Senin, 30 Juli 2012

.:: Sumber Hukum Islam yang Murni.


Salah satu dasar manhaj Ahlus Sunnah yang sangat penting adalah menimba pemahaman Islam atau hidâyah dari sumber yang benar. Satu-satunya sumber yang mutlak benar dalam Islam adalah wahyu Alloh yang berbentuk al-Qur’an dan al-Hadits (as-Sunnah), yang harus dirujukkan (disandarkan pemahamannya) kepada Alloh dan Rosul-Nya.

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul-Nya, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Alloh (al-Qur’an) dan Rosul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisa’ [4]: 59)

Sumber agama Islam dengan segala seginya adalah wahyu Alloh dalam bentuk al-Qur’an dan Hadits yang shohih. [1]

Dalil yang lain dari prinsip dasar ini adalah Firman Alloh SWT :

“Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang amat lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. al-Isro` [17]: 9)


“Apa yang diberikan Rosul kepada kalian maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh sangat keras hukumanNya.” (QS. al-Hasyr [59]: 7)

Rosululloh SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَ سُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khalifah Rasyidin (yang terarahkan) dan mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah hal tersebut dengan gigi geraham”.[2]


Alloh SWT berfirman:

“Dan Alloh telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Sesungguhnya karunia Alloh sangat besar atasmu.” (QS. an-Nisa’ [4]: 113)

*). Arti Hikmah disini adalah as-Sunnah.

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. an-Najm [53]: 4)
*). Ini berarti bahwa hadits-hadits Rosululloh pun adalah wahyu dari Alloh.

Rosululloh SAW bersabda:

اَلاَ اِنِّى اُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ

“Ketahuilah sesungguhnya aku diberikan al-Qur`an dan yang sejenisnya (Sunnah) bersama-sama dengannya”.[3]


Hasan bin `Athiyah berkata:

كاَنَ جِبْرِيْلُ يَنْزِلُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ بِالسُّنَّةِ كَمَا يَنْزِلُ عَلَيْهِ بِاْلقُرْآنِ وَيُعَلِّمُهُ إِيَّاهَا كَمَا يُعَلِّمُهُ اْلقُرْآنَ

“Jibril turun kepada Rosululloh membawa sunnah sebagaimana dia turun membawa al-Quran. Dia pun mengajarkan kepada beliau sunnah sebagaimana dia mengajarkan Beliau al-Qur`an”.[4]


Pengikutan pada keduanya adalah pengikutan pada khabar dari Alloh dan tuntunan-Nya. Tidak ada suatu pun yang boleh menyaingi dan menandingi keduanya, tiada pertentangan di antara keduanya. Kalau terbayang adanya pertentangan dalam kaca mata kita, maka hal itu disebabkan oleh kesalah-pahaman (yang bisa disebabkan oleh banyak hal, terutama adalah kejahilan) atau hadits yang tidak shohih.


_________________________________________________

[1] Lihat kitab "Manhaj Al Istidlal `ala Masail Al I`tiqod `Inda Ahli As Sunnah wa Al Jama`ah", karya `Utsman bin `Ali Hasan : 1/ 40-44
[2] (HR. Abu Daud, no. 3607; Tirmidzi, no.2678; dan dia berkata, “Ini hadits hasan shohih”, Ibnu Majah, no.43; serta dishohihkan oleh Syeikh Al-Albani, dalam Shohih Sunan Ibnu Majah, no.40-41)
[3] (HR. Abu Daud, no.4604; Imam Ahmad, 4/130; Ibnu Hibban, no.11; dan Tirmidzi, no.2666; dia berkata, “Ini hadits hasan ghorib dari jalan tersebut”, serta dishohihkan oleh Syeikh Al Albani, dalam Shohih Ibnu Majah, no.12)
[4] (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam Al Marosil, no.536; Syaikh Su`aib Al Arnauth berkata, “Rijalnya tsiqot, rijal Syaikhoin.”)

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO