Jumat, 21 September 2012

.:: DAKWAH SALAFIYYUN PALSU.

Di dalam medan dakwah yang berkembang di Indonesia saat ini terdapat beberapa da’i dan sebagian muqollidnya yang menisbahkan diri sebagai pemegang bendera salafiyyah yang mereka identikkan dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka menamakan kelompok dakwah salafiyyah karena mereka beranggapan bahwa merekalah pewaris ilmu dan pemahaman para salaf yang benar dan shahih. Diantara tokoh-tokoh da’i mereka adalah ... >>>>

Sabtu, 15 September 2012

.:: Shalat dan Sedekah Ibarat Dua Sisi Mata Uang.


sedekah dan shalatDalam surat al-Ma’arij: 19-21, Allah SWT menjelaskan bahwa sifat-sifat dasar yang umumnya dimiliki manusia adalah berkeluh kesah, gelisah, dan bakhil. Kemudian pada ayat setelahnya Allah SWT menyampaikan pada kita tentang adanya insan-insan istimewa yang dapat mengikis sifat-sifat negatif tersebut.
Golongan pertama adalah orang-orang yang konsisten dan istiqomah dalam mengerjakan shalat. Manusia yang masuk dalam kelompok ini sangat memahami bahwa yang diinginkan oleh syariat tidak hanya sekedar melaksanakan shalat tanpa makna, akan tetapi shalat yang dapat memunculkan efek positif bagi para pelakunya.
Saudaraku, perhatikan firman Allah SWT, “...dan dirikinlah shalat, karena sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar...” (al-Ankabut: 45). Inilah yang diinginkan Allah SWT, mendirikan shalat, bukan sekedar melaksanakan shalat. Ketika seorang muslim telah mendirikan shalat, maka dipastikan ia akan menjadi seorang yang shaleh moralnya.
Selanjutnya golongan kedua adalah yang dapat memenej diri sehingga tidak banyak berkeluh kesah, gelisah, dan bakhil sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ma’arij: 24-25, yang artinya, “Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia  bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”
Diantara sekian banyak golongan manusia yang terselamatkan dari tabiat negatif umumnya manusia adalah orang-orang yang secara konsisten mendirikan shalat dan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan. Bisa dikatakan bahwa informasi ini mengandung muatan perintah. Perintah mendirikan shalat secara konsisten, langsung diikuti dengan perintah bersedekah. Para sahabat begitu perhatian dengan masalah shalat dan sedekah, sehingga tak ada satu orang pun dari mereka yang menganggap remeh keterkaitan antara shalat dan zakat.
At-Thabarani meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia berkata, “Kami telah diperintahkan untuk menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Barang siapa tidak menunaikan zakat , maka ia tidak mendapatkan pahala shalat”. Pernyataan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan shalat dan sedekah yang sekali waktu diartikan zakat, hingga shalat seseorang yang enggan bersedekah tidak dianggap bermakna. Mengapa demikian? Karena shalat tersebut tidak mempunyai efek sedikitpun dalam membentuk pribadi berakhlak pelakunya. Ia hanya saleh untuk dirinya sendiri dengan shalatnya, akan tetapi ia tidak mempunyai kontribusi kebaikan yang dapat dirasakan orang lain dengan dermanya.
Saudaraku, disinilah kita semakin paham, ibadah shalat dikaitkan dengan sedekah. Shalat sebagai salah satu pondasi dasar bangunan Islam kala didirikan secara maksimal, sudah tentu akan membentuk berbagai karakter positif seorang muslim. Salah satunya sifat dermawan. Kedermawanan yang menghujam dalam diri seorang muslim terbentuk melalui proses pendekatan ibadah kepada Allah. Kala hati seorang muslim telah dekat dengan Rabb-nya, maka janji-janji Rabb-nya tentang keutamaan sedekah pasti akan ia respon dengan cepat. Ia betul-betul yakin bahwa sedekahnya tak akan membuatnya miskin. Ia yakin bahwa sedekahnya akan dibalas Allah SWT dengan balasan yang berlipat-lipat. Ia yakin bahwa sedekahnya akan menaikkan status dirinya menjadi hamba terkasih Allah SWT. (http://lazmm.org/tausiyah-islami/shalat-dan-sedekah-ibarat-dua-sisi-mata-uang)

Selasa, 11 September 2012

.:: FATWA AL-LAJNAH AD DAIMAH TENTANG ALI HASAN AL HALABY.

Fatwa Nomor: 21517, Tanggal 14/06/1421 H

Segala puji hanyalah milik Allah Ta'ala. Semoga shalawat dan salam sejahtera senantiasa terlimpah kepada seorang Nabi yang tidak ada nabi lagi sesudahnya. Amma ba'du..

Sesungguhnya Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa telah meniliti surat yang diterima oleh yang mulia Mufti Umum, yang dikirimkan oleh sebagian pemberi nasihat dari permintaan fatwa yang ditujukan kepada Majelis Umum Dewan Ulama Senior No.2928, tanggal 13/05/1421 H, perihal dua kitab yang berjudul "at-Tahdzir min Fitnah at- Takfir" dan "Shayhah Nadzir", keduanya dihimpun oleh Ali Hasan al Halabiy. Kedua kitab tersebut ternyata menyerukan kepada madzhab Irja' yang berpandangan bahwa amal perbuatan tidak termasuk syarat sahnya iman. pendapat ini dalam kitab tersebut disandarkan madzhab ahlusunnah wal jama'ah. kedua kitab mendasarkan pandanganya dengan memberikan penukilan yang telah diselewengkan dari syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, dan ulama' lainnya rahimahumullah. Oleh karena itu, para pemberi nasihat berharap mendapat penjelasan tentang kedua kitab tersebut, agar pembaca dapat mengetahui kebenaran dan menjauhi kebathilan.

Setelah lajnah (Komisi) mempelajari dan menelaah kedua kitab tersebut, jelaslah bagi lajnah bahwa kitab "at-Tahdzir min Fitnah at- Takfir" dan "Shayhah Nadzir", keduanya dihimpun oleh Ali Hasan al Halabiy, serta adanya tambahan beberapa pendapat dari para ulama' dalam muqoddimah dan catatan kakinya, maka keduanya mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Penyusun melandaskan kitab tersebut berdasarkan kepada madzhab MURJI'AH yang bid'ah lagi bathil, yang membatasi terjadinya kekufuran hanya terjadi pada Kufr al-Juhud (kufur karena penentangan), at Takdzib (kufur karena mendustakan) dan al istihlal al qalbiy (kufur karena adanya penghalaln didalam hati), seperti yang termuat pada hal.6 footnote 2 dan hal.22. Pandangan ini bertentangan dengan manhaj ahlussunnah wal jama'ah yang menetapkan bahwa kufur dapat terjadi pada i'tiqod (keyakinan), perkataan, perbuatan ataupun karena keraguan.
  2. Menyelewengkan penukilan dari Imam Ibnu Katsir rahimahulah dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah 13/118, dimana dalam footnote hal.15 penyusun menukil perkataan Ibnu Katsir bahwa "Jengis Khan mengaku bahwa Yasiq berasal dari Allah, dan ini adalah sebab kekufurannya". setelah merujuk pada kitab Ibnu Katsir yang dimaksud, ternyata tidak didapati kalimat tersebut.
  3. Kebohongan penyusun terhadap Syaikh Islam Ibnu Taymiyah rahimahullah pada hal.17-18, dimana penyusun menisbatkan kepada beliau bahwa penggantian hukum tidak menjadi kufur kecuali didasari oleh pengetahuan, i'tiqod dan istihlal. Hal ini merupakan kedustaan terhadap Syaikh Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah, padahal beliau adalah penyebar madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sedangkan madzhab mereka (termasuk penyusun) sebagaimana diketahui bersama adalah membawa madzhab murji'ah.
  4. Penyusun menyelewengkan maksud dari perkataan Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam risalah Tahkim al- Qawanin al Wad'iyyah, dimana penyususn menuduh syaikh bahwa beliau mensyaratkan adanya istihlal al qalbiy. padahal perkataan syaikh sangat jelas dan gamblang sekali, seterang cahaya sinar matahari, dan selaras dengan madzhab ahlus sunnah wal jama'ah.
  5. Komentar penyusun tentang perkataan para ulama' dengan maksud yang tidak pernah dikehendaki oleh mereka, seperti pada hal. 108 footnote 1, hal.109 footnote 21, dan hal. 110 footnote 2.
  6. Di dalam kitab tersebut, mengandung sikap meremehkan terhadap kasus berhukum tidak kepada hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala, khususnhya pada hal. 5 footnote 1, dimana penyusun beranggapan bahwa memberikan perhatian bagi terwujudnya tauhid dalam masalah hukum merupakan sikap yang sama pesis dengan kelompok Syiah Rafidhah. Hal ini adalah kekeliruan yang sangat besar sekali.
  7. Setelah meniliti risalah kedua, yaitu " Shayhah Nadzir", ternyata didapati bahwa risalah tersebut hanyalah dukungan terhadap kitab sebelumnya ( at-Tahdzir min Fitnah at-Takfir'). Oleh karena itu, maka lajnah daimah berkesimpulan pandang, bahwa kedua kitab tersebut tidak boleh (tidak layak) dicetak, disebarluaskan dan dikonsumsi sebagai bacaan, karena didalamnya mengandung kebathilan dan juga penyelewengan. Kami menasihati penyusunnya agar bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik terhadap dirinya maupun terhadap kaum muslimin (yang sesat karenanya), terutama para pemuda. Hendaknya penyusun bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu syar'i dengan berguru langsung kepada para ulama' yang terpercaya keilmuan dan kelurusan aqidahnya. Ilmu adalah amanat, yang tidak boleh didakwahkan kecuali bila selaras dengan al-Kitab dan as-Sunnah. dan Penyusun pun hendaknya membuang jauh-jauh pandangan dan sikapnya yang hobi menyelewengkan perkataan para ulama. Telah dimaklumi bahwa ruju' (kembali) kepada kebenaran adalah sebuah kemuliyaan, sekaligus merupakan kehormatan dan harga diri bagi seorang muslim.
Hanya Allahlah yang maha memberikan taufiq. semoga shalawat dan salam sejahtera senantiasa melimpah kepada Nabi kita, Muhammad Shallaahu alahi wa sallama, keluarga dan juga para sahabatnya.

Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu Syaikh
Anggita: Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahman al-Ghudyan, Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan, Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zayd.

Minggu, 09 September 2012

.:: Tragedi WTC Adalah "Kebohongan Besar".


Peristiwa 11 september memang sudah lama berlalu. tapi masih banyak misteri yang belum terpecahkan di balik peristiwa tersebut.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menuding bahwa Tragedi 11 September adalah "bohong besar" dan menjadi alasan bagi Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan perang atas teror.

"11 September itu merupakan suatu kebohongan besar dan menjadi alasan bagi perang melawan teror dan pembuka invasi ke Afganistan," kata Ahmadinejad merujuk kepada rangkaian serangan teroris di dua kota AS pada 11 September 2001, yang menghancurkan kompleks menara kembar World Trade Center di New York dan merusak sebagian kantor Departemen Pertahanan (Pentagon).

Sebenarnya Ahmadinejad sudah beberapa kali mempertanyakan kesahihan pernyataan pemerintah AS dalam menanggapi serangan teror 11 September. Namun, baru kali ini dia menyebut tragedi itu "kebohongan besar."

Dia juga mempertanyakan identitas para korban yang tewas akibat serangan itu. Menurut Ahmadinejad, Amerika tidak pernah mempublikasikan nama-nama korban. Padahal, dalam suatu acara peringatan tragedi itu di New York pada 2007, pengisi acara secara lantang menyebutkan nama 2.750 korban yang tewas.

selain ahmadinejed ada juga peneliti lain yang menyatakan kalau tragedi wtc adalah sebuah konspirasi AS.

Pertama, Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.

Kedua, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.

Ketiga,Prof Dr Steven E Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.

Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, yang melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut.


Teori fisika Jones tersebut tentunya sangat bertentangan dengan hasil penelitian FEMA, NIST dan 9-11 Commision bahwa penyebab utama keruntuhan gedung-gedung tersebut adalah api akibat terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh.

Dalam paper yang juga dipublikasikan pada pertengahan November lalu oleh situs harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City, Jones satu persatu mencoba memberi keyakinan bahwa tidak mungkin hanya api yang memporakporandakan gedung berkonstruksi baja tersebut.

Pengakuan CIA Bahwa Al-Qaeda Adalah Rekayasa Semata

Dalam sebuah film dokumenter pembunuh BBC berjudul “The Power of Nightmares” pejabat tinggi CIA secara terbuka mengakui bahwa Al-qaeda sepenuhnya merupakan rekayasa yang tidak pernah ada juntrungannya. Pemerintahan Bush memerlukan sebuah alasan logis sesuai Undang-undang sehingga mereka bisa mencari kambing hitam “orang tidak baik sesuai pilihan mereka” – “the bad guy of their choice” yaitu Undang-undang yang telah diberlakukan dalam rangka melindungi kita dari demonstrasi dan “organisasi kriminal” seperti Mafia. Mereka membayar Jamal al Fadl ratusan ribu dolar agar membuat ceritera mengenai Al-Qaeda untuk Pemerintah Amerika Serikat, sebuah “kelompok” atau organisasi kriminal yang mereka bisa kejar “menurut hukum”.

 Alasan Yang menguatkan lagi adalah lebih dari 4,000 pegawai keturunan Yahudi absen tidak masuk kerja pada hari yang naas tersebut.
betul-betul mengherankan.

apakah perisriwa 11 september di lakukan  oleh teroris ? ataukah Ternyata semuanya hanyalah konspirasi george bush untuk menyerang afganistan dan Irak ?
saya hanya tampilkan data yang saya peroleh. kesimpulan biar teman2 sendiri yang menilai..
jangan lupa kasih komen yah

Bagi yang belum puas dengan alasan di atas anda bisa lihat gambar-gambar  pada saat kejadian yang  menunjukan kalau tragedi  WTC adalah sebuah rekayasa.
[beritahebohterkini]

Sabtu, 01 September 2012

.:: ANTARA IRAN, FILM "THE INNOCENCE OF MUSLIMS" DAN PHOTO RASULULLAH SAW.

Foto: ANTARA IRAN , FILM "THE INNOCENCE OF MUSLIMS" DAN PHOTO RASULULLAH 

( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi'ah )

Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak.Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:
Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?

MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

PERTAMA : 
إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24

"Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!." (menurut mereka 'Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

KEDUA : 
At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

KETIGA : 
Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi  sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut : 
http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

KEEMPAT : 
SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut : 
Ayatusyaithan Al-Khomeini  berkata :

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

"Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar" [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]

 KELIMA : 
Mereka (Syi'ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita : 
Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ' Muhammad Shallallahu alaihi wasallam' Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. 
http://almokhtsar.com/node/80642

Tanda Tanya semakin besar : Dalam referensi2 utama, dan dari fakta2 serta perbuatan nyata kaum syi'ah, mereka sedikit pun tdk memiliki penghormatan kepada Rasulullah..
Lantas apa arti 'sensasi demonstrasi' Iran dan Hizbullah  ?
Wallahu a'laam
( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi'ah )

Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak. Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:
 
Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?

MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

PERTAMA : 

إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24

"Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!." (menurut mereka 'Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

KEDUA :
 
At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

KETIGA :
 
Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut :
http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

KEEMPAT :
 
SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut :
Ayatusyaithan Al-Khomeini berkata :

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

"Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar" [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]
 
KELIMA :
Mereka (Syi'ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita :
Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ' Muhammad Shallallahu alaihi wasallam' Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
http://almokhtsar.com/node/80642

Tanda Tanya semakin besar : 
Dalam referensi-referensi utama dan dari fakta-fakta serta perbuatan nyata kaum syi'ah, mereka sedikit pun tdk memiliki penghormatan kepada Rasulullah..
Lantas apa arti 'sensasi demonstrasi' Iran dan Hizbullah ?
Wallahu a'lam..

ARSIP HASMI SOLO