Rabu, 09 Mei 2012

.:: TAUHIDULLOH (Mengesakan Alloh ).

· Arti Tauhid.

Tauhid adalah mengesakan Alloh dalam rububiyah-Nya, yaitu dalam perbuatan-perbuatan ketuhanan-Nya, dan dengan mengesakan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta mengesakan Alloh pada hak-hak-Nya sebagai Ilah (Tuhan) untuk seluruh alam.

· Lawan tauhid adalah syirik.

Yaitu menyekutukan Alloh dalam rububiyah-Nya atau dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta hak-hak ke-Ilahan-Nya, atau menyekutukan pada salah satu atau sebagiannya. 

· Kedudukan Tauhid.

a. Tauhid merupakan tujuan penciptaan manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” [QS. adz-Dzariyat (51): 56]

b. Alam semesta berdiri di atas tauhid.

لَوْكَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Alloh, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Alloh yang mempunyai ‘Arsy (singgasana) dari pada apa yang mereka sifatkan.” [QS. al-Anbiya’ (21): 22] 

c. Siapa yang berbuat syirik dan meninggalkan tauhid, maka akan kekal di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zôlim itu seorang penolong pun.” [QS. al-Ma’idah (5): 72] 

d. Alloh tidak mengampuni dosa syirik, bila pe-lakunya mati sebelum taubat. 

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dike-hendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutu-kan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. an-Nisa’ (4): 48]

e. Siapa yang memegang tauhid dan tidak berbuat syirik, akan masuk surga. 

Rosululloh bersabda:
“Seorang laki-laki dari umatku dipanggil di hada-pan para makhluk pada hari kiamat. Kemudian ditampakkan kepadanya 99 lembar catatan. Setiap lembarnya sejauh mata memandang. Kemudian dikatakan padanya: ‘Apakah engkau mengingkari ini?’. Ia berkata: ‘Tidak, wahai Robb!’. Lalu dikatakan: ‘Apakah engkau memi-liki suatu kebaikan?’. Maka laki-laki itupun ter-tunduk karena haibah (keagungan Alloh) sambil berkata: ‘Tidak wahai Robb!’. Maka dikatakan: ‘Tidak demikian. Karena engkau masih memiliki kebaikan di sisi Kami, dan kamu tidak akan dizolimi!’. Maka dikeluarkan untuknya sebuah bitoqoh (kartu amal) yang di dalamnya ada ke-saksian ‘Asyhadu an La Ilaha illalloh wa Asyhadu anna Muhammadar Rosululloh . Maka orang itu berkata: ‘Wahai Robbku, apakah artinya bitoqoh seperti ini?’. Maka dikatakan: ‘Kamu tidak akan dizolimi.’ Kemudian 99 lembar ca-tatan-catatan diletakkan dalam satu timbangan dan bitoqoh dalam timbangan yang lain, maka bitoqoh itupun lebih berat.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

f. Tauhid merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa.

Dari Anas bin Malik , ia mendengar Rosu-lulloh bersabda bahwa Alloh berfirman (dalam hadits Qudsi):
(( ...يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً ))
“Wahai anak cucu Adam, seandainya engkau datang menemui-Ku dengan membawa kesala-han (dosa) sepenuh bumi namun dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun (tidak syirik kepada-Ku), niscaya Aku akan me-nemuimu dengan membawa magfiroh (am-punan) sepenuh bumi pula!” (HR. Tirmidzi)
 
Demikian agung dan pentingnya kedudukan tauhid dalam Islam dan demikian sangat berbahaya pelang-garannya, yaitu syirik. Bahkan seluruh ritual peri-badatan dalam Islam adalah realisasi dari tauhid itu sendiri, dan tujuannyapun harus tauhid! Jika tidak demikian, maka sia-sialah seluruh peribadatan tersebut.

Untuk lebih menyelami keterkaitan hubungan antara tauhid dengan sirotulmustaqim, mari kita renungi bersama ayat-ayat berikut: 

وَإِنَّ اللهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ

“Sesungguhnya Alloh adalah Robbku dan Robb kalian, maka sembahlah (ibadahilah) ha-nya Dia. Ini adalah sirotulmustaqim (jalan yang lurus).” [QS. Maryam (19): 36] 

وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

“Dan hendaklah kalian menyembah-Ku (beriba-dah kepadaku saja). Inilah sirotulmustaqim (jalan yang lurus).” [QS. Yasin (36): 61]
.:: Sebuah Gerakan Kebangkitan ::.

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO