Kamis, 12 Januari 2012

KEUTAMAAN SHOLAT JUM’AT

Diampuni dosanya antara Jum'at tersebut dengan Jum'at berikutnya. Setiap langkah kakinya mendapatkan pahala amalan setahun. Demikianlah pahala bagi orang-orang yang melaksanakan sholat Jum’at.
Rosululloh bersabda:
(( لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى ))
Tidaklah seorang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu mengenakan minyak rambut, lalu mengenakan parfum yang ada di rumahnya, kemudian ia keluar menuju sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang (dengan melangkahinya), kemudian ia sholat semampunya, kemudian ia diam ketika imam mulai berbicara, melainkan akan diampuni dosanya antara Jumat ini dengan Jumat berikutnya. (HR. Bukhori, Abu Dawud dan Darimi)
Ancaman Meninggalkan Sholat Jum’at.
Dicatat sebagai orang yang lalai. Rosululloh hendak membakar rumah orang-orang yang meninggalkan sholat Jumat. Ditutup atau dikunci hatinya.
Rosululloh bersabda:
(( لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ ))
Hendaknya orang-orang benar-benar berhenti meninggalkan sholat Jumat atau Alloh akan mengunci hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar menjadi orang-orang yang lalai. (HR. Muslim, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Darimi)
Memerintahkan Keluarga untuk Sholat.
Termasuk amanah yang Alloh pikulkan kepada anak Adam adalah menjaga dan memelihara anak, memperbaiki kualitas keturunan dan berupaya menjaga diri, istri, dan anak dari api neraka. Salah satu upaya memelihara keluarga dari api neraka adalah memerintahkan mereka menunaikan sholat. Islam memerintahkan kepada kepala keluarga agar mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka untuk menunaikan sholat. Tahapan pertama; perintah untuk sholat. Tahapan kedua; mendidik tata cara sholat. Tahapan ketiga; memukul anak karena tidak sholat.
Hal ini sebagaimana yang telah Alloh firmankan: 
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. at-Tahrim: 6)
Abdullah bin Umar berkata, “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggung jawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.”
Alloh berfirman :
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO