Senin, 29 Agustus 2016

Istiqomah di Jalan Da'wah!


MENINGGALKAN dakwah itu perkara gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya saja. Tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan. Tidak merespon saat dihubungi. Bersikap masa bodoh terhadap aktivasi. Tidak datang saat diundang. Sembunyi ketika dimobilisasi. Intinya, bersikap cuek dan masa bodoh saja. Tenggelam dalam aktivitas yang memuaskan diri. Dengan cara demikian lambat laun kita akan meninggalkan (atau barangkali lebih tepat — ditinggalkan dakwah). Gampang sekali. Tapi apa manfaatnya bagi kita mengambil sikap demikian?

Benar, meninggalkan dakwah itu perkara yang mudah. Tapi saya sangat yakin, jauh lebih mudah lagi bagi Allah ta’ala untuk mencari pengganti yang jauh lebih baik daripada mereka yang memutuskan untuk ‘pensiun’ dari dakwah. Para pengganti itu akan menggerakkan dakwah jauh lebih ikhlas dan bersemangat. Ya, sangat mudah bagi Allah untuk melakukannya. Sangat mudah. Tidak ada sedikit pun kerugian bagi dakwah ketika seseorang resign darinya. Dakwah akan terus berjalan, ada atau pun tanpa kita.

Sekali lagi kita bertanya, apa manfaatnya bagi hidup kita? Dakwah memang tidak memberi tumpukan harta. Bahkan bisa jadi kitalah yang mesti menyisihkan dari yang Allah karuniakan pada kita untuk menggerakkan dakwah. Tapi di sanalah kita menemukan makna yang indah. Kita terlibat dalam dakwah bukan untuk memperoleh harta berlimpah. Kita ingin mendapatkan keridlaan Allah, sehingga dengannya hidup kita bertabur barakah.

Sekiranya kita memilih ‘masa bodoh’ dan resign dari dakwah, sungguh ada satu hal yang dikhawatirkan: dicabutnya barakah dari hidup kita. Direnggutnya rasa qanaah terhadap harta dari diri kita. Tiba-tiba saja kita berubah menjadi orang yang sangat ‘kemaruk’ dan rakus terhadap duniawi, secuil apapun ia. Lalu aktivitas dakwah ditinggalkan. Forum-forum pembinaan mulai diabaikan.

Sebagai gantinya proyek-proyek materi menjadi lebih diutamakan.

Dalam situasi demikian (kadang) seseorang masih merasa berkebajikan. Padahal, yang dilakukannya tidak lebih dari aktivitas remeh yang disesaki oleh hasrat yang besar terhadap uang. Semakin dikejar, rasa puas tak pernah akan terpenuhi. Tiba-tiba juga kebutuhan tak bisa tercukupi, padahal pendapatan lebih banyak dari sebelumnya. Jika hal demikian yang terjadi, alangkah baik, sekiranya kita berhenti sejenak. Menelisik kondisi diri.



Jangan-jangan kebarakahan itu telah dicerabut dari hidup kita. Na’udzubillahi min dzalik.

Setiap saat kita memang perlu menelisik diri. Jika ada benih-benih bergesernya orientasi, mari diluruskan kembali. Saat kelesuan mulai tumbuh, segera pupus dengan semangat beramal. Ketika kejenuhan mulai melanda, perlulah silaturahmi agar ada penyegaran dan suntikan semangat membara.

Memperturutkan kelesuan dan kemalasan beraktivitas dakwah hanya mendatangkan situasi yang semakin berat. Lambat laun seseorang berkemungkinan ‘resign’ tanpa pamitan.

Dalam situasi demikian, ia tidak menyadari bahwa ada yangi berbeda dari cara berpikir, berasa, dan juga bertindak. Mulailah ia bersikap seperti penumpang dan mulai menanggalkan mental seorang sopir (driver) yang bersemangat, pantang menyerah dan berkeluh kesah, berorientasi untuk mencari solusi, dan memilih untuk tidak menghujat serta menghakimi.

Saking mudahnya meninggalkan dakwah, alasan apapun bisa dikemukakan.

Seseorang dapat mengelabuhi murabbi atau qiyadah dakwah dengan alasan yang tampak masuk akal: bisnis, kerja, urusan keluarga, atau apapun. (Qs. Al Fath: 11 & Al Ahzab: 13). Tapi sungguh, Allah yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita.

Apakah alasan-alasan itu benar adanya, ataukah muncul dari kelemahan diri dan hasrat kuat untuk menghindar dari amanah. Lagi-lagi, kita memang perlu banyak menelisik diri sendiri.

Jika hari-hari ini kita mulai tampak lesu dan tidak bergairah di jalan dakwah, forum-forum pembinaan juga terasa gampang ditinggalkan, kontribusi yang mesti diberikan juga terasa berat ditunaikan, kerinduan bertemu ikhwah tergantikan dengan hasrat kuat untuk mengejar duniawi, atau teramat nyinyir dan antipati memandang dakwah serta komunitas kebaikan lainnya, rasa-rasanya kitalah yang lebih butuh untuk menerima banyak nasihat dibandingkan orang lain.

Sungguh, tak ada manfaat yang dapat diperoleh dari meninggalkan dakwah, kecuali hidup yang tercerabut dari memperoleh barakah. Hari-hari ini ketika waktu istirahat bagi sejumlah ikhwah terasa amat singkat, kita sungguh merasa malu. Sebagian kita masih bersantai-santai, bahkan membiarkan diri dalam lalai. Ya, ada banyak di antara kita, termasuk saya, yang lebih butuh nasihat.

Semoga Allah jadikan kita generasi yang Allah kokohkan di jalan dakwah ini, terus kokoh, semakin kokoh hingga husnul khotimah. Aamiin. [rf/Islampos] 

Sabtu, 27 Agustus 2016

BEDAH BUKU SIROTULMUSTAQIM - MASJID NURUL IMAN KALITAN SURAKARTA


Mari meniti SIROTULMUSTAQIM..!!
_______________________________
Apakah SIROTULMUSTAQIM itu?
...
Demikian pentingnya kah SIROTULMUSTAQIM, sehingga kita diperintahkan untuk memohonnya kepada Alloh subhanahu wata'ala minimal sebanyak 17 X setiap hari?
...
Demikian mahalnya kah SIROTULMUSTAQIM, sehingga Iblis la'natullohu 'alayh semenjak terusir dari Surga rela menghabiskan seluruh waktunya hingga hari kiamat hanya untuk menghalang-halangi manusia dari meniti SIROTULMUSTAQIM?
_______________________________
HADIRILAH..!!
BEDAH BUKU SIROTULMUSTAQIM
Jalan yang Lurus.. 
Narasumber: 
Ustadz Anwar Muhadjir hafidzahulloh 
(Aktivis HASMI Cirebon)

Ahad, 28 Agustus 2016
Pukul. 09.00 WIB - Selesai
Di Masjid KALITAN | Jl. Kalitan, Kota Surakarta. (Kompleks Kediaman Presiden RI 2 - H. M. Soeharto) 

Gratis..!!
(Untuk Umum.. Ikhwan & Akhwat)
Penyelenggara:
DPW HASMI JATENG
CP. +62 856-4297-2476 (Ustadz M. Yusron Abu Ziad)

BEDAH BUKU SIROTULMUSTAQIM - MASJID NURUL IMAN KALITAN SURAKARTA


Mari meniti SIROTULMUSTAQIM..!!
_______________________________
Apakah SIROTULMUSTAQIM itu?
...
Demikian pentingnya kah SIROTULMUSTAQIM, sehingga kita diperintahkan untuk memohonnya kepada Alloh subhanahu wata'ala minimal sebanyak 17 X setiap hari?
...
Demikian mahalnya kah SIROTULMUSTAQIM, sehingga Iblis la'natullohu 'alayh semenjak terusir dari Surga rela menghabiskan seluruh waktunya hingga hari kiamat hanya untuk menghalang-halangi manusia dari meniti SIROTULMUSTAQIM?
_______________________________
HADIRILAH..!!
BEDAH BUKU SIROTULMUSTAQIM
Jalan yang Lurus.. 
Narasumber: 
Ustadz Anwar Muhadjir hafidzahulloh 
(Aktivis HASMI Cirebon)

Ahad, 28 Agustus 2016
Pukul. 09.00 WIB - Selesai
Di Masjid KALITAN | Jl. Kalitan, Kota Surakarta. (Kompleks Kediaman Presiden RI 2 - H. M. Soeharto) 

Gratis..!!
(Untuk Umum.. Ikhwan & Akhwat)
Penyelenggara:
DPW HASMI JATENG
CP. +62 856-4297-2476 (Ustadz M. Yusron Abu Ziad)

Rabu, 17 Agustus 2016

HAQIKAT DAN KEDUDUKAN TAUHID


🔘 Tauhid adalah mengesakan Alloh dalam beribadah. Tauhid merupakan tujuan dari penciptaan manusia dan jin.
📖 Alloh Berfirman:

و ما خلقت الجنّ و الإنس إلاّ ليعبدون
"Dan tidaklah Aku Ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)

📌Makna "beribadah kepada-Ku" dalam ayat di atas adalah "mentauhidkan-Ku".

📋 Ayat di atas menunjukkan bahwa hikmah penciptaan manusia bukanlah untuk tujuan duniawi; seperti berfoya-foya, berbuat semena-mena dan melampaui batas; akan tetapi untuk beribadah hanya kepada Alloh dan juga untuk diuji oleh Alloh tentang kualitas amalnya, siapakah diantara mereka yang lebih baik amalnya.

📖 Alloh Berfirman:
الّذي خلق الموت و الحيات ليبلوكم أيّكم أحسن عملا...
"Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya." (QS. Al Mulk : 2)

📋 Alloh Menguji manusia dengan perintah, larangan dan kewajiban-kewajiban syariat agar mereka beribadah kepada Alloh dengan bashiroh (tuntunan ilmu). Untuk itu, Alloh mengutus para rosul beserta kitab-kitab mereka untuk mengajarkan hak-hak mereka agar bisa memegang teguh ajaran itu.

📖  Alloh Berfirman:
و لقد بعثنا في كلّ أمة رسولا أن اعبدوا الله و اجتنبوا الطاغوت
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada setiap umat (untuk menyerukan), "Beribadahlah kepada Alloh (saja) dan jauhilah thoghut." (QS. Al Nahl: 36)

📄 Thoghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Alloh dan dia ridho. Adapun yang diibadahi, tapi dia tidak ridho, misalnya rosul dan nabi, maka tidak termasuk thoghut. Pun mereka tidak memerintah orang untuk beribadah pada dirinya.

📖 Alloh Berfirman:
و قضى ربّك ألا تعبدوا إلاّ إيّاه...
 "Dan Robbmu telah Memerintah supaya kalian jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya..."

📌 Maknanya, Alloh memerintahkan untuk tidak beribadah kecuali hanya kepada Alloh. Karena hanyalah Alloh yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Oleh karena itu beribadahlah hanya kepada-Nya, jangan menyekutukan apapun dengan-Nya, baik itu malaikat yang dekat dengan-Nya atau nabi yang diutus atau wali kekasih-Nya atau apapun namanya. Kita harus berhati-hati dan menjauhi perbuatan syirik kepada-Nya.

📰 Tauhid merupakan perintah teragung yang Alloh titahkan untuk manusia. Dan sebaliknya, Syirik adalah larangan Alloh yang terbesar bagi manusia.

📖 Alloh Berfirman:

و اعبدوا الله و لا تشركوا به شيئا
Dan beribadahlah kalian kepada Alloh (saja) dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan apapun" (QS. An-Nisa' : 36)

📖 Alloh melarang manusia dengan beberapa hal yang dimulai dengan kesyirikan karena merupakan dosa yang terbesar; lalu disusul dengan dosa2 besar lainnya yang lebih kecil dari syirik. (Lihat QS. Al-An'am : 151-153)

📰 Tauhid adalah Hak Alloh yang harus dipenuhi oleh seorang hamba. Sehingga dengannya Alloh akan penuhi hak hamba tersebut.

🍃 Mu'adz bin Jabal Rodhiyallohu 'anhu berkata:

"Aku pernah dibonceng Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku,

'Wahai Muadz, tahukah kamu apakah hak Alloh yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba-hamba-Nya yang pasti dipenuhi oleh Alloh?'
Aku menjawab, 'Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.'
Kemudian beliau bersabda,

🌸'Hak Alloh yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Alloh ialah bahwa Alloh tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.'🌸

Aku bertanya, 'Wahai Rosululloh, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?'.
Beliau menjawab, 'Jangan engkau lakukan itu. Aku khawatir mereka nanti bersikap pasrah (tidak mau beramal).'"

📚 HR. Al Bukhori (2856, 5967, 6267 dan 6500) dan Muslim (30)

____________________
HASMI JOGLOSEMAR
0813-1616-6416 | 597A47CD

HAQIKAT DAN KEDUDUKAN TAUHID


🔘 Tauhid adalah mengesakan Alloh dalam beribadah. Tauhid merupakan tujuan dari penciptaan manusia dan jin.
📖 Alloh Berfirman:

و ما خلقت الجنّ و الإنس إلاّ ليعبدون
"Dan tidaklah Aku Ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)

📌Makna "beribadah kepada-Ku" dalam ayat di atas adalah "mentauhidkan-Ku".

📋 Ayat di atas menunjukkan bahwa hikmah penciptaan manusia bukanlah untuk tujuan duniawi; seperti berfoya-foya, berbuat semena-mena dan melampaui batas; akan tetapi untuk beribadah hanya kepada Alloh dan juga untuk diuji oleh Alloh tentang kualitas amalnya, siapakah diantara mereka yang lebih baik amalnya.

📖 Alloh Berfirman:
الّذي خلق الموت و الحيات ليبلوكم أيّكم أحسن عملا...
"Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya." (QS. Al Mulk : 2)

📋 Alloh Menguji manusia dengan perintah, larangan dan kewajiban-kewajiban syariat agar mereka beribadah kepada Alloh dengan bashiroh (tuntunan ilmu). Untuk itu, Alloh mengutus para rosul beserta kitab-kitab mereka untuk mengajarkan hak-hak mereka agar bisa memegang teguh ajaran itu.

📖  Alloh Berfirman:
و لقد بعثنا في كلّ أمة رسولا أن اعبدوا الله و اجتنبوا الطاغوت
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada setiap umat (untuk menyerukan), "Beribadahlah kepada Alloh (saja) dan jauhilah thoghut." (QS. Al Nahl: 36)

📄 Thoghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Alloh dan dia ridho. Adapun yang diibadahi, tapi dia tidak ridho, misalnya rosul dan nabi, maka tidak termasuk thoghut. Pun mereka tidak memerintah orang untuk beribadah pada dirinya.

📖 Alloh Berfirman:
و قضى ربّك ألا تعبدوا إلاّ إيّاه...
 "Dan Robbmu telah Memerintah supaya kalian jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya..."

📌 Maknanya, Alloh memerintahkan untuk tidak beribadah kecuali hanya kepada Alloh. Karena hanyalah Alloh yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Oleh karena itu beribadahlah hanya kepada-Nya, jangan menyekutukan apapun dengan-Nya, baik itu malaikat yang dekat dengan-Nya atau nabi yang diutus atau wali kekasih-Nya atau apapun namanya. Kita harus berhati-hati dan menjauhi perbuatan syirik kepada-Nya.

📰 Tauhid merupakan perintah teragung yang Alloh titahkan untuk manusia. Dan sebaliknya, Syirik adalah larangan Alloh yang terbesar bagi manusia.

📖 Alloh Berfirman:

و اعبدوا الله و لا تشركوا به شيئا
Dan beribadahlah kalian kepada Alloh (saja) dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan apapun" (QS. An-Nisa' : 36)

📖 Alloh melarang manusia dengan beberapa hal yang dimulai dengan kesyirikan karena merupakan dosa yang terbesar; lalu disusul dengan dosa2 besar lainnya yang lebih kecil dari syirik. (Lihat QS. Al-An'am : 151-153)

📰 Tauhid adalah Hak Alloh yang harus dipenuhi oleh seorang hamba. Sehingga dengannya Alloh akan penuhi hak hamba tersebut.

🍃 Mu'adz bin Jabal Rodhiyallohu 'anhu berkata:

"Aku pernah dibonceng Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku,

'Wahai Muadz, tahukah kamu apakah hak Alloh yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba-hamba-Nya yang pasti dipenuhi oleh Alloh?'
Aku menjawab, 'Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.'
Kemudian beliau bersabda,

🌸'Hak Alloh yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Alloh ialah bahwa Alloh tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.'🌸

Aku bertanya, 'Wahai Rosululloh, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?'.
Beliau menjawab, 'Jangan engkau lakukan itu. Aku khawatir mereka nanti bersikap pasrah (tidak mau beramal).'"

📚 HR. Al Bukhori (2856, 5967, 6267 dan 6500) dan Muslim (30)

____________________
HASMI JOGLOSEMAR
0813-1616-6416 | 597A47CD
Http://dpdhasmisolo.blogspot.co.id/2016/08/haqikat-dan-kedudukan-tauhid.html

ARSIP HASMI SOLO