Bagaimana tidak, meskipun mengetahui
acaranya di Balai Soedjatmoko pada 8 Mei 2012 telah dibatalkan atas
desakan umat Islam Surakarta, Irshad Manji tetap berupaya nekad untuk
tetap melakukan kunjungan dan menyampaikan gagasannya di kota Bengawan.
Informasi itu terungkap dari
pernyataannya yang ditulis dalam akun Twitter-nya sesaat setelah
mendarat di Jakarta, Kamis sore, 3 Mei 2012.
“There r protests, but I will NOT drop Solo event. If I have to show up *outside* instead of inside, so be it. Join me.” tulis Irshad Manji melalui akun Twitter-nya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
acara Irsahd Manji dibatalkan oleh panitia setelah memperoleh desakan
dari sejumlah warga Solo yang tergabung dalam Laskar Umat Islam
Surakarta (LUIS).
Irshad Manji
Dalam salah satu buku yang ditulisnya, Irshad mencaci maki Nabi Muhammad SAW, ”Sebagai
seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat
untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi
sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa
yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang
memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat
sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat
tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat
tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad
telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang
sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” tulisnya dalam buku Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini hal. 96-97.
Kedatangan Irshad Manji di Indonesia
adalah dalam rangka mengkampanyekan ide dan pemikiran feminisme,
lesbianisme dalam Islam, dan liberalisme yang diusungnya ke sejumlah
perguruan tinggi Islam, antara lain UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan UMS
Solo. (Admin-HASMI/MsDy).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar