Senin, 14 Januari 2013

.:: Penitian Sunnah Nabi .

 
Seruan menghidupkan sunnah nabi dan mematikan geliat bid'ah juga termasuk inti da'wah yang utama. Kebangkitan tanpa adanya titian kepada sunnah nabi pada haqikatnya bukanlah kebangkitan dalam Islam, karena sunnah nabi shollallohu 'alayhi wasallam termasuk pilar utama dalam kebangkitan Islam, tanpanya bisa dipastikan bahwa Islam tidak akan bangkit dari keterpurukannya.

Shahabat 'Urwah rodhiyallohu 'anhu berkata dalam al-I'tishom;
"Ikutilah sunnah, ikutilah sunnah, karena sesungguhnya sunnah itu tonggak penegak agama."

Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata:
"Ada dua pilar yang sangat agung bagi kita semua: Pertama, kita tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Alloh Ta'ala. Kedua, kita tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya berdasarkan apa yang telah disyari'atkan-Nya (melalui rosul-Nya), tidak beribadah dengan suatu bid'ah. Dua pilar ini tiada lain merupakan realisasi dari dua kalimat syahadat."

Ketika bid'ah sang perusak sunnah ummat ini dilakukan oleh mayoritas kaum muslimin, maka jangan harap kebangkitan Islam akan terwujud, karena bid'ah adalah adalah pemecah -belah ummat dan seburuk-buruk perkara dalam agama. Tak mungkin kebaikan dan keburukan terkumpul dan menyatu dalam Islam, karena Islam adalah kumpulan kebaikan yang datang dari Dzat yang Maha Baik yaitu Alloh subhanahu wata'ala.

Rosululloh shollallohu 'alayhi wasallam bersabda tentang keburukan bid'ah ini:
"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad. Dan perkara yang paling buruk adalah perkara baru yang diada-adakan dan seluruh bid'ah adalah sesat.". (HR, Muslim)

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO