Jumat, 20 Januari 2012

.:: Pusat Dewan Islam Swiss Berencana Bangun Masjid Terbesar.

BERN – Pusat Dewan Islam Swiss (ICCS) berencana membangun masjid terbesar di ibukota negaranya, Bern. ICCS saat ini sedang berusaha mengumpulkan dana ke beberapa negara Teluk untuk mewujudkannya. Pembangunan masjid dan pusat aktivitas ibadah Ummat Islam Swiss ini diperkirakan menelan biaya 20 juta franc atau 21 juta Dolar AS.
Bangunan masjid ini terdiri dari tiga lantai. Selain ruang shalat yang mampu menampung lebih dari 500 orang, bangunan ini juga memiliki ruang konferensi, ruang pendidikan, toko, tempat parkir, ruang bawah tanah, dan taman. Dalam laman thelocal.ch, Senin (16/01/2012), Presiden Dewan Islam Swiss, Nicolas Blancho, di koran lokal mengatakan kunjungannya ke Kuwait dan Qatar, ahad lalu, untuk penggalangan dana pembangunannya.
Tahun lalu, Blancho selaku presiden ICCS juga mengunjungi Kuwait dan Qatar. Dia juga bertemu dengan para pengusaha dan pejabat di negara itu. Selain berbicara tentang bantuan rencana pembangunan masjid, pria 28 tahun ini juga membicarakan tentang pertukaran ilmu-ilmu keislaman.
Kegigihan Blancho menyiarkan Islam di negeri keju ini memang luar biasa. Pada November 2009, Blancho mendapatkan perlawanan dari pemerintah Swiss atas rencananya itu. Pejabat setempat mengeluarkan referendum untuk melarang pendirian minaret masjid dengan alasan akan mengganggu masyarakat. Namun, ia tak mundur dan terus menjalankan proyeknya yang akan rampung beberapa tahun lagi.
Selain pembangunan masjid terbesar, ICCS juga memiliki berbagai proyek pengembangan Islam lain, seperti mendirikan sebuah sekolah Islam di Swiss dan biro perjalanan haji dan umrah ke Makkah dan Madinah.
Kelompok muslim Swiss yang tergabung dalam ICCS didirikan dua setengah tahun lalu oleh sekelompok kecil para mualaf muda asli Swiss. Kehadiran kelompok Islam Swiss ini juga sebagai bentuk perjuangan terhadap referendum pelarangan aktivitas muslim di negara tersebut. Saat ini, ICCS memiliki 2.000 anggota, dan telah mengorganisir beberapa kegiatan aktivitas muslim di Bern. Menurut data sensus 2001, jumlah muslim di Swiss telah mencapai 5 % dari total delapan juta penduduk Swiss. (Admin-HASMI/rep).

.:: Memprihatinkan! Warga Nahdhiyyin Ikut Gandrungi “Rebo Wekasan”.

BANDUNG – Sejak pukul 07:00 WIB, Kota Bandung telah di warnai oleh ribuan warga dan siswa/i sebuah Yayasan di Jln. Sasakgantung. Sejak pagi itu, mereka sudah berkumpul di masjid dan kemudian melaksanakan shalat sunnah serta memanjatkan do’a agar tidak terhindar dari mara bahaya pada Rebo Wekasan yang jatuh pada Rabu kemarin (18/01/2012).
Parahnya lagi, acara Rebo Wekasan ini seakan telah menyerupai ‘Valentine Day’. Seperti yang telah di lakukan oleh siswa-siswi TK dan SD di daerah Sasakgantung yang melakukan tukar-menukar makanan kecil yang di bawanya dari rumah. “Saya bawa keripik dari rumah lalu di sekolah ditukarkan dengan roti yang dibawa teman sekelas,” ungkap seorang siswa SD setempat.
Hal yang sama juga dilakukan ratusan jemaah yang berkumpul di Masjid Nurussalam Jln. Dewi Sartika tak jauh dari eks Terminal Kebon Kalapa. Jemaah selepas salat Subuh melakukan berbagai doa, salawat, dan salat sunah meminta dijauhkan dari bencana yang akan menimpanya.
Bagi sebagian mereka, kalangan ‘Nahdliyyin’ (NU) meyakini kalau saat Rabu Wekasan yang merupakan Rabu terakhir pada bulan Safar terjadi ribuan bencana di dunia ini.
“Wekasan, pungkasan, atau ‘panungtung’ dalam Bahasa Sunda artinya terakhir. Yakni, peristiwa dihancurkannya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Assalaam, KH. Lukman Hakim, Rabu (18/1/12).
Rabu Wekasan erat kaitannya dengan beberapa peristiwa atau sejarah umat terdahulu yang bisa terjadi pada umat saat ini. “Boleh dikata Rabu Wekasan merupakan hari sial atau naas yang merupakan penamaan yang salah satunya merujuk kepada Q.S. Fushilat: 15-16, dan Q.S. Alqamar: 19,” katanya.
Menurut Lukman, sebagian ulama yang arif ahli mukasyafah menyatakan pada Rabu terakhir bulan Safar diturunkan sekitar 320.000 bencana. “Hari itu merupakan hari yang paling sulit dibandingkan hari-hari lain di tahun itu sehingga kita melaksanakan amalan terutama sedekah untuk menolak bencana. Sedekah bisa berbentuk makanan,” papar Lukman.
Amalan-amalan yang dilakukan saat Rabu Wekasan, kata Lukman, di antaranya membanyak berdoa, salawat, dan salat sunah. “Kita juga dianjurkan membaca Alquran khususnya Q.S. Yasin atau surat-surat lainnya agar terhindari dari bencana,” pungkasnya. (Admin-HASMI/PR/kur).


Sumber : http://hasmi.org/memprihatinkan-warga-nahdhiyyin-ikut-gandrungi-rebo-wekasan/

ARSIP HASMI SOLO