Kamis, 12 Januari 2012

KEUTAMAAN SHOLAT JAMA’AH

Sholat berjamaah lebih utama dari pada sholat sendirian dengan pahala dua puluh tujuh derajat. Dalam versi lain disebutkan bahwa sholat berjama’ah lebih utama dua puluh lima derajat. Pahala yang melimpah bagi siapa saja yang melangkahkan kakinya menuju sholat berjama'ah. Para malaikat berkumpul di waktu sholat Subuh dan Ashar dan memintakan ampun bagi yang menghadirinya. Sebanding dengan sholat separuh malam atau semalam suntuk. Terbebas dari api neraka dan sifat nifak.
Rosululloh bersabda:
((صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً)) وَفِي رِوَايَةٍ ((بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً))
Sholat berjama’ah lebih utama dari sholat sendirian dengan dua puluh derajat. (HR. Bukhori dan Muslim) Riwayat lain menyebutkan, Dua puluh lima derajat. (HR. Bukhori)
Orang yang merugi adalah orang yang tidak mengerjakan sholat berjama'ah karena satu kali menunaikan sholat berjama'ah pahalanya dua puluh tujuh derajat. Tidak mungkin ada orang yang akan mening-galkannya, lalu ia lebih memilih sholat yang pahalanya hanya sebagian dari dua puluh tujuh bagian tersebut kecuali hanya orang yang merugi.
Rosululloh bersada:
(( إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى ))
Orang yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah orang yang paling jauh berjalannya. (HR. Muslim)
Pahala melimpah yang akan diperoleh siapa saja yang berjalan menuju masjid ini, tidak hanya diperoleh saat menuju masjid saja, tetapi ketika kembali pun akan mendapatkannya.
Rosululloh bersabda:
(( مَنْ رَاحَ إِلَى مَسْجِدِ الْجَمَاعَةِ فَخَطْوَةٌ تَمْحُو سَيِّئَةً وَخَطْوَةٌ تُكْتَبُ لَهُ حَسَنَةٌ ذَاهِبًا وَرَاجِعًا ))
Barangsiapa berangkat di sore hari menuju masjid untuk mengerjakan sholat berjamaah, maka setiap langkah kakinya akan menghapuskan satu kejelekan, sedangkan langkah kaki yang lain akan dituliskan baginya satu kebaikan, baik ketika berangkat maupun pulang. (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Malaikat adalah makhluk mulia yang senantiasa melaksanakan perintah Robb mereka dan tak pernah bermaksiat kepada-Nya. Mereka memohonkan ampun kepada Alloh bagi siapa saja yang menghadiri sholat Shubuh dan Ashar secara berjama’ah. Hal ini merupakan keistimewaan luar biasa.
Rosululloh bersabda:
((يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ ))
Para malaikat malam dan malaikat siang akan selalu bergiliran mengawasi kalian. Mereka berkumpul di waktu sholat Subuh dan Ashar. Kemudian para malaikat yang berjaga di malam hari untuk mengawasi kalian naik (ke langit). Alloh pun bertanya kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui tentang kondisi mereka (hamba-hamba-Nya): Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku saat kalian tinggalkan? Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka sedang dalam keadaan sholat dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan sedang sholat. (HR. Bukhori dan Muslim)
Kaum muslimin akan berdecak kagum bila memaknai arti sholat berjama’ah, apalagi sholat Isya dan Shubuh. Sholat Isya yang dikerjakan secara berjama’ah sebanding dengan sholat separuh malam. Demikian pula, sholat Shubuh yang dikerjakan secara berjama’ah sebanding dengan sholat semalam suntuk.
Rosululloh bersabda:
((مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ))
Barangsiapa sholat Isya berjama’ah, maka seakan-akan ia sholat separuh malam. Dan barangsiapa sholat Shubuh berjama’ah, maka seakan-akan ia sholat semalam suntuk. (HR. Muslim)
Salah satu manfaat sholat berjama’ah adalah bahwa siapa saja yang mampu menjaga sholatnya selama 40 hari tanpa pernah tertinggal takbiratul ihram, maka Alloh akan menuliskan baginya dua kebebasan, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat nifak.
Rosululloh bersabda:
(( مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ ))
Barangsiapa yang sholat hanya karena Alloh selama empat puluh hari dengan berjama’ah dan selalu mendapatkan takbiratul ihram, niscaya akan ditulis baginya dua kebebasan, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari nifak. (HR. Tirmidzi)
Ancaman Meninggalkan Sholat Berjama’ah
Setan menguasai daerah yang di dalamnya tidak didirikan sholat berjama’ah. Menyerupai orang munafik. Rosululloh hendak membakar rumah-rumah yang penghuninya tidak mendirikan sholat berjama’ah. Dan ditutupnya hati. Begitulah balasan buruk bagi mereka yang meninggalkan sholat berkama’ah.
Bila penduduk suatu daerah tak ada satu pun yang mendirikan sholat berjama’ah, maka setan mudah mencengkram, menguasai, dan menjerumuskan mereka kepada kebinasaan.
Rosululloh bersabda:
(( مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلاَةُ إِلاَّ قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ ))
Tidaklah ada tiga orang di suatu kampung atau daerah yang tidak mendirikan sholat, melainkan setan benar-benar telah menguasai mereka. Maka hendaklah kalian selalu berjama’ah, karena serigala itu hanya akan memakan domba yang sendirian. (HR. Ahmad, Adu Dawud dan Timidzi)
Rosululloh bersabda:
(( لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنْ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا ))
Tidak ada sholat yang lebih berat dikerjakan oleh orang-orang munafik selain sholat Shubuh dan Isya. Padahal, seandainya mereka mengetahui keutamaan apa yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatangi-nya walaupun harus dengan merangkak.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Rosululloh bersabda:
(( وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ ))
Dan aku sangat ingin memerintahkan sholat, lalu dikumandangkan iqamat dan kuperintahkan seseorang untuk mengimami para jama’ah. Sementara itu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut sholat berjama’ah dan membakar rumah-rumah mereka dengan api. (HR. Bukhori dan Muslim)
Orang-orang yang meninggalkan sholat berjama’ah akan ditutupnya hati-hati mereka. Akibatnya menjadikan mereka termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Alloh .
Ibnu Abbas dan Ibnu Umar pernah mendengar Rosululloh bersabda:
(( لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجَمَاعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ ))
Hendaknya orang-orang benar-benar berhenti dari meninggalkan sholat berjama’ah atau Alloh akan mengunci hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar menjadi orang-orang yang lalai. (HR. Ibnu Majah)

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO