Penyimpangan demi penyimpangan terus bergulir. Dan penyimpangan yang
sampai pada derajat kekafiran adalah sebuah keterpurukan yang sangat
dahsyat. Namun Alloh senantiasa mengutus para nabi-Nya setiap kali
manusia berada dalam jurang keterpurukan, hal ini untuk sebuah misi
kebangkitan menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Gelombang keterpurukan
dan kebangkitan senantiasa terjadi silih berganti hingga sampailah Nabi
Muhammad diutus untuk seluruh manusia di saat kegelapan meliputi dunia.
Dakwah Nabi menghasilkan orang-orang yang mengijabahi dan menjadi
pelopor kebangkitan umat manusia setelahnya, sisanya tetap dalam
kekufuran dan bahkan menjadi musuh dakwah.
Bukan berarti bahwa
umat yang mengijabahi dakwah Nabi Muhammad adalah umat yang tidak
terancam dengan penyimpangan dan terlepas dari sunnatulloh.
Sungguh sejak dini Alloh telah memperingatkan agar bersatu, berpegang
teguh dengan tali Alloh dan tidak berpecah belah (menyimpang dari
kemurnian), sebagaimana firman Alloh :
“Dan berpegang-teguhlah
kalian semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kalian
bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepada kalian ketika
dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hati
kalian, lalu jadilah kalian orang yang bersaudara; karena nikmat-Nya dan
kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan
kalian darinya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepada
kalian, agar kalian mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran [3]:103)
Nabi Muhammad pun telah berwasiat untuk berpegang teguh dengan sunnahnya:
(( أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرُعَلَيْكُمْ عَبْدٌحَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا.
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ
الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ
وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ))
“Aku
wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Alloh dan dengar serta
taatlah walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habsyi.
Sesungguhnya orang yang hidup dari kalian sepeninggalku akan melihat
penyimpangan yang banyak, maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan
sunnahku dan sunnah para khulafa rasyidin al-Mahdiyin, pegang teguhlah
ia dan gigitlah dengan gigi geraham (benar-benar berpegang teguh). Dan
jauhilah urusan-urusan baru (syari’at baru), sebab semua yang baru
adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud)
Maka
sepeninggal Nabi Muhammad penyimpangan pun dimulai, umatnya ada yang
murtad, keluar dari Islam dan para sahabat telah memerangi mereka di
bawah pimpinan Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq . Kemudian disusul
penyimpangan demi penyimpangan dari kemurnian sebagai firqoh dhollah (golongan sesat) walaupun belum keluar dari Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad :
((...وَسَتَفْتَرِقُ
أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهَا فِى النَّارِ
إِلاَّ وَاحِدَةً قَالُوْا: مَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ
كَانَ عَلَى مَا أَنَا عَلَيْهِ وَ أَصْحَابِيْ.))
“...dan
umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga kelompok keagamaan.
Seluruhnya berada di api neraka, kecuali satu kelompok. Mereka (para
sahabat) bertanya; ”Siapakah satu kelompok itu wahai Rosululloh?” Beliau
menjawab: “Mereka yang mengikuti jejakku dan jejak sahabat-sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi No: 2643, Al-Hakim dalam al-Mustadrok: 1/218 dan Al-lalikai: 1/99)
“Terpecah..!!” Itulah kenyataannya…
Hadits
perpecahan umat ini adalah bukti nubuwwah Nabi , sebab realita telah
menunjukkan adanya perpecahan umat sejak dini dan terus disusul dengan
perpecahan-perpecahan yang menghasilkan firoq dhollah (golongan-golongan sesat) lainnya hingga sekarang dan akan terus terjadi hingga hari kiamat.
Perpecahan pertama terjadi pada sekitar tahun 37 H pada masa kekhi-lafahan Ali bin Abi Thalib tepatnya, ketika peristiwa tahkim bi kitabillah
(berhukum dengan Kitab Alloh). Keluarlah Khawarij dari jama’atul
muslimin lalu disusul pada masa setelahnya oleh Syi’ah, Murji’ah,
Mu’tazilah, dan lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar