Diampuni
dosanya antara Jum'at
tersebut dengan Jum'at
berikutnya. Setiap
langkah kakinya mendapatkan pahala amalan setahun.
Demikianlah pahala bagi orang-orang yang melaksanakan sholat
Jum’at.
Rosululloh bersabda:
(( لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ
مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ
يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلا غُفِرَ
لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى ))
“Tidaklah
seorang mandi pada hari Jum’at dan
bersuci semampunya, lalu mengenakan minyak rambut, lalu mengenakan
parfum yang
ada di rumahnya,
kemudian ia keluar menuju sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang (dengan melangkahinya), kemudian ia sholat semampunya, kemudian ia diam ketika imam mulai berbicara,
melainkan akan diampuni dosanya antara Jum’at ini
dengan Jumat
berikutnya.” (HR. Bukhori, Abu Dawud dan
Darimi)
Ancaman
Meninggalkan Sholat Jum’at.
Dicatat sebagai orang
yang lalai. Rosululloh hendak membakar rumah
orang-orang yang meninggalkan sholat Jum’at. Ditutup atau dikunci hatinya.
Rosululloh bersabda:
(( لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ
الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ
مِنْ الْغَافِلِينَ ))
“Hendaknya
orang-orang benar-benar berhenti meninggalkan sholat Jumat atau Alloh akan
mengunci hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar menjadi orang-orang yang
lalai.”
(HR.
Muslim, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Darimi)
Memerintahkan
Keluarga untuk Sholat.
Termasuk amanah yang Alloh pikulkan kepada anak Adam adalah menjaga
dan memelihara
anak, memperbaiki kualitas keturunan dan berupaya menjaga diri, istri, dan anak dari api neraka.
Salah satu upaya memelihara keluarga dari api neraka adalah
memerintahkan mereka menunaikan sholat. Islam memerintahkan kepada kepala
keluarga agar mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka untuk menunaikan sholat. Tahapan pertama; perintah untuk
sholat. Tahapan kedua; mendidik tata
cara sholat. Tahapan ketiga; memukul anak karena tidak
sholat.
Hal ini
sebagaimana yang telah Alloh firmankan:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan
keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.” (Qs. at-Tahrim: 6)
Abdullah
bin Umar berkata, “Didiklah anakmu karena kamu akan
ditanya tentang tanggung jawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah
kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu
kepadamu.”
Alloh berfirman :
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan sholat dan
bersabarlah kamu
dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat
(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar