kufur terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. La haula wa la quwwata illa billah. Lupa mereka dengan peringatan-Nya:
“Sungguh telah berlaku sunnah Allah (hukum Allah) maka berjalan-lah kalian di muka bumi dan lihatlah bagaimana akibat (perbuatan) orang-orang mendustakan ayat-ayat-Nya”. (QS. Ali ‘Imron [3]: 137).
Inilah hakikat sesungguhnya dari keberadaan para ratu kecantikan itu. Sebenarnya, memang terkesan “kejam” jika kita mengatakan mereka sebagai duta-duta setan, tetapi dari beberapa penjelasan singkat yang telah kita sam-paikan di atas adalah sangat mungkin jika mereka mendapat julukan seperti itu, karena dengan sadar ataupun tidak, mereka telah menjadi duta setan di dalam menghalau manusia dari kebenaran. Bahkan lebih jauh bisa kita lihat bagaimana mereka pada hakikatnya memiliki amanah ter-selubung yang disampaikan setan kepada mereka, yaitu agar menjadi duta pornografi dan pornoaksi. Hal ini sangat jelas dan tidak memerlukan penjelasan panjang lebar, kecuali bagi orang-orang yang terdapat zaig  (kemiringan)  di dalam hatinya.
Alhasil, kita semua patut ber-lindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari fitnah para duta-duta setan ini, dan kita berharap anak-anak keturunan kita mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Admin-HASMI).

Minggu, 02 Desember 2012

.:: Lima Kader dan Da’i HASMI Dinyatakan Lulus Ujian Thesis Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

logo uika
Ormas HASMI kembali mengukir prestasi gemilang. Lima orang kader dan da’i HASMI dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian tesis pada Program Studi Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor 2 November 2012 lalu. Mereka yang memberikan sumbangsih dalam geliat dakwah yang sedang digulirkan oleh HASMI adalah: Ust. Ali Maulida, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP HASMI dan Ketua Dewan Eksekutif Pendidikan), Ust. Udan Dimyati Ahmad, S.S., M.Pd.I. (anggota DPP dan Ketua Departemen Kaderisasi), Ust. Azzam Rumba Triana, S.Th.I., M.Pd.I. (Ketua Departemen Distribusi Buku), Ust. Ibrahim Bafadhal, S.H.I., M.Pd.I. (Konsultan Internal Bidang Acara di Radio FAJRI) dan Ust. Muhamad Priyatna, M.Pd.I. (Ketua Departemen Pendidikan Dasar Yayasan Islam Al Huda).
Setelah cukup lama berjibaku mengerahkan energi dalam melakukan penelitian ilmiah, akhirnya para asatidz dinyatakan lulus dalam ujian tesis masing-masing. Tema penelitian dalam tesis mereka terbilang cukup beragam, dan sangat penting bagi perkembangan dakwah secara umum, khususnya bagi program-program unggulan HASMI.
Ust. Ali Maulida mengambil tesis dengan judul Konsep Pendidikan Akhlak dalam Kitab Bulugh al-Maram. Dalam tesis tersebut, hadits-hadits pada kitab karya Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani ini dielaborasi secara komprehensif guna mendapatkan formulasi dan konsepsi pendidikan akhlak dalam kitab tersebut.
Adapun Ust. Udan Dimyati Ahmad mengambil penelitian lapangan terkait radio kesayangan dan kebanggaan umat Islam, FAJRI FM. Tesis beliau berjudul Konsep Pendidikan Keluarga Melalui Media Penyiaran Radio (Studi Kasus di Radio Fajri 99.3 FM). Ust. Ibrahim Bafadhal mengambil penelitian dengan bidang yang selama ini beliau geluti, Konsep Ahlul Bayt Menurut Syi’ah dan Ahlus Sunnah Serta Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak.
Tak ketinggalan, Ust. Azzam Rumba Triana melakukan library research dengan mengelaborasi karya-karya Imam Ibn Taymiyyah  dengan tesis berjudul Konsep Jihad Ibn Taymiyyah dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter. Sedangkan Ust. Muhamad Priyatna mengambil judul Konsep dan Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Berbasis Syariah (Studi Manajemen Pendidikan di STAI Al Hidayah Bogor).
Prestasi kelima asatidz ini mengikuti jejak tiga asatidz lain yang telah lebih dahulu menuntaskan studi di PPS UIKA Bogor, yaitu: Ust. Dr. Muhamad Sarbini, M.H.I (Ketua DPP HASMI), Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I (Anggota DPP dan Ketua Departemen Karya Ilmiah), dan Ust. Fachri Fachrudin, S.H.I, M.E.I (Ketua Departemen Pendidikan Menengah dan Tinggi Yayasan Islam Al Huda).
Tentu bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk menyelesaikan studi ditengah padatnya agenda dakwah mereka. Selain aktif menjadi pemateri tetap di Radio FAJRI, menjadi kontributor juga editor majalah INTISARI HASMI dan GERIMIS tak dilewatkan. Termasuk aktif menyambangi para mahasiswa yang mereka asuh di STAI Al Hidayah Bogor, baik pada Prodi Pendidikan Agama Islam (Jurusan Tarbiyah), Prodi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Jurusan Ushuludin), Prodi Ahwal Syakhshiyyah (Jurusan Syariah), maupun Prodi Perbankan Syariah. Selain juga tentunya rutinitas harian demi suksesnya program kerja dakwah dan pendidikan pada bidang masing-masing yang harus dikawal dengan baik.
 Motor penggerak putaran aktifitas dakwah mereka tentunya adalah niat yang tulus ikhlas demi memaksimalkan implementasi tujuan penciptaan setiap insan, yaitu ubudiyyah hanya kepada Allah . Selain itu, tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas abadi yang telah diamanahkan, yaitu mengayomi dan membimbing umat menjadi sosok-sosok manusia yang mewujudkan nilai-nilai penghambaan kepada Allah  dengan benar, juga menjadi pemacu semangat mereka.
Alhamdulillah, berbagai peluang dakwah kini terbuka luas. Orang yang beruntung tentu saja mereka yang dapat memanfaatkan berbagai peluang itu secara optimal dan maksimal. Tebar dakwah menjadi agenda rutin paling utama yang harus dikawal dengan baik. Tentunya hanya dakwah yang mengusung kemurnian Islam dan sesuai manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dilakukan secara terorganisir, termenej dengan baik, dengan format paling tepat, dengan skala prioritas dan realistis untuk dilakukan, serta bermuatan kebangkitan, dakwah seperti inilah yang akan mewujudkan kebangkitan sejati bagi manusia.
Terwujudnya nilai-nilai Islami dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat adalah bentuk nyata sebuah kebangkitan ruhani yang kita dambakan. Strategi dakwah dengan menjaga kedamaian dan tanpa kekerasan, menjadi sangat urgen untuk terus dikawal. Dengannya cahaya-cahaya hidayah dapat masuk ke dalam jiwa-jiwa manusia, dan menyelamatkan mereka dari aneka bentuk keterpurukan yang kini kian menggurita.
  Karena itulah, DPP HASMI selalu mendorong para kadernya untuk terus meningkatkan kualitas pribadi, dan berperan secara optimal dalam ladang dakwah yang terhampar luas. Umat menunggu uluran tangan dari para juru dakwah yang memiliki kepedulian, keseriusan dan rela berkorban dalam membimbing mereka ke jalan yang lurus.
Untuk mencapai hal itu semua pola kaderisasi terus digulirkan HASMI. Saat ini ada 15 kader HASMI yang sedang mengikuti studi S2; 3 orang mengambil Kajian Islam di UIN Jakarta, 1 orang di Prodi Magister Pendidikan Islam, 4 orang di Prodi Magister Manajemen, 6 orang Magister Ekonomi Islam UIKA Bogor dan 1 orang dari program Doktoral Pendidikan Islam di Kampus yang sama. Mereka semua rencana-Nya –insya Allah- akan menuntaskan studi di awal tahun depan. Di akhir Oktober lalu 26 orang kader juga telah menuntaskan studi S1 mereka pada Prodi Tafsir Hadits di STAI Al Hidayah, dan meraih gelar Sarjana Ushuluddin (S.Ud).
Semua prestasi ini tentu diharapkan dapat memacu semangat juang para kader, anggota, dan simpatisan HASMI untuk terus berkiprah di jalan dakwah lebih optimal. Semua harus ambil bagian, karena HASMI memang dari dan untuk semua…!! (Red/HASMI)

.:: Awas..!! Jangan Tertipu Dengan Lisan Dusta Hizbullah


BEIRUT-HASMI.org| Pada hari Senin (26/11), Sekjen Hizbullah; Hasan Nasrullah dalam pidatonya dihadapan warga Syi’ah yang merayakan hari Asyura telah mengatakan bahwa Negara Syi’ah Iran merupakan teman dan pendukung Negara Arab serta kaum muslimin.
“Hari demi hari, bertambah jelas bagi masyarakat Arab dan muslim bahwa Republik Islam Iran adalah teman Arab dan teman semua muslim serta pendukung masyarakat yang tertekan dan masyarakat yang wilayahnya diduduki,” Demikian kata Hassan Nasrallah seperti dilansir Press TV.
lebih lanjut dia mengatakan, “Hal itu jelas selama konfrontasi terakhir yang terjadi di Jalur Gaza dan sebelum itu di Libanon,”
Apa yang dikatakan oleh Hasan Nasrullah tidak sesuai fakta lapangan sama sekali, dalam beberapa informasi yang diliput oleh media elektronik ataupun media cetak, tidak pernah terdengar bahwa Iran mengirimkan bantuannya kepada warga Palestina yang telah dibombardir oleh zionis Israel hingga merenggut ribuan nyawa, padahal mereka konon mempunyai persenjataan yang canggih, tetapi untuk rezim Suriah yang beragama Syi’ah, Iran memberikan bantuan dengan mengirimkan pasukan perang dan intelejen plus dengan persenjataannya.
Duniapun mengetahui bahwa Mesir-lah yang selama ini banyak membantu kaum muslimin di Palestina, baik berupa pengiriman bantuan materil berupa makanan dan obatan-obatan maupun moril hingga terjadinya kesepakatan gencatan senjata.
Bualan Hasan Nasrullah yang mengatakan “Kita bergantung pada Republik Islam yang berani, penting dan percaya diri ini, yang tidak mempedulikan tekanan Presiden AS Barack Obama, ataupun ancaman-ancaman George Bush sebelum Obama,” pun hanya untuk menipu kaum muslimin demi menggaet simpati kaum muslimin dunia.
Iran dengan cadangan minyaknya sangat besar plus program pengembangan nuklirnya, seharusnya menarik minat Amerika untuk menginvasi negara itu, akan tetapi faktanya berkata lain; Amerika justru membantu Iran dengan menumbangkan rezim Saddam Husein yang selama ini merupakan ancaman Iran. Fakta lainnya; dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal, ternyata dibalik gerakan kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu, yang kemudian diketahui ternyata dananya hasil dari kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. (Red-HASMI)

Kamis, 15 November 2012

MIZAR (Minyak Zaitun Ruqiyah)

250ml2

Mizar Minyak Zaitun Ruqyah
Fenomena kesurupan jin dan syetan saat ini sudah pada tahap kondisi yang menghawatirkan, perdukunan dan belajar ilmu-ilmu syetan sudah merebak dimasyarakat. Solusi yang tepat adalah ruqyah syariah, ruqyah syariah yang sesuai dengan metode Rasulullah saw.
75Kapsul
Untuk mendukung ruqyah syariah sesuai sunnah, kami meluncurkan sebuah produk
sebagai solusi bagi umat.

Tersedia Dalam Bentuk Kapsul
Mizar adalah minyak zaitun ruqyah, yang diproduksi oleh MIZAR Production. Minyak zaitun ruqyah dipersembahkan untuk mengatasi problem umat. Mizar mengandung minyak zaitun yang sudah diruqyah dengan al-Qur’an oleh beberapa da’i yang memurnikan Tauhid dan mengamalkan sunnah secara kaaffah, insya Allah.

Minggu, 28 Oktober 2012

.:: PRESS REALEASE DPP HASMI.

 http://www.hasmi.org/wp-content/uploads/2012/10/press-release-hasmi-terbaru.jpg
PRESS REALEASE DPP HASMI TENTANG PEMBERITAAN
KELOMPOK TERORIS YANG MENAMAKAN “HASMI” DI MEDIA ELETRONIK
TERTANGGAL 27 OKTOBER 2012
Terkait dengan pemberitaan yang dimuat di media elektronik dan online pada hari Sabtu tertanggal 27 Oktober 2012 terkait dengan press realease Mabes Polri tentang adanya kelompok teror baru yang mengatas namakan “Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia “ (HASMI)” yang terkait dengan jaringan teroris, maka dengan ini kami dari ormas resmi HASMI ( Harakah sunniyyah untuk masyarakat Islami ) BUKAN YANG DIMAKSUDKAN OLEH PEMBERITAAN TERSEBUT yang memiliki kemiripan nama dengan yang disebutkan Mabes polri perlu memberikan penjelasan berkaitan dengan pemberitaan tersebut sebagai berikut :
  1. Bahwa HASMI  ( Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami ) merupakan Ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemdagri dirjen kesbangpol dengan no 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di jalan raya  Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor bergerak dalam bidang dakwah umum,sosial dan pendidikan.
  2. Kami atas nama DPP HASMI ( Harakah sunniyyah untuk masyarakat islami) menegaskan bahwa nama organisasi hasmi sebagaimana yang telah disebutkan dalam pemberitaan oleh media elektronik sama sekali bukan  organisasi  kami
  3. Bahwa kami adalah ormas islam yang berkonsentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi dan dalam kegiatan dan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti tindakan kekerasan
  4. Bila ada masyarakat yang ingin mendapatkan kejelasan bisa mengakses website kami di www.hasmi.org dan menghubungi telpon kami di 0251 8389 788 dan 0813 8026 1991
  5. Kepada anggota dan simpatisan Hasmi agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berita ini
  6. Kepada pihak media, kami harapkan bisa menjalankan kode etik pers dengan memberikan pemberitaan secara berimbang dan adil.
  7. Kami terbuka untuk diwawancarai dan dimintai keterangan tentang pemberitaan tersebut oleh pihak manapun
Demikian penjelasan kami, mudah-mudahan bisa dipahami oleh semua pihak dan masyarakat. Dan semoga Alloh subhanahu wa ta’ala  senantiasa memberkahi kita semua.
Wassalamualaykum Warohmatulloh wabarokatuhu

Bogor, 27 Oktober 2012
DPP Hasmi



Dr.Muhammad Sarbini.M.H.I
Ketua

Jumat, 21 September 2012

.:: DAKWAH SALAFIYYUN PALSU.

Di dalam medan dakwah yang berkembang di Indonesia saat ini terdapat beberapa da’i dan sebagian muqollidnya yang menisbahkan diri sebagai pemegang bendera salafiyyah yang mereka identikkan dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka menamakan kelompok dakwah salafiyyah karena mereka beranggapan bahwa merekalah pewaris ilmu dan pemahaman para salaf yang benar dan shahih. Diantara tokoh-tokoh da’i mereka adalah ... >>>>

Sabtu, 15 September 2012

.:: Shalat dan Sedekah Ibarat Dua Sisi Mata Uang.


sedekah dan shalatDalam surat al-Ma’arij: 19-21, Allah SWT menjelaskan bahwa sifat-sifat dasar yang umumnya dimiliki manusia adalah berkeluh kesah, gelisah, dan bakhil. Kemudian pada ayat setelahnya Allah SWT menyampaikan pada kita tentang adanya insan-insan istimewa yang dapat mengikis sifat-sifat negatif tersebut.
Golongan pertama adalah orang-orang yang konsisten dan istiqomah dalam mengerjakan shalat. Manusia yang masuk dalam kelompok ini sangat memahami bahwa yang diinginkan oleh syariat tidak hanya sekedar melaksanakan shalat tanpa makna, akan tetapi shalat yang dapat memunculkan efek positif bagi para pelakunya.
Saudaraku, perhatikan firman Allah SWT, “...dan dirikinlah shalat, karena sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar...” (al-Ankabut: 45). Inilah yang diinginkan Allah SWT, mendirikan shalat, bukan sekedar melaksanakan shalat. Ketika seorang muslim telah mendirikan shalat, maka dipastikan ia akan menjadi seorang yang shaleh moralnya.
Selanjutnya golongan kedua adalah yang dapat memenej diri sehingga tidak banyak berkeluh kesah, gelisah, dan bakhil sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ma’arij: 24-25, yang artinya, “Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia  bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”
Diantara sekian banyak golongan manusia yang terselamatkan dari tabiat negatif umumnya manusia adalah orang-orang yang secara konsisten mendirikan shalat dan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan. Bisa dikatakan bahwa informasi ini mengandung muatan perintah. Perintah mendirikan shalat secara konsisten, langsung diikuti dengan perintah bersedekah. Para sahabat begitu perhatian dengan masalah shalat dan sedekah, sehingga tak ada satu orang pun dari mereka yang menganggap remeh keterkaitan antara shalat dan zakat.
At-Thabarani meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia berkata, “Kami telah diperintahkan untuk menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat , maka ia tidak mendapatkan pahala shalat”. Pernyataan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan shalat dan sedekah yang sekali waktu diartikan zakat, hingga shalat seseorang yang enggan bersedekah tidak dianggap bermakna. Mengapa demikian? Karena shalat tersebut tidak mempunyai efek sedikitpun dalam membentuk pribadi berakhlak pelakunya. Ia hanya saleh untuk dirinya sendiri dengan shalatnya, akan tetapi ia tidak mempunyai kontribusi kebaikan yang dapat dirasakan orang lain dengan dermanya.
Saudaraku, disinilah kita semakin paham, ibadah shalat dikaitkan dengan sedekah. Shalat sebagai salah satu pondasi dasar bangunan Islam kala didirikan secara maksimal, sudah tentu akan membentuk berbagai karakter positif seorang muslim. Salah satunya sifat dermawan. Kedermawanan yang menghujam dalam diri seorang muslim terbentuk melalui proses pendekatan ibadah kepada Allah. Kala hati seorang muslim telah dekat dengan Rabb-nya, maka janji-janji Rabb-nya tentang keutamaan sedekah pasti akan ia respon dengan cepat. Ia betul-betul yakin bahwa sedekahnya tak akan membuatnya miskin. Ia yakin bahwa sedekahnya akan dibalas Allah SWT dengan balasan yang berlipat-lipat. Ia yakin bahwa sedekahnya akan menaikkan status dirinya menjadi hamba terkasih Allah SWT. (http://lazmm.org/tausiyah-islami/shalat-dan-sedekah-ibarat-dua-sisi-mata-uang)

Selasa, 11 September 2012

.:: FATWA AL-LAJNAH AD DAIMAH TENTANG ALI HASAN AL HALABY.

Fatwa Nomor: 21517, Tanggal 14/06/1421 H

Segala puji hanyalah milik Allah Ta'ala. Semoga shalawat dan salam sejahtera senantiasa terlimpah kepada seorang Nabi yang tidak ada nabi lagi sesudahnya. Amma ba'du..

Sesungguhnya Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa telah meniliti surat yang diterima oleh yang mulia Mufti Umum, yang dikirimkan oleh sebagian pemberi nasihat dari permintaan fatwa yang ditujukan kepada Majelis Umum Dewan Ulama Senior No.2928, tanggal 13/05/1421 H, perihal dua kitab yang berjudul "at-Tahdzir min Fitnah at- Takfir" dan "Shayhah Nadzir", keduanya dihimpun oleh Ali Hasan al Halabiy. Kedua kitab tersebut ternyata menyerukan kepada madzhab Irja' yang berpandangan bahwa amal perbuatan tidak termasuk syarat sahnya iman. pendapat ini dalam kitab tersebut disandarkan madzhab ahlusunnah wal jama'ah. kedua kitab mendasarkan pandanganya dengan memberikan penukilan yang telah diselewengkan dari syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, dan ulama' lainnya rahimahumullah. Oleh karena itu, para pemberi nasihat berharap mendapat penjelasan tentang kedua kitab tersebut, agar pembaca dapat mengetahui kebenaran dan menjauhi kebathilan.

Setelah lajnah (Komisi) mempelajari dan menelaah kedua kitab tersebut, jelaslah bagi lajnah bahwa kitab "at-Tahdzir min Fitnah at- Takfir" dan "Shayhah Nadzir", keduanya dihimpun oleh Ali Hasan al Halabiy, serta adanya tambahan beberapa pendapat dari para ulama' dalam muqoddimah dan catatan kakinya, maka keduanya mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Penyusun melandaskan kitab tersebut berdasarkan kepada madzhab MURJI'AH yang bid'ah lagi bathil, yang membatasi terjadinya kekufuran hanya terjadi pada Kufr al-Juhud (kufur karena penentangan), at Takdzib (kufur karena mendustakan) dan al istihlal al qalbiy (kufur karena adanya penghalaln didalam hati), seperti yang termuat pada hal.6 footnote 2 dan hal.22. Pandangan ini bertentangan dengan manhaj ahlussunnah wal jama'ah yang menetapkan bahwa kufur dapat terjadi pada i'tiqod (keyakinan), perkataan, perbuatan ataupun karena keraguan.
  2. Menyelewengkan penukilan dari Imam Ibnu Katsir rahimahulah dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah 13/118, dimana dalam footnote hal.15 penyusun menukil perkataan Ibnu Katsir bahwa "Jengis Khan mengaku bahwa Yasiq berasal dari Allah, dan ini adalah sebab kekufurannya". setelah merujuk pada kitab Ibnu Katsir yang dimaksud, ternyata tidak didapati kalimat tersebut.
  3. Kebohongan penyusun terhadap Syaikh Islam Ibnu Taymiyah rahimahullah pada hal.17-18, dimana penyusun menisbatkan kepada beliau bahwa penggantian hukum tidak menjadi kufur kecuali didasari oleh pengetahuan, i'tiqod dan istihlal. Hal ini merupakan kedustaan terhadap Syaikh Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah, padahal beliau adalah penyebar madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sedangkan madzhab mereka (termasuk penyusun) sebagaimana diketahui bersama adalah membawa madzhab murji'ah.
  4. Penyusun menyelewengkan maksud dari perkataan Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam risalah Tahkim al- Qawanin al Wad'iyyah, dimana penyususn menuduh syaikh bahwa beliau mensyaratkan adanya istihlal al qalbiy. padahal perkataan syaikh sangat jelas dan gamblang sekali, seterang cahaya sinar matahari, dan selaras dengan madzhab ahlus sunnah wal jama'ah.
  5. Komentar penyusun tentang perkataan para ulama' dengan maksud yang tidak pernah dikehendaki oleh mereka, seperti pada hal. 108 footnote 1, hal.109 footnote 21, dan hal. 110 footnote 2.
  6. Di dalam kitab tersebut, mengandung sikap meremehkan terhadap kasus berhukum tidak kepada hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala, khususnhya pada hal. 5 footnote 1, dimana penyusun beranggapan bahwa memberikan perhatian bagi terwujudnya tauhid dalam masalah hukum merupakan sikap yang sama pesis dengan kelompok Syiah Rafidhah. Hal ini adalah kekeliruan yang sangat besar sekali.
  7. Setelah meniliti risalah kedua, yaitu " Shayhah Nadzir", ternyata didapati bahwa risalah tersebut hanyalah dukungan terhadap kitab sebelumnya ( at-Tahdzir min Fitnah at-Takfir'). Oleh karena itu, maka lajnah daimah berkesimpulan pandang, bahwa kedua kitab tersebut tidak boleh (tidak layak) dicetak, disebarluaskan dan dikonsumsi sebagai bacaan, karena didalamnya mengandung kebathilan dan juga penyelewengan. Kami menasihati penyusunnya agar bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik terhadap dirinya maupun terhadap kaum muslimin (yang sesat karenanya), terutama para pemuda. Hendaknya penyusun bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu syar'i dengan berguru langsung kepada para ulama' yang terpercaya keilmuan dan kelurusan aqidahnya. Ilmu adalah amanat, yang tidak boleh didakwahkan kecuali bila selaras dengan al-Kitab dan as-Sunnah. dan Penyusun pun hendaknya membuang jauh-jauh pandangan dan sikapnya yang hobi menyelewengkan perkataan para ulama. Telah dimaklumi bahwa ruju' (kembali) kepada kebenaran adalah sebuah kemuliyaan, sekaligus merupakan kehormatan dan harga diri bagi seorang muslim.
Hanya Allahlah yang maha memberikan taufiq. semoga shalawat dan salam sejahtera senantiasa melimpah kepada Nabi kita, Muhammad Shallaahu alahi wa sallama, keluarga dan juga para sahabatnya.

Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu Syaikh
Anggita: Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahman al-Ghudyan, Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan, Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zayd.

Minggu, 09 September 2012

.:: Tragedi WTC Adalah "Kebohongan Besar".


Peristiwa 11 september memang sudah lama berlalu. tapi masih banyak misteri yang belum terpecahkan di balik peristiwa tersebut.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menuding bahwa Tragedi 11 September adalah "bohong besar" dan menjadi alasan bagi Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan perang atas teror.

"11 September itu merupakan suatu kebohongan besar dan menjadi alasan bagi perang melawan teror dan pembuka invasi ke Afganistan," kata Ahmadinejad merujuk kepada rangkaian serangan teroris di dua kota AS pada 11 September 2001, yang menghancurkan kompleks menara kembar World Trade Center di New York dan merusak sebagian kantor Departemen Pertahanan (Pentagon).

Sebenarnya Ahmadinejad sudah beberapa kali mempertanyakan kesahihan pernyataan pemerintah AS dalam menanggapi serangan teror 11 September. Namun, baru kali ini dia menyebut tragedi itu "kebohongan besar."

Dia juga mempertanyakan identitas para korban yang tewas akibat serangan itu. Menurut Ahmadinejad, Amerika tidak pernah mempublikasikan nama-nama korban. Padahal, dalam suatu acara peringatan tragedi itu di New York pada 2007, pengisi acara secara lantang menyebutkan nama 2.750 korban yang tewas.

selain ahmadinejed ada juga peneliti lain yang menyatakan kalau tragedi wtc adalah sebuah konspirasi AS.

Pertama, Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.

Kedua, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.

Ketiga,Prof Dr Steven E Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.

Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, yang melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut.


Teori fisika Jones tersebut tentunya sangat bertentangan dengan hasil penelitian FEMA, NIST dan 9-11 Commision bahwa penyebab utama keruntuhan gedung-gedung tersebut adalah api akibat terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh.

Dalam paper yang juga dipublikasikan pada pertengahan November lalu oleh situs harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City, Jones satu persatu mencoba memberi keyakinan bahwa tidak mungkin hanya api yang memporakporandakan gedung berkonstruksi baja tersebut.

Pengakuan CIA Bahwa Al-Qaeda Adalah Rekayasa Semata

Dalam sebuah film dokumenter pembunuh BBC berjudul “The Power of Nightmares” pejabat tinggi CIA secara terbuka mengakui bahwa Al-qaeda sepenuhnya merupakan rekayasa yang tidak pernah ada juntrungannya. Pemerintahan Bush memerlukan sebuah alasan logis sesuai Undang-undang sehingga mereka bisa mencari kambing hitam “orang tidak baik sesuai pilihan mereka” – “the bad guy of their choice” yaitu Undang-undang yang telah diberlakukan dalam rangka melindungi kita dari demonstrasi dan “organisasi kriminal” seperti Mafia. Mereka membayar Jamal al Fadl ratusan ribu dolar agar membuat ceritera mengenai Al-Qaeda untuk Pemerintah Amerika Serikat, sebuah “kelompok” atau organisasi kriminal yang mereka bisa kejar “menurut hukum”.

 Alasan Yang menguatkan lagi adalah lebih dari 4,000 pegawai keturunan Yahudi absen tidak masuk kerja pada hari yang naas tersebut.
betul-betul mengherankan.

apakah perisriwa 11 september di lakukan  oleh teroris ? ataukah Ternyata semuanya hanyalah konspirasi george bush untuk menyerang afganistan dan Irak ?
saya hanya tampilkan data yang saya peroleh. kesimpulan biar teman2 sendiri yang menilai..
jangan lupa kasih komen yah

Bagi yang belum puas dengan alasan di atas anda bisa lihat gambar-gambar  pada saat kejadian yang  menunjukan kalau tragedi  WTC adalah sebuah rekayasa.
[beritahebohterkini]

Sabtu, 01 September 2012

.:: ANTARA IRAN, FILM "THE INNOCENCE OF MUSLIMS" DAN PHOTO RASULULLAH SAW.

Foto: ANTARA IRAN , FILM "THE INNOCENCE OF MUSLIMS" DAN PHOTO RASULULLAH 

( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi'ah )

Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak.Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:
Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?

MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

PERTAMA : 
إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24

"Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!." (menurut mereka 'Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

KEDUA : 
At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

KETIGA : 
Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi  sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut : 
http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

KEEMPAT : 
SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut : 
Ayatusyaithan Al-Khomeini  berkata :

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

"Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar" [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]

 KELIMA : 
Mereka (Syi'ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita : 
Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ' Muhammad Shallallahu alaihi wasallam' Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. 
http://almokhtsar.com/node/80642

Tanda Tanya semakin besar : Dalam referensi2 utama, dan dari fakta2 serta perbuatan nyata kaum syi'ah, mereka sedikit pun tdk memiliki penghormatan kepada Rasulullah..
Lantas apa arti 'sensasi demonstrasi' Iran dan Hizbullah  ?
Wallahu a'laam
( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi'ah )

Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak. Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:
 
Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?

MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

PERTAMA : 

إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24

"Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!." (menurut mereka 'Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

KEDUA :
 
At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

KETIGA :
 
Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut :
http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

KEEMPAT :
 
SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut :
Ayatusyaithan Al-Khomeini berkata :

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

"Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar" [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]
 
KELIMA :
Mereka (Syi'ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita :
Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ' Muhammad Shallallahu alaihi wasallam' Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
http://almokhtsar.com/node/80642

Tanda Tanya semakin besar : 
Dalam referensi-referensi utama dan dari fakta-fakta serta perbuatan nyata kaum syi'ah, mereka sedikit pun tdk memiliki penghormatan kepada Rasulullah..
Lantas apa arti 'sensasi demonstrasi' Iran dan Hizbullah ?
Wallahu a'lam..

Senin, 13 Agustus 2012

MINYAK ZAITUN VIRGIN


MINYAK ZAITUN VIRGIN..?? Apaan Tuh…?!”

Minyak zaitun atau olive oil adalah minyak yang dihasilkan dari buah zaitun. Minyak zaitun banyak digunakan untuk memasak, kosmetik dan obat-obatan. Khasiat minyak zaitun sudah populer sejak lama, dan banyak digunakan untuk bahan pengobatan herbal. Khasiat minyak zaitun dipercaya selama ratusan tahun digunakan untuk merawat kecantikan dan menjaga kesehatan. Apakah kandungan dari minyak zaitun? Kandungan Minyak Zaitun dapat dibuktikan secara klinis, mengandung kadar lemak tak jenuh yang tinggi dan dikenal sebagai salah satu minyak yang paling sehat di dunia.

MACAM-MACAM JENIS MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL)

1. MINYAK ZAITUN EXTRA VIRGIN merupakan jenis minyak zaitun kelas satu yang paling murni karena merupakan hasil ekstraksi pertama dari buah Zaitun, warna minyak ini kehijauan dan memiliki rasa dan aroma yang lebih tajam dan kaya akan polifenol yang berkhasiat untuk membantu menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan system kekebalan tubuh, mencegah kanker, melindungi dari diabetes, anti aging (penuaan), menghentikan rasa nyeri, mencegah pikun, mencegah tulang keropos, memperkuat tubuh melawan HIV dll.
2. MINYAK ZAITUN VIRGIN, Minyak Zaitun murni satu kelas dibawahnya dengan warna hijau kekuningan dan merupakan hasil dari proses lanjutan minyak zaitun ekstra virgin. Kandungan asamnya sekitar 4%. Kwalitas dan harganya lebih rendah dan jenis ini biasa digunakan sebagai campuran masakan atau hidangan tumisan. Jenis ini masih bisa digunakan untuk menjaga kesehatan (pengobatan herbal) namun dari khasiatnya jelas lebih rendah dibanding minyak nomor satu di atas.
3. MINYAK ZAITUN (Pure Olive Oil) merupakan jenis minyak zaitun yang mengalami proses penyulingan lanjutan. Warnanya kekuningan dan cocok digunakan untuk menumis. Minyak zaitun jenis ini dapat ditemukan di pasaran dengan harga yang lebih murah dibandingkan kedua jenis minyak zaitun di atas.
“Dari pemaparan di atas hendaknya bagi para pelaku herbal khususnya produsen hendaklah memilih yang terbaik bagi pelanggannya. Jangan hanya karena mencari keuntungan semata namun mengabaikan kesehatan konsumennya, karena pada hakikatnya para konsumen memakai produk anda untuk mencari kesembuhan”.

BERKAHNYA MINYAK ZAITUN SERTA ANJURAN MENGKONSUMSINYA
Fakta di atas sangat selaras dengan anjuran Rosululloh SAW: “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Juga sabdanya: “Gunakanlah minyak zaitun sebagai lauk pauk dan pakailah sebagai minyak, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi”. (HR. Ibnu Majah dan al Hakim).
Sabda Rosululloh SAW di atas ini diperkuat oleh firman Alloh SWT. Alloh SWT berfirman: “… Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api… “ (QS. An-Nur:35).
Dengan nash-nash tersebut jelaslah bagi kita bahwa minyak zaitun adalah suatu bahan yang penuh berkah dan bermanfaat untuk kesehatan.

Kami Menyediakan:
MINYAK ZAITUN TURSINA EXTRA VIRGIN yang di Impor langsung dari TURSINA MESIR......

Untuk Informasi & Pemesanan Hub:
^^..^^ WARUNG ISLAMI BOGOR
d/a: Komplek Puri Nirwana 3, JL.Cendana II Blok BM No.24 Cibinong Kab.Bogor
Tlp: (0251) 401 4307
Call Center : 0813 9944 9188 & 0858 9038 8538
Email. warungislami@gmail.com
Web: www.warungislamibogor.com
YM: warung.islami

Minyak zaitun atau olive oil adalah minyak yang dihasilkan dari buah zaitun. Minyak zaitun banyak digunakan untuk memasak, kosmetik dan obat-obatan. Khasiat minyak zaitun sudah populer sejak lama, dan banyak digunakan untuk bahan pengobatan herbal. Khasiat minyak zaitun dipercaya selama ratusan tahun digunakan untuk merawat kecantikan dan menjaga kesehatan. Apakah kandungan dari minyak zaitun? Kandungan Minyak Zaitun dapat dibuktikan secara klinis, mengandung kadar lemak tak jenuh yang tinggi dan dikenal sebagai salah satu minyak yang paling sehat di dunia.

MACAM-MACAM JENIS MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL)


1. MINYAK ZAITUN EXTRA VIRGIN merupakan jenis minyak zaitun kelas satu yang paling murni karena merupakan hasil ekstraksi pertama dari buah Zaitun, warna minyak ini kehijauan dan memiliki rasa dan aroma yang lebih tajam dan kaya akan polifenol yang berkhasiat untuk membantu menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan system kekebalan tubuh, mencegah kanker, melindungi dari diabetes, anti aging (penuaan), menghentikan rasa nyeri, mencegah pikun, mencegah tulang keropos, memperkuat tubuh melawan HIV dll.
2. MINYAK ZAITUN VIRGIN, Minyak Zaitun murni satu kelas dibawahnya dengan warna hijau kekuningan dan merupakan hasil dari proses lanjutan minyak zaitun ekstra virgin. Kandungan asamnya sekitar 4%. Kwalitas dan harganya lebih rendah dan jenis ini biasa digunakan sebagai campuran masakan atau hidangan tumisan. Jenis ini masih bisa digunakan untuk menjaga kesehatan (pengobatan herbal) namun dari khasiatnya jelas lebih rendah dibanding minyak nomor satu di atas.
3. MINYAK ZAITUN (Pure Olive Oil) merupakan jenis minyak zaitun yang mengalami proses penyulingan lanjutan. Warnanya kekuningan dan cocok digunakan untuk menumis. Minyak zaitun jenis ini dapat ditemukan di pasaran dengan harga yang lebih murah dibandingkan kedua jenis minyak zaitun di atas.
“Dari pemaparan di atas hendaknya bagi para pelaku herbal khususnya produsen hendaklah memilih yang terbaik bagi pelanggannya. Jangan hanya karena mencari keuntungan semata namun mengabaikan kesehatan konsumennya, karena pada hakikatnya para konsumen memakai produk anda untuk mencari kesembuhan”.

BERKAHNYA MINYAK ZAITUN SERTA ANJURAN MENGKONSUMSINYA

Fakta di atas sangat selaras dengan anjuran Rosululloh SAW: “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Juga sabdanya: “Gunakanlah minyak zaitun sebagai lauk pauk dan pakailah sebagai minyak, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi”. (HR. Ibnu Majah dan al Hakim).
Sabda Rosululloh SAW di atas ini diperkuat oleh firman Alloh SWT. Alloh SWT berfirman: “… Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api… “ (QS. An-Nur:35).
Dengan nash-nash tersebut jelaslah bagi kita bahwa minyak zaitun adalah suatu bahan yang penuh berkah dan bermanfaat untuk kesehatan.

Kami Menyediakan:
MINYAK ZAITUN TURSINA EXTRA VIRGIN yang di Impor langsung dari TURSINA MESIR..!!

[WARUNG ISLAMI BOGOR]

.:: Ketika Kuburan Dikeramatkan.



“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur-kubur sebagai masjid… Ingatlah janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian dari hal ini.” (HR. Muslim, an-Nasai, Ibnu Hibban, dan Abu 'Awanah dari Jundub bin Junadah)
Dalam fakta sejarah, paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia, hal itu bermula saat mereka mengkultuskan para tokoh yang sudah wafat. Mereka mengangkat orang-orang sholeh untuk dijadikan panutan, yang kemudian dicintai, diikuti dan dihormati. Karena jauhnya mereka dari tuntunan yang benar, penghormatan dan kecintaan yang sangat tersebut tidak terbatas pada saat mereka hidup saja, tetapi terus berlanjut ketika para tokoh itu meninggal. Melalui hembusan setan, mereka membuat lukisan yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai pengenang jasa-jasa yang telah mereka lakukan, namun beberapa abad selanjutnya, setelah generasi demi generasi berganti, setan mulai menggiring mereka untuk membuat patung para tokoh tersebut dan membisikkan kepada generasi baru tersebut bahwa, “Dahulu, nenek moyang kalian menyembah patung-patung ini”. Maka lahirlah agama paganisme itu… hingga saat ini.

Kini, seiring bertambah majunya teknologi, pengetahuan dan eksplorasi akal yang sedemikian rupa, bukannya semakin hilang agama paganis, namun justu semakin bertambah dan bahkan semakin banyak bentuk dan coraknya.

Hal itu bisa kita lihat dari salah satu fenomena, dimana sebagian ummat manusia sudah tidak membuat patung sesembahan lagi, mereka mengganti bentuknya dengan mengeramatkan makam orang-orang tertentu yang mereka anggap wali atau orang suci lainnya. Tragisnya, hal itu banyak menimpa mereka yang mengaku beragama Islam. Mereka menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai tempat beribadah, seperti sholat, berdo'a, bernadzar, shodaqoh, i'tikaf, thowaf dan lain sebagainya. Bahkan seorang kuburiy -sebutan untuk penyembah kuburan- berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat. Selain itu mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (Ka’bah). Ini semua jelas bertentangan dengan syari'at Islam dan kalau kita lihat hadits-hadits Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam, dapat diketahui bahwa beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat keras sikapnya terhadap orang-orang yang beribadah kepada Alloh di sisi kuburan orang sholeh.

Kalau beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala di sisi kubur saja, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersikap keras, tentu akan lebih keras lagi jika sampai beribadah kepada penghuni kubur tersebut. Diantara hadits yang menyebutkan hal tersebut adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan Shohih Muslim, dari 'Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu Anha (salah seorang istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam) menceritakan kepada Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang gereja dengan berbagai lukisan di dalamnya yang dilihatnya di negeri Habasyah (Ethiopia). Maka Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Mereka itu, apabila ada orang yang sholih -atau hamba yang sholih- meninggal di antara mereka- mereka bangun di atas kuburnya sebuah tempat ibadah, dan mereka buat di dalam tempat itu gambar-gambar mereka; mereka itulah makhluk yang paling buruk di sisi Alloh.”

Para ulama telah bersepakat bahwa shalat di masyahid (masjid yang berada di atas kubur) tidaklah diperintahkan sama sekali baik dengan perintah wajib atau pun sunnah.

Barangsiapa meyakini bahwa ibadah di sisi kuburan lebih memiliki keutamaan dari tempat lainnya atau lebih utama, maka dia telah menyelisihi jama’ah kaum muslimin dan telah menyelisihi agama ini. Bahkan yang diyakini oleh umat ini bahwa sholat di masjid yang dibangun di atas kubur adalah sesuatu yang terlarang dengan larangan haram. Larangan ini terjadi karena di sana terdapat tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang musyrik dan inilah asal penyembahan berhala.

Ini adalah awal petaka yang menimpa ummat-ummat terdahulu. Dan hal inilah yang sekarang menimpa ummat ini, serta yang paling urgen bahwa ini adalah suatu bencana yang tidak boleh didiamkan terutama oleh para da’i yang tahu betul akan kerusakan ummat ini. Tentunya kita sebagai ummat terbaik yang memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar, seyogyanya tidak berpangku tangan dan acuh tak acuh terhadap realita ummat ini. Ingatlah firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang artinya :

"Dan peliharalah diri kalian dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zholim saja di antara kalian, dan ketahuilah bahwa Alloh amat keras siksaan-Nya". (QS. Al-Anfal: 25)

https://www.facebook.com/notes/sebuah-gerakan-kebangkitan/budaya-munkar-ketika-kuburan-dikeramatkan/10150249388078126

Minggu, 12 Agustus 2012

.:: Istilah-Istilah dalam Jarhu wa Ta’dil.


  • Al jarhu wa ta’dil : Pernyataan adanya cela dan cacat, dan per-nyataan adanya “al-Adalah” dan “hafalan yang bagus” pada seorang rawi hadits.
  • At Ta’dil : Pernyataan adanya “al-Adalah” pada diri se-orang rawi hadits.
  • Al Jarhu : Celaan yang dialamatkan pada rawi hadits yang dapat mengganggu (atau bahkan meng-hilangkan) bobot predikat “al-Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari dirinya.
  • Tsiqah : Kredibel, di mana pada diri seorang rawi ter-kumpul sifat al-Adalah dan adh-Dhabt (hafalan yang bagus).
  • Rawi La Ba`sa Bihi : Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah.
  • Jayyid : Baik
  • Layyin : Lemah.
  • Majhul : Rawi yang tidak diriwayatkan darinya kecua-li oleh seorang saja.
  • Mubham : Rawi yang tidak diketahui nama (identitas)nya.
  • Mudallis : Rawi yangi melakukan tadlis.
  • Rawi Mastur : Sama dengan Majhul al-Hal (Rawi yang tidak diketahui jati dirinya).
  • Perawi Matruk : Perawi yang dituduh berdusta, atau perawi yang banyak melakukan kekeliruan, sehingga periwayatanya bertentangan dengan periwayatan perawi yang tsiqah. Atau perawi yang sering meriwayatkan hadits-hadits yang tidak dikenal (gharib) dari perawi yang terkenal tsiqah.
  • Rawi Mudhtharib : Rawi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat, di mana riwayat yang disam-paikannya kepada rawi-rawi di bawahnya berbeda antara yang satu dengan lainnya, yang menyebabkan tidak dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh (terjaga).
  • Rawi Mukhtalith : Rawi yang akalnya terganggu, yang menye-babkan hafalannya menjadi campur aduk dan ucapannya menjadi tidak teratur.
  • Rawi yang tidak dijadikan sebagai hujjah : Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan hujjah.
  • Saqith : Tidak berharga karena terlalu lemah (parahnya illat yang ada di dalamnya).
  • Tadh’if : Pernyataan bahwa hadits atau rawi bersang-kutan dha’if (lemah).
  • Tahqiq : Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran yang paling tepat.
  • Tahsin : Pernyataan bahwa hadits bersangkutan ada-lah hasan.
  • Ta’liq : Komentar, atau penjelasan terhadap suatu poto-ngan kalimat, atau derajat hadits dan sebagai-nya yang biasanya berbentuk cacatan kaki.
  • Takhrij : Mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sum-bernya, berikut memberikan hukum atasnya; shahih atau dhaif.
  • Syahid : Hadits yang para rawinya ikut serta meriwa-yatkannya bersama para rawi suatu hadits, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari sahabat yang berbeda.
  • Syawahid : Hadits-hadits pendukung, jamak dari kata syahid. Haditsnya layak dalam kapasitas syawahid, artinya, dapat diterima apabila ada hadits lain yang memperkuatnya, atau sebagai yang me-nguatkan hadits lain yang sederajat dengannya.
  • Mutaba’ah : Hadits yang para rawinya ikut serta meriwa-yatkannya bersama para rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari seorang sahabat yang sama.
Referensi Daftar Istilah:
  1. Taisir Mushthalah al-Hadits, Dr. Mahmud ath-Thahhan.
  2. Manhaj an-Naqd Fi Ulum al-Hadits, Dr. Nuruddin Ithir.
  3. Shahih targhib 2.

.:: Hadits yang Tertolak.

Hadits yang Tertolak karena Gugur dari Sanadnya
Yang dimaksud dengan hadits yang tertolak karena gugur dari sanadnya adalah; terputusnya rantai sanad dengan gugurnya seorang perawi atau lebih baik disengaja oleh sebagian perawi atau tidak disengaja, gugurnya tersebut baik secara transparan maupun tersembunyi.
Yang masuk kategori hadits yang tertolak karena gugurnya perawi dari sanad adalah sebagai berikut:
  • Mu’allaq : (Hadits) yang sanadnya terbuang dari awal sanadnya, satu orang rawi atau lebih secara berturut-turut, bahkan sekalipun terbuang semuanya. Gambarannya adalah : semua sanad dibuang kemudian dikatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.
  • Mursal : (Hadits) yang sanadnya terbuang dari akhir sanadnya, sebelum tabi’in. Gambarannya, adalah apabila seorang tabi’in mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, …” atau “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan ini dan itu …”.
  • Mu’dlal : Hadits yang sanadnya ada dua orang rawi atau lebih yang gugur secara berturut-turut. Sedangkan I’dhal sendiri adalah terputusnya rangkaian sanad hadits, dua orang atau lebih secara berurutan.
  • Mungqati’ : Hadits yang di tengah sanadnya terdapat perawi yang gugur, satu orang atau lebih, secara tidak berurutan.
  • Mudallas :
    • Tadlis : Menyembunyikan cela (cacat) yang terdapat di dalam sanad hadits, dan membaguskannya secara zahir.
    • Tadlis at-Taswiyah ialah, seorang rawi meriwayatkan suatu hadits dari seorang rawi yang dha’if, yang menjadi perantara antara dua orang rawi yang tsiqah, di mana kedua orang yang tsiqah tersebut pernah bertemu (karena sempat hidup semasa), kemudian rawi (yang melakukan tadlis disebut mudallis) membuang atau menggugurkan rawi yang dha’if tersebut, dan menjadikan sanad hadits tersebut seakan antara dua orang yang tsiqah dan bersambung. Ini adalah jenis tadlis yang paling buruk.
  • Mu’an’an : perkataan seorang perawi : “fulan dari fulan”
  • ‘An’anah adalah Menyampaikan hadits kepada rawi lain dengan lafazh عن (dari) yang mengisyaratkan bahwa dia tidak mendengar langsung dari syaikhnya. Ini menjadi illat suatu sanad hadits apabila digunakan oleh seorang rawi yang mudallis.
  • Mu`annan : perkataan seorang perawi : “telah menceritakan kepada kami fulan, bahwa fulan berkata”
Hadits yang tertolak karena terindikasi cacat atau tertuduh pada diri seorang rawi
Adapun hadits yang tertolak disebabkan adanya indikasi cacat atau tertuduh pada diri seorang rawi ada ada sepuluh macam, lima berkaitan dengan al adalah dan lima berkaitan dengan hafalan.
Adapun yang berkaitan dengan al ‘adalah sebagai berikut:
  1. Dusta / berbohong
  2. Tertuduh berbohong
  3. Fasik
  4. Bid’ah
  5. Jahalah (tidak diketahui)
Sedangkan yang berkaitan dengan hafalan sebagai berikut:
  1. Kesalahan yang parah
  2. Buruk hafalan
  3. Lalai
  4. Banyak terjadi kerancauan hafalan
  5. Menyelisihi orang-orang yang tsiqah
Akibat sebab-sebab diatas berkolerasi kepada kedudukan hadits. Disini kami coba untuk mengurutkannya satu persatu.
· AL MAUDHU’
(Hadits maudhu’/palsu)
Hadits maudhu’ ialah Hadits yang dipalsukan terhadap Nabi.
Hukumnya tertolak dan tidak boleh disebutkan kecuali disertakan keterangan kemaudhu’annya sebagai larangan darinya.
Metode membongkar kepalsuan hadits dengan cara sebagai berikut:
  1. Pengakuan orang yang membuat hadits maudhu’.
  2. Bertentangan dengan akal, seperti mengandung dua hal yang saling bertentangan dalam hal bersamaan,menetapkan keberadaan yang mustahil atau menghilangkan keberadaan yang wajib, dll.
  3. Bertentangan dengan pengetahuan agama yang sudah pasti, seperti menggugurkan rukun dari rukun-rukun Islam atau menghalalkan riba’, membatasi waktu terjadinya kiamat atau adanya nabi setelah nabi Muhammad.
Golongan pembuat hadits palsu
Orang-orang yang termasuk pembuat hadits palsu sangat banyak dan tokohnya yang masyhur adalah:
  1. Ishaq bin Najiih al Malathi.
  2. Ma’mun bin Ahmad al Harawi.
  3. Muhammad bin as Saaib al Kalbii.
  4. Al Mughirah bin Said al Kufi
  5. Muqathil bin Abi Sulaiman.
  6. Al Waqidi
  7. Ibnu Abi Yahya.
Sedangkan golongan pencipta hadits palsu diantaranya:
  1. Az-Zanadiqah (kaum zindik) ialah orang-orang yang berusaha merusak aqidah kaum muslimin, memberangus Islam dan merubah hukum-hukumnya. Seperti Muhammad bin Said al Mashlub yang dibunuh oleh Abu Ja’far al Manshur ia memalsukan hadits atas nama Anas secara marfu’.
    Aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelah aku, kecuali kalau Allah berkehendak.
    Dan seperti Abdul Karim bin Abu al Aujaa’ yang dibunuh oleh salah seorang amir Abasyiah di Bashrah dan dia berkata ketika hendak dibunuh:
    Aku telah palsukan kepadamu 4000 hadits, aku haramkan yang halal dan aku halalkan yang haram.
    Dan ada yang berkata bahwa kaum zindik telah membuat hadits palsu terhadap Rasulullah sebanyak 14.000 hadits.
  2. Al-Mutazallif (pencari muka/penjilat) dihadapan para penguasa dan umara seperti: Ghiyats bin Ibrahim, dia pernah datang kepada al Mahdi yang sedang bermain dengan burung dara lalu ia menceritan kepadanya hadits Amirul Mu’minin ia bawakan sanadnya sekaligus ia palsukan hadits terhadap nabi bahwasanya beliau bersabda:
    “Tidak ada perlombaan atau permainan kecuali pada telapak kaki onta atau tombak atau telapak kaki kuda atau sayap (burung dara)”
    lalu al Mahdi berkata: Aku telah membebani dia atas itu (membuat Ghiyat bin Ibrahim berbuat dusta kepadaku untuk mencari muka. Pent). Kemudian dia (al Mahdi) menaruh burung dara tersebut dan menyuruh menyembelihnya.
  3. Al-Mutazallif dihadapan masyarakat dengan menyebutkan cerita-cerita yang aneh untuk targhib atau tarhib atau mencari harta atau kemuliaan (jah): seperti para pencerita (hikayat) yang berbicara dimasjid-masjid dan tempat-tempat keramaian dengan cerita-cerita yang memberikan kedahsyatan dari kisah-kisah yang aneh.
  4. Orang-orang yang terlalu bersemangat terhadap agama. Mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan-keutamaan Islam dan sarana yang menuju kepadanya dan hadits-hadits juhud terhadap dunia dengan tujuan agar manusia peduli terhadap agama dan juhud terhadap dunia. Seperti: Abu Ashamah Nuh bin Abi Maryam Qadhi Marwi, ia membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan surat-surat al quran, surat demi surat dan ia berkata: aku melihat manusia menjauhkan al quran dan sibuk terhadap fiqh Abu Hanifah dan Maghaazi bin Ishak oleh karena itu aku buat hadits palsu itu (keutamaan hadits palsu).
  5. Orang-orang yang ta’ashub terhadap mazhab atau jalan atau negeri atau yang diikuti (imam) atau kabilah mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan yang mereka ta’asubkan dan pujian terhadapnya. Seperti Maisarah bin Abdu Rabah yang mengaku telah membuat hadits palsu terhadap nabi r sebanyak 70 hadits tentang keutamaan Ali bin Abu Thalib.
· Al Matruk : Hadits yang di dalam sanadnya terdapat rawi yang tertuduh sebagai pendusta.

· Al Munkar
: Hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang dha’if dan riwayatnya bertentangan de-ngan riwayat para rawi yang tsiqah.
Perbedaan antara Syadz dengan munkar adalah; syadz diriwayatkan oleh seorang perawi yang maqbul sedangkan munkar diriwayatkan oleh seorang perawi dla’if.
· Al Mu’allal : Hadits yang ditemukan ‘illat di dalamnya yang membuat cacat keshahihan hadits tersebut, meskipun pada dzahirnya terlihat selamat.
· Al Mudraj : Hadits yang di dalamnya terdapat tambahan yang bukan darinya, baik dalam matan atau sanadnya. Sementara idraj sendiri itu bermakna tambahan (sisipan) pada matan atau sanad hadits, yang bukan darinya.
· Al Maqlub : mengganti satu lafadz dengan lafadz lain di dalam sanad sebuah hadits atau matannya, dengan cara mendahulukannya atau mengakhirkanya.
· Al Mudhtharib : Hadits yang diriwayatkan dari seorang rawi atau lebih dalam berbagai versi riwayat yang berbeda-beda, yang tidak dapat ditarjih dan tidak mungkin dipertemukan antara satu de-ngan lainnya.
Mudhtharib (goncang).
· Asy Syadz : Hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang pada hakikatnya kredibel, tetapi riwayatnya tersebut bertentangan dengan riwayat rawi yang lebih utama dan lebih kredibel dari diri-nya. Lawan dari syadz adalah rajih (yang lebih kuat) dan sering diistilahkan dengan mahfuzh (terjaga).
· Jahalah bi arruwwah : Tidak diketahui secara pasti, yang berkaitan dengan identitas dan jati diri seorang rawi.
Adapun klasifikasi majhul ada tiga, yaitu
Majhul al-’Adalah : Tidak diketahui kredibelitasnya.
Majhul al-’Ain : Tidak diketahui identitasnya. Yaitu rawi yang tidak dikenal menuntut ilmu dan tidak dikenal oleh para ulama, bahkan termasuk di dalamnya adalah perawi yang tidak dikenal memiliki hadits kecuali dari seorang perawi.
Majhul al-Hal : Tidak diketahui jati dirinya.
· Bid’ah : mengada-adakan suatu perkara yang tidak ada asalnya dalam syariat. Adapun yang memiliki bukti dari syariat maka bukan bidah walaupun bisa dikatakan bidah secara bahasa. Bid’ah di golongkan menjadi dua golongan;
1. Bid’ah yang membuat kafir
2. Bid’ah yang membuat fasik
· Buruk hafalan : sisi salahnya lebih kuat ketimbang sisi benarnya dalam meriwayatkan sebuah hadits.

.:: Pembagian Hadits Dilihat dari Sisi Kuat dan Lemahnya Hadits.

Pembagian hadits ahad dilihat dari sisi kuat dan lemahnya sebuah hadits terbagi menjadi dua, yaitu:
  1. Maqbul : sebuah hadits yang mempunyai indikasi kuat kejujuran orang yang membawa khabar tesebut
  2. Mardud (tertolak) : sebuah hadits yang tidak jelas kejujuran orang yang membawa khabar tersebut.
Secara garis besar hadits maqbul terbagi menjadi dua, yaitu shahih dan hasan, dan masing-masing kelompok ini terbagi lagi menjadi dua kelompok hadits, yaitu shahih lidzatihi dan shahih lighairihi serta hasan lidzatihi dan hasan lighairihi.
Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:
Hadits Shahih : Hadits yang sanadnya bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi yang adil dan memiliki hafalan yang kuat dari rawi yang semisalnya sampai akhir sanadnya, serta tidak syadz dan tidak pula memiliki illat.
Sanadnya bersambung adalah: bahwa setiap perawi mengambil hadits secara langsung dari perawi yang berada diatasnya, kondisi seperti ini dari permulaan sanad sampai akhirnya.
Perawi yang adil adalah : bahwa semua perawinya mempuyai sifat ‘al ‘adalah,’ tidak fasik dan tidak mempunyai karakter yang tidak beretika.
Al ‘adalah adalah: Potensi (baik) yang dapat membawa pemilik-nya kepada takwa, dan (menyebabkannya mampu) menghindari hal-hal tercela dan se-gala hal yang dapat merusak nama baik dalam pandangan orang banyak. Predikat ini dapat diraih seseorang dengan syarat-syarat: Islam, baligh, berakal sehat, takwa, dan meninggalkan hal-hal yang merusak nama baik.
Memiliki hafalan yang kuat adalah; bahwa setiap perawi mempunyai hafalan yang kuat, baik hafalan yang ada di dalam dada maupun hafalan yang menggunakan bantuan buku.
Tidak syadz artinya : bahwasanya hadits tersebut tidak syadz (nyeleneh/menyelisihi yang lebih kuat).
Tidak memiliki ‘illat artinya : hadits tersebut tidak cacat. Dan ‘Illat adalah Sebab yang samar yang terdapat di dalam hadits yang dapat merusak keshahihannya.
Shahih Lidzatihi : hadits yang shahih berdasarkan persyaratan shahih yang ada di dalamnya, tanpa membutuhkan penguat atau faktor eksternal.
Shahih Lighairihi : hadits yang hakikatnya adalah hasan, dan karena didukung oleh hadits hasan yang lain, maka dia menjadi Shahih Lighairihi.
Ash-Shahihain : Dua kitab shahih yaitu: Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
Asy-Syaikhain : Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
Hadits Hasan : Hadits yang sanadnya bersambung, yang diri-wayatkan oleh rawi yang adil dan memiliki hafalan yang sedang-sedang saja (khafif adh-Dhabt) dari rawi yang semisalnya sampai akhir sanadnya, serta tidak syadz dan tidak pula me-miliki illat.
Hasan Lidzatihi : hadits yang hasan berdasarkan persyaratan hasan yang ada di dalamnya, tanpa membutuhkan penguat atau faktor eksternal.
Hasan Lighairihi : hadits yang hakikatnya adalah dla’if, dan karena didukung oleh hadits dla’if yang lain, maka dia menjadi hasan Lighairihi.
Sedangkan hadits yang tertolak adalah hadits yang tidak jelas kejujuran orang yang membawa khabar tersebut. Itu bisa terjadi karena ketiadaan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat sebuah hadits.
Sebab-sebab tertolaknya hadits itu ada banyak, tetapi secara garis besar bisa di klasifikasikan menjadi dua, yaitu :
  1. Gugur dari sanad
  2. Terindikasi cacat atau tertuduh pada seorang perawi.
Secara keumumam semua itu disebut dengan hadits dla’if.
Hadits Dha’if : Hadits yang tidak memenuhi syarat hadits maqbul (yang diterima dan dapat dijadikan hujjah), dengan hilangnya salah satu syarat-syaratnya.
Para ulama berbeda pendapat dalam hal mengamalkan hadits dla’if. Adapun pendapat yang dipegang oleh jumhur ulama adalah bahwasanya dianjurkan mengamalkannya dalam hal fadlailul a’mal, akan tetapi harus memenuhi tiga syarat sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnu Hajar :
  1. Dla’ifnya tidak parah
  2. Menginduk di bawah ushul yang dapat dijadikan sebagai landasan amal
  3. Ketika mengamalkannya tidak meyakini keotentikan hadits tersebut.

.:: Pembagian Khabar.

  • Pembagian khabar ditinjau kepada orang yang disandarkan.
Khabar (hadits)terbagi 3 bila ditinjau kepada orang yang disandarkan :
Marfu ialah: Hadits yang disandarkan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terbagi menjadi 2: Marfu sharih dan Marfu hukum.
Marfu sharih ialah: Hadits yang disandarkan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung baik perkataan atau perbuatan atau taqrir atau sifat atau khuluqnya penciptaannya (akhlaknya).
Contoh perkataan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa yang berbuat amalan yang tidak ada dasar perintahnya dari kami maka ia tertolak”.
Contoh perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa apabila masuk rumahnya ia mulai dengan bersiwak (gosok gigi)”.
Contoh penetapan (taqrir) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Taqrir beliau terhadap jawaban seorang budak perempuan ketika beliau bertanya dimana Allah? dia menjawab: Di langit. Lalu Rasulallah mentaqrirkan terhadap yang demikian. Dan yang termasuk ini juga seluruh perkataan atau perbuatan sahabat yang Rasulallah ketahui tapi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diam terhadapnya (tidak mengingkari) maka hukumnya marfu sharih dan termasuk taqrir.
Contoh sifat akhlaknya.
Adalah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling dermawan diantara manusia dan yang paling berani diantara manusia. Apa-apa yang beliau diminta beliau tidak pernah katakan jangan/tidak boleh dan beliau selalu berseri-seri, lembut perawakannya luwes dalam perkara jika ada dua pilihan melainkan beliau memiliki yang paling mudah kecuali kalau dosa maka beliaulah orang yang paling menjauhinya dibandingyang lain.

Contoh sifat dirinya:
Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang tidak tinggi dan tidak pendek (sedang) rambutnya sepundak, lebat menutupi dua telinganya, janggutnya rapih dan sedikit beruban.
Marfu hukum ialah: Sesuatu yang dihukumi marfu kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diantaranya adalah:
  1. Perkataan shahabat apabila tidak bersumber dari pendapatnya (ra’yu) dan bukan tafsiran dan tidak dikenal sebagai orang yang mengambil cerita isra’iliyat.
    Contoh : Perkatan shahabat seperti khabar tentang tanda-tanda kiamat atau keadaan hari kiamat atau hari pembalasan(ini namanya marfu’ hukum).
    Jika bersumber dari pendapatnya (ra’yu) maka dinamakan mauquf. Dan jika berbentuk tafsir maka hukumnya sama dan tafsirnya dinamakan tafsir mauquf. Dan jika orangnya terkenal dengan seorang yang mengambil cerita isra’iliyat maka hukumnya tarraddud (saling bertolak belakang) antara khabar isra’iliyat atau hadits marfu’, maka tidak boleh diyakini sebagai hadits karena masih diragukan. Seperti Abadalah (orang yang namanya berawalan Abdul) seperti Abdullah bin Umar bin Khattab dan Abdullah bin Amru bin Al Ash, mereka adalah orang yang mengambil cerita-cerita isra’iliyat dari Ka’ab dan lainnya.
  2. Perbuatan shahabat apabila tidak bersumber dari pendapatnya, seperti shalat khusuf yang dilakukan Ali dengan ruku’ melebihi dari dua dalam satu raka’at.
  3. Sahabat menyandarkan sesuatu kepada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak disebutkan bahwasanya ia tahu hal itu seperti perkataan Asma’ binti Abu Bakar:
“Kami pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah lalu kami memakannya”.
  1. Shahabat berkata tentang sesuatu bahwasanya itu termasuk Sunnah seperti perkataan Ibnu mas’ud
“Termasuk sunnah tasyahhud dipelankan, maksudnya dalam shalat” .
Jika tabi’in yang berkata maka bisa marfu’ bisa mauquf, seperti perkataan Ubaidillah bin Abdullah bin Atabah bin Mas’ud.
“Yang sunnah,Imam berkhutbah pada hari ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adha dua kali yang ia selingi dengan duduk”.
  1. Perkataan shahabat,
    seperti:
    “kami diperitahkan atau kami dilarang atau manusia diperintahkan atau yang semisalnya”
    seperti perkataan Ummu ‘Athiyah:
    “Kami diperintahkan agar kami mengajak keluar para perawan pada waktu shalat iedul fitri dan iedul adha”.
    Dan perkataannya:
    Kami dilarang (para wanita) mengiringi jenazah tetapi tidak dikeraskan larangannya terhadap kami.
    Dan perkataan Ibnu Abbas:
    Manusia diperintahkan agar mengakhiri waktu haji mereka di ka’bah.
    Dan perkatan Anas:
    Kami diberikan batas waktu mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan bulu kemaluan tidak lebih dari 40 malam.
  2. Shahabat menghukumi terhadap sesuatu bahwasanya itu maksiat seperti perkataan Abu Hurairah tentang orang yang keluar masjid setelah adzan:
    “Adapun orang ini telah mendurhaki Abul Qosim ( Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.
    Begitu pula kalau shahabat menghukumi terhadap sesuatu bahwasanya itu termasuk ketaatan atau mengatakan sesuatu itu bukan maksiat atau ketaatan karena yang demikian tidak mungkin dikatakan shahabat melainkan mereka mengetahui nashnya dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  3. Perkataan mereka (shahabat) dari shahabat dengan dimarfukan haditsnya atau riwayatnya seperti perkataan Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata:
    “Obat itu ada dalam tiga: Minum madu, jarum bekam dan besi panas (dibakar) dan umatku dilarang dengan besi panas”
    Dan perkataan Sa’id bin al Musayyab dari Abu Hurairah :
    “Fitrah itu lima atau lima dari fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong rambut dan mencukur kumis”.
    Dan begitu pula perkataan mereka dari shahabat dengan cara penyampaian hadits atau menerima hadits atau menyandarkan kepadanya dan yang sepertinya karena semua ibarat ini termasuk hukum marfu’ sharih walaupun tidak secara langsung dalam penyandaran kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetapi ada dugaan itu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mauquf ialah : Hadits yang disandarkan kepada shahabat tetapi tidak ditetapkan baginya hukum marfu’.
Seperti perkatan Umar bin khatthab:

Islam hancur karena tergelincirnya seorang yang alim, jidalnya orang munafik dengan Al-Quran dan hukum para imam-imam yang sesat.
Maqthu’ ialah: Perkataan yang disandarkan kepada tabi’in dan orang yang setelahnya (tabiut tabiin).
Seperti perkataan Ibnu Sirin:

Sesungguhnya ilmu ini (sanad) adalah agama, maka lihatlah darimana kamu mengambil dien (sanad) mu ini.
Dan perkataan Malik:
Tinggalkanlah amalan-amalan yang tidak nampak selama tidak baik untukmu agar engkau kerjakan secara nampak.

ARSIP HASMI SOLO