Sabtu, 24 Maret 2012

.:: SEJARAH SIHIR

Sihir adalah perbuatan kufur yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sihir telah mencapai puncak kejayaannya pada zaman Nabi Musa jauh sebelum masa Nabi Sulaiman . Bahkan sihir sudah ada pada zaman Nabi Sholeh , sebelum zaman Nabi Musa . Sihir dan ilmu sihir terus diwariskan oleh para pengagumnya dari kalangan ‘ubbadusyyaithon (penyembah setan).

A. Sihir Pada Zaman Nabi Sholeh .

Keberaan sihir pada zaman Nabi Sholeh dapat dilacak berdasarkan tuduhan kaum Tsamud bahwa Nabi Sholeh terkena sihir karena telah mengajak mereka kepada tauhidulloh. Sebagaimana Firman Alloh yang mengutip perkataan mereka:
“Mereka berkata, ‘Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari mereka yang terkena sihir.” (QS. as-Syu’aro [26]:153) 
Dari sini kita bisa memastikan bahwa sihir telah dikenal sejak zaman Nabi Sholeh.

B. Sihir Pada Zaman Nabi Musa .

Pada zaman ini sihir mencapai puncaknya, sehingga Alloh pun memberi-kan kepada Nabi Musa mukjizat yang mampu melemahkan sihir dan mengalahkan pelakunya, berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular ketika dilemparkan ke bumi dan tangan yang bercahaya setelah dimasuk-kan ke dalam jubahnya.
Praktek sihir yang terjadi pada zaman Musa , antara lain Alloh kisahkan dalam QS. Thoha: 65-69.

C. Sihir Pada Zaman Nabi Sulaiman .

Pada zaman Nabi Sulaiman , sihir semakin berkembang terlebih setelah beliau wafat. Setan membuat makar dan tipu daya kepada manusia dengan menyebarkan propaganda bahwa Nabi Sulaiman mencapai kejayaannya karena memiliki sihir. Akan tetapi hal ini dibantah oleh Alloh dengan mengatakan bahwa Sulaiman tidak kafir akan tetapi setanlah yang kafir karena mengajarkan manusia berbuat sihir. Sebagaimana Alloh kisahkan dalam QS. al-Baqoroh[2]:102.

D. Sihir Pada Zaman Jahiliyah.

Pada zaman jahiliyah sihir sudah sangat masyhur dan banyak tersebar di masyarakat. Bahkan Rosululloh sendiri pernah disebut sahir (tukang sihir) oleh orang-orang jahiliyah ketika menyebarkan dakwahnya. Bahkan beliau-pun pernah terkena sihir sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shohih Bukhori, dari ‘Aisyah bahwa dia berkata:“Dahulu Rosululloh pernah disihir, sehingga seolah-olah dia mendatangi istrinya padahal tidak.”

E. Realita Sihir di Nusantara.

Wabah sihir merebak di wilayah Nusantara bak jamur yang tumbuh pada waktu musim hujan. Berbagai produk sihir dikemas dengan atribut-atribut Islami untuk mengelabui orang awam yang dangkal aspek akidah dan keimanannya.

1. Media Elektronika dan Sihir.
Dewasa ini televisi, radio, video, MP3, VCD, dan media elektronika yang lain menggiring manusia untuk lebih percaya kepada dunia mistik dan sihir. Akibat hal tersebut, akidah umat ini menjadi sangat rapuh dan lemah aspek kepercayaan dan ketawakalan mereka terhadap Alloh . Media elektronika sangat menunjang tumbuh-suburnya mistik, klenik, dan sihir di wilayah Nusantara, lebih-lebih televisi. Mengapa demikian? Sebab televisi bersifat audio-visual yang memiliki daya tarik sangat kuat dan dahsyat bagi para pemirsa.

2. Televisi dan Propaganda Sihir.
Setan berupaya menyesatkan akidah anak Adam dengan berbagai media dan sarana supaya manusia menyekutukan Alloh . Rosululloh bersabda meriwayatkan firman Alloh :
(( وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ ))
“Dan sesungguhnya Aku (Alloh) menciptakan semua hamba-hamba-Ku berada di atas agama yang lurus. Lalu setan mendatangi mereka untuk menyimpangkan agama yang mereka anut.” (HR. Muslim)

Salah satu sarana canggih dan modern yang digunakan oleh setan untuk menggiring manusia kepada kekafiran dan kesyirikan adalah televisi. Dalam acara-acara televisi banyak kita temukan acara sihir dan mistik. Biasanya acara sihir ditampilkan dalam bentuk acara yang berbau kemistikan. Simak saja acara-acara televisi yang bertema “alam lain” yang amat diminati berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

TPI menggelar acara TV misteri dan berbagai sinetron yang berbau acara mistik dan dunia sihir. Bahkan untuk menggiring anak-anak ke dunia sihir dan perklenikan TPI menyajikan sinetron anak-anak “Tuyul dan Mbak Yul” dan “Jin dan Jun”. Anak-anak dibimbing menuju dunia alam ghaib, dunia sihir dan kesyirikan. Akibatnya mereka menyangka bahwa sihir, memohon bantuan, dan perlindungan kepada jin seolah-olah sebagai perkara biasa yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, al-Qur'an dan as-Sunnah dengan tegas melarang perbuatan demikian.

Alloh berfirman:
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Jin [72]: 6)

Rosululloh juga bersabda:
((احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ))
“Jagalah Alloh, Dia akan menjagamu. Jagalah Alloh, kamu akan menjumpai-Nya ada di hadapanmu. Bila kamu minta sesuatu, mintalah kepada Alloh. Bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Alloh.” (HR. Tirmidzi)

Televisi swasta tertua di Indonesia, RCTI memproduksi pula kisah-kisah mistik. RCTI meluncurkan tayangan “kismis” (Kisah-Kisah Misteri). Adapun akibat negatif yang ditimbulkan dari tayangan ini, para pemirsa jadi takut kepada makhluk halus. Mereka meyakini bahwa jin mampu mendatangkan mara bahaya dan bencana kepada manusia. Hal demikian termasuk syirik besar yang menyebabkan orang keluar dari Islam. Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan belum bertobat darinya, maka Alloh tidak akan mengampuni dosa-dosanya dan ia kekal di neraka jahannam.

Alloh berfirman:
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zholim itu seorang penolongpun.” (QS. al-Maidah [5]: 72)

Tak mau kalah, stasiun TV Lativi pun menyajikan acara yang cukup menghebohkan, yaitu “Pemburu Hantu”. Acara ini ditayangkan satu pekan dua kali. Tim pemburu hantu terdiri dari empat orang. Mereka dipanggil oleh sang penyiar dengan gelar Pak Ustadz dan Pak Haji. Sebab mereka menampilkan ciri-ciri Islam yang dikenal masyarakat Indonesia seperti bersurban, menggunakan tasbih, dan melantunkan do'a-do'a. Hampir setiap stasiun televisi mempunyai acara yang berhubungan dengan dunia ghaib. Sebut saja Trans TV menayangkan acara unggulan dunia ghaib dengan judul “Dunia Lain” dipandu oleh presenter yang tak asing bagi pemirsa, yaitu Heri Pantja, pria berkepala plontos berpakaian hitam. Hakikat dari acara ini adalah uji nyali bagi siapa saja yang berani menghadapi suara atau penampakan makhluk halus.

Selain berbagai acara mistik dan sihir di atas terdapat puluhan lagi acara semisal yang ditunggu penuh minat oleh semua lapisan usia di masyarakat. Misalnya: Percaya Nggak Percaya, Misteri, dan Oo seram (ANTV) atau Dendam Nyi Pelet, Nyi Blorong (Indosiar). Ada lagi Misteri Kisah Nyata, Komedi Misteri (Lativi), Mega Misteri (RCTI) dan serangkaian acara-acara mistik dan sihir serupa yang bisa dijumpai setiap hari di seluruh saluran TV yang ada. Walaupun acara-acara tersebut banyak yang sudah tidak tayang, namun boleh jadi hanya berganti nama saja. Bukankah demikian?

Bolehkah seorang Muslim menyaksikan dan menonton tayangan dan adegan berbau sihir dan mistik?

Alloh berfirman:
“Dan sungguh Alloh telah menurunkan keterangan kepada kalian di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Alloh di-ingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kalian berbuat demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka. Sesungguhnya Alloh akan mengumpul-kan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahan-nam.” (QS. an-Nisa’ [4]: 140) 

Tidak ada komentar:

ARSIP HASMI SOLO